Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Politik
Agar Politik Teduh, Presiden SBY Berharap Jokowi dan Prabowo Saling Menyapa
Thursday 04 Sep 2014 15:32:49
 

Presiden SBY menjawab pertanyaan wartawan pada konperensi pers di Hotel Shangri-La, Singapura, Kamis (4/9) pagi.(Foto: Istimewa)
 
SINGAPURA, Berita HUKUM - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berharap agar Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi) tidak harus terus menjaga jarak dengan mantan calon presiden Prabowo Subianto yang juga mendapatkan dukungan dari kekuatan politik.

“Bagus kalau saling menyapa, karena kekuatan Pak Prabowo hanya beda sekitar 5-6 juta saja dari sekian ratus juta pemilih, dari 240 juta penduduk Indonesia. Kalau terjadi konsiliasi, saling menyapa, tidak ada kata-kata the winner takes all akan teduh politik negeri ini, akan damai negeri ini,” tutur Presiden SBY menjawab pertanyaan wartawan pada konperensi pers di Hotel Shangri-La, Singapura, Kamis (4/9) pagi.

Kalau politiknya teduh, lanjut SBY, kebijakan presiden baru dan pemerintah akan lebih mulus. Sebaliknya, kalau politiknya tidak teduh meskipun punya keinginan yang kuat untuk menjalankan kebijakan a, b, c, d, belum tentu akan bisa mulus. “DPRnya keras, pressure politik di luar parlemen juga keras, dan sebagainya. Itulah politih, itulah riel politik,” ujarnya.

Presiden SBY mengingatkan, dalam kampanyenya dulu, Presiden Terpilih Joko Widodo bersama mantan Capres Prabowo Subianto beserta wakil-wakilnya telah menyampaikan janji-janjinya yang akan diwujudkan jika masing-masing memenangkan Pemilu Presiden (Pilpres). Tentunya, semua rakyat berharap agar janji-janji kampanye itu bisa diwujudkan sehingga makin ke depan bangsa kita semakin baik.

Pada kesempatan ini, Presiden SBY juga mendoakan pemerintahan Jokowi nanti tetap menjalin kerja sama yang baik dengan mitra-mitra Indonesia. Presiden SBY meyakini, Jokowi telah mempersiapkan diri dengan baik menjelang 20 Oktober 2014 nanti.

"Kalau diminta berbagi pengalaman, seperti yang saya sampaikan pada pidato kenegaraan 15 Agustus lalu, saya tentu akan berikan," ujar Presiden SBY.

Mendampingi Presiden SBY dalam konperensi pers itu antara lain Ibu Negara Hj. Ani Yudhoyono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Chairul Tanjung, Seskab Dipo Alam, Menlu Marty Natalegawa, Menteri Pertahanan Purnomo Yosgiantoro, Menteri Perindustrian MS Hidayat, dan Mendikbud Mohammad Nuh.(TWN/Setkab/SMD/ES/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Politik
 
  Akademikus kritik narasi optimisme pemerintah: Jauh dari realitas, minim empati
  Dasco Gerindra: Prabowo dan Megawati Tak Pernah Bermusuhan, Saya Saksinya
  Moralitas dan Spiritualitas Solusi Masalah Politik Nasional Maupun Global
  Tahun Politik Segera Tiba, Jaga Kerukunan Serta Persatuan Dan Kesatuan
  Memasuki Tahun Politik, HNW Ingatkan Pentingnya Siaran Pemberitaan yang Sehat
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2