Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Pengungsi
Kondisi Pengungsi Asing di Indonesia Memprihatinkan, Muhammadiyah Minta Pemerintah dan UNHCR Lebih Peduli
2022-01-08 01:46:20
 

 
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas mengaku prihatin dengan pasifnya perhatian pemerintah dan badan kemanusiaan PBB UNHCR (United Nations High Commisioner For Refugees) terhadap nasib para pengungsi asing di Indonesia.

Tak heran, pada Desember 2021 lalu terdapat aksi protes para pengungsi yang tidak memiliki kejelasan nasib di Pekanbaru dan Medan dengan menjahit mulut dan bakar diri. Nasib mereka yang terkatung-katung terutama hingga masa pandemi membuat para pengungsi kehilangan harapan.

Direktur Eksekutif Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga Solidarity Indonesia for Refugee (SIR), Maryam melalui siaran pers SIR pada Senin (6/12/2021) bahkan menyebut banyak aksi serupa yang dilakukan para pengungsi untuk mendapatkan respons dari UNHCR.

"Kami meminta UNHCR atasi persoalan ini. Berdasarkan data di lapangan yang sempat kami temui, bahwa sekitar 20 orang mencoba bunuh diri, 14 orang meninggal dan 6 orang berhasil diselamatkan," ujar Maryam.

"PBB dan Pemerintah Indonesia harus memberikan perhatian serius terhadap para pengungsi dari Afghanistan, Rohingya dan Myanmar," ujar Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas pada Jumat (7/11).

Menurut Anwar Abbas, kondisi para pengungsi di beberapa kota di tanah air dianggap memprihatinkan.

"Keadaan dan kesengsaraan yang mereka alami tampak sudah sangat berat," katanya. Karena itu, Anwar menilai wajar jika para pengungsi sampai melakukan tindakan protes yang berlebihan.

"Cukup banyak dari mereka yang sudah stress dan tidak tahu lagi tahu harus berbuat apa," katanya.

"Sebagai tanda protes dan ungkapan keprihatinan dan demi mendapatkan perhatian serius dari masyarakat dunia terutama PBB maka mereka tidak segan-segan melakukan aksi jahit mulut dan bakar dirinya," tutur Anwar.

Agar masalah kemanusiaan ini segera berlalu, dirinya berharap pemerintah dan UNHCR memberikan perhatian lebih besar kepada mereka.

"Untuk itu PBB dan pemerintah Indonesia harus secepatnya bisa mencarikan solusi dan atau jalan keluar bagi kebaikan nasib dan masa depan mereka," pungkasnya.(muhammadiyah/bh/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Antisipasi Laporan Bank Dunia, Pemerintah Harus Hati-Hati Tentukan Kebijakan Fiskal dan Moneter

Tiga Kampus Muhammadiyah Ini Masuk Jajaran 10 Universitas Islam Terbaik Dunia Versi Uni Rank 2021

Sinyal Prabowo untuk Siapa, Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Atau Rizal Ramli?

Penjelasan Polda Metro Soal Curhatan Fahri Calon Siswa Bintara 2021 yang Tidak Lolos

 

ads2

  Berita Terkini
 
Pesawat Susi Air Hilang Kontak di Timika, 7 Penumpang Semuanya Ditemukan Selamat

DPR Terbuka Menampung Kritik dan Saran untuk RKUHP

Pengamat: Tak Elok Puan Rekam Pertemuan Megawati dan Presiden Jokowi

Implementasi UU Pengelolaan Sampah Perlu Diawasi

Hasil Rapimnas, Syaikhu Ungkap Kriteria Capres Pilihan PKS

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2