Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Jokowi
'Diancam Dibunuh', Pendemo Datangi Balai Kota Bawa Rompi Anti Peluru untuk Jokowi
Thursday 03 Apr 2014 12:00:30
 

Demonstran BARAKUDA membawa satu rompi anti peluru berwarna hitam yang bertuliskan
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Seratusan masyarakat dari Barisan Rakyat Untuk Demokrasi Aman (BARAKUDA) mendatangi Gedung Balai Kota DKI Jakarta di Jl. Medan Merdeka Selatan selain membentangkan beberapa spanduk mereka sambil membawa satu rompi anti peluru berwarna hitam yang bertuliskan "Rompi Rakyat Anti Peluru" yang dihadiahkan kepada Joko Widodo sebagai simbol Save Jokowi.

Sepanduk besar bertuliskan" Usut tuntas rancana pembunuhan Jokowi Tangkap Dalangnya" tulis pendemo, dimana pendemo juga menyayikan lagu, Indonesia negeri berdarah, Ambon, Aceh mari kita rapatkan barisan untuk Indonesia yang lebih aman.

"Kami melihat ancaman ini sangatlah serius dan tentunya kita semua tidak ingin melihat adanya pemaksaan kehendak dalam berdemokrasi dan melahirkan tindakan-tindakan yang melanggar Undang -Undang," ujar Rachman Latuconsina, Koordinator aksi di depan gedung Balai Kota Jakarta Pusat, Kamis (3/4).

Disaat bersamaan, kembali datang aksi seratusan massa pendukung Jokowi dari Paguyuban Pendukung Jokowi Solo dan Jawa Barat, massa aksi bergabung didepan Balai Kota, sambil membentangkan sepanduk panjang bertuliskan dukung Jokowi.

Aksi ini menutup satu ruas jalan di depan jalan Medan Merdeka Selatan, aparat Kepolisian dari Sabahara dan Samapta Polda Metro serta Polsek Metro Gambir menjaga jalanya aksi demo, dengan ketat, berhubung adanya ancaman dari pendemo tandingan yang akan membubarkan aksi BARAKUDA yang mengangap bahwa aksi Save Jokowi sebagai propokasi karena tidak ada yang mengancam akan membunuh Jokowi.

Sementara aksi ini mendapat tanggap sinis.

"Ini aksi nasi bungkus! Bayaran! tidak ada pihak manapun yang mau bunuh Jokowi, karena negara kita negara hukum, menghimbau kepada aparat keamanan untuk membubarkan aksi tersebut karena sama saja menghina aparat kepolisian dalam menjaga keamanan atau kami akan bubarkan Paksa," ujar Ketua Umum GeMMa Merah Putih Arie Tarigan S.H, MH, seperti diterima BeritaHUKUM.com namun hingga aksi ini berakhir aksi demo berlangsung damai. (bhc/put)



 
   Berita Terkait > Jokowi
 
  PDIP persilakan Jokowi keliling Indonesia: Tunjukkan ijazah asli!
  Usai Resmi Ditahan, Hasto Minta KPK Periksa Keluarga Jokowi
  Jokowi Bereaksi Usai Connie Bakrie Sebut Nama Iriana,Terlibat Skandal Pejabat Negara?
  PKS Minta Jokowi Lakukan Evaluasi, Tak Sekadar Minta Maaf
  PKB Sebut Selain Minta Maaf, Jokowi Juga Harus Sampaikan Pertanggungjawaban
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2