Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Ahok
Ahok Datangi KPK, Lapor PD Dharma Jaya Mengenai Daging Sapi
Saturday 01 Nov 2014 05:14:49
 

Plt. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat mendatangi gedung KPK, Jakarta, Jumat (31/10).(Foto: BH/bar)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Plt. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, atau akrab dipanggil Ahok pada Jumat siang menjambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, perihal kedatangannya sendiri yang akan membahas dan memberikan pelaporan tentang PD. Dharma Jaya terkait tata pengelolaan daging Sapi.

"Kita mau diskusi tentang Dharma Jaya sama mendaftarkan seluruh eselon 3. pejabat eselon 3 sama eselon 4 harus mleaporkan LHKPN," jelasnya pada para awak media saat akan memasuki pintu gedung KPK di Jl. HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat, (31/10). Untuk diketahui, pengelolaan daging sapi tersebut diketahui merugi sekitar Rp 4,9 miliar pada laporan keuangan tahun 2010/2011.

Sebelumnya, rencana kedatangan mantan Bupati Belitung timur ini sendiri sudah direncanakan sejak di Balai Kota tadi pagi, sembari melaporkan tentang keterkaitan restoran dan hotel yang diduga memberikan suap pada para Dinas Pelayanan Pajak (DPP).

Ia juga berharap, hal itu akan dilaporkan dalam keseluruhan, begitu juga halnya dengan struktural yang akan harus dilapor nantinya. Karena sebelumnya, masih Eselon II saja yang masih dilaporkan.

"Yang dulu eselon dua aja banyak yang ngak lapor, karena kalau dia (pihak Eselon II) ngak lapor nanti akan kita coret jadi staf ahli," tambah Ahok.

Ada juga rencana mau mempromosikan tentang hal 'Cashless Society' agar para pejabat yang dibawah naungan negara tidak lagi tarik cek diatas Rp.25 juta.

"Jadi semua uang harus ditransfer melalui bank, jadi kalau lewat bank, PPATK dan KPK gampang memonitor, dan kita harap ICW akan bantu kita mengawasi gaya hidup pejabat," jelasnya.

Dengan demikian harapnya, hal itu dapat dikontrol oleh pihak-pihak yang dapat memantau tingkah laku para pejabat yang menyeleweng dengan hukum, apalagi dengan melakukan tindakan korupsi.

"Nggak mungkin dong kalau dia punya jam tangan milyaran gitu! Bayar pajaknya berapa?, Saya berharap itu bisa dikontrol," tegas Ahok dengan gaya istilah kata ilustrasinya.(bhc/bar)



 
   Berita Terkait > Ahok
 
  Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok Sudah Keluar Bebas dari Rutan Mako Brimob
  Ditertawai Adiknya Ahok, Sam Aliano: Harapan Veronika Tan Jadi Ibu Negara
  Mako, Ahok dan Teroris
  Terkait Kewarganegaraan Ayah Ahok, Inilah Tanggapan Yusril Atas Surat Terbuka Adik Ahok
  'Ahok Masih di Rutan Mako Brimob karena Kedekatannya dengan Jokowi'
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan

KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia

Purbaya curhat: Saya menteri paling tidak beruntung di dunia

KPK Petakan 3 Titik Rawan Korupsi APBD, Mitigasi Potensi Kebocoran Daerah Capai Rp2,37 Triliun

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2