BERASTAGI, Berita HUKUM - Korban tewas akibat letusan awan panas abu Gunung Sinabung Tanah Karo, di desa Suka Meriah, Kecamatan Sipayung hingga malam ini dilaporkan bertambah 14 orang di RSUD Kaban Jahe, dan sejauh ini sudah 14 korban berhasil di identipikasi.
Korban yang sudah di Indetipikasi, Alexsander Sembiring, (17) Simp Korpri pelajar. Diva Nusantara, (17) pelajar. Daud Surbakti, (16) desa payung pelajar. David (17) Simpang Korppri. Surbakti, seorang Guru Honer. Rizal Syahputra, alias (Kojeck) mantan stringer Tv One, warga jalan Karya Bakti Medan. Teken Sembiring, desa gurki. Santun Siregar, Mahasiswa asal kuta Cane. Ansran Lubis, Marudut Sirete, (25). Fitrianai Napitupulu. Danil Siagian, Mahasiswa. Zulpiandi Mori. Thomas Milala, Ranger Gunung Sinabung Rgs.
Menurut keterangan salah seorang saksi dari keluarga korban, Surbakti tadi pagi dia pergi dari Desa Sipayung, karna datang kawanya dari Kuta Cane Aceh mau ke Desa Suka Meriah.
"Dia sempat pamitan sama ayahnya ke suka meriah, waktu kami dengar terjadi letusan lagi, HPnya sudah tidak bisa kami hubbungi," ujar Linda Br Ginting di RSUD Tanah Karo Senin (1/2).
Sementara, salah seorang tim evakuasi dari KNPI Manulang menuturkan, mereka mendapat Informasi karna ada seorang anak di RS Efharina Etaham luka saat dia mau Ziarah, namun tiba-tiba gunung meletus dan mengabarkan banyak korban terjebak di atas.
"Saya turun ke lokasi daerah Gurki, karna aparat dan masyarakat tegang urat, karna BNPB ngk berani masuk kelokasi," ujar Manulang.
Dijelaskanya lebih lanjut, bahwa Sebelum berangkat kami melakukan evakuasi info kami dapatkan ada 5 korban di atas, ternyata setelah kami ke atas lebih dari 5 korban kami membantu masyarakat yang sudah tergelatak tewas di sana.
"Medanya cukup ngeri, mayat banyak tertimpa kayu, karna susah ngak ada mesin senso, kita rame-rame angkat kayu," pungkas Manulang.(bhc/put) |