Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Politik
Abraham Samad Latah Ikut-Ikutan Politik Praktis
Sunday 11 May 2014 14:05:07
 

Ketua KPK, Abraham Samad saat menggelar konferesi pers di gedung KPK, terkait Tim KPK menangkap Rachmat Yasin Bupati Bogor.(Foto: BH/put)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Sinyal dari Capres Partai PDIP Jokowi bahwa Cawapresnya merupakan orang yang ngerti hukum dan ekonomi, serta sosok dari luar pulau Jawa, mengerucut ke Abraham Samad, Ketua KPK yang latar belakang pendidikan S3 Hukum.

Jika benar Abraham sebagai calon Wakil Presiden (Cawapres) Jokowi diminta secara moral meletakan jabatanya sebagai Ketua KPK, agar tidak terjadi Conflict of interest.

"Bila Ketua KPK ada niat jadi Cawapres Jokowi, maka secara moral segera meletakkan Jabatanya sebagai Ketua KPK," ujar Sekjen Laskar Anti Korupsi Pejuangan 45, H.M Hasbi Ibrohim, di Jakarta, Minggu (11/5).

Menurutnya, seharusnya Ketua KPK, tetap didukung sebagai garda terdepan memerangi korupsi di Indonesia dan tetap berani istiqomah dalam penuntasan kasus-kasus korupsi yang masih banyak menjadi pekerjaan rumahnya.

Demi menjaga Eksistensi KPK serta Independensi, demi menghindari Conflict of interest dalam penanganan berbagai kasus di KPK saat ini.

"Kami mendesak Abraham Samad menjadi Negarawan menyelesaikan tugasnya di KPK, untuk tidak ikut-ikutan latah terlibat Politik Praktis," ujar Hasbi kembali.

Abraham Samad sendiri ketika ditanya seputar kabar kesiapan dirinya sebagai Cawapres dari Jokowi pada saat menggelar konferesi pers di gedung KPK, terkait Tim KPK menangkap Rachmat Yasin Bupati Bogor yang juga sebagai politisi PPP, Ia menolak memberi jawaban, hanya menebar senyuman dan mengalihkan pertanyaan, dengan jawaban seputar kasus OTT Bupati Bogor.(bhc/put)



 
   Berita Terkait > Politik
 
  Akademikus kritik narasi optimisme pemerintah: Jauh dari realitas, minim empati
  Dasco Gerindra: Prabowo dan Megawati Tak Pernah Bermusuhan, Saya Saksinya
  Moralitas dan Spiritualitas Solusi Masalah Politik Nasional Maupun Global
  Tahun Politik Segera Tiba, Jaga Kerukunan Serta Persatuan Dan Kesatuan
  Memasuki Tahun Politik, HNW Ingatkan Pentingnya Siaran Pemberitaan yang Sehat
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2