Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
EkBis    
Garam
Warga Demo karena Jokowi Sebut Garam Madura 'Hitam': Kami Telah Dibunuh di Negeri Sendiri
2019-08-31 00:09:18
 

Petani garam lakukan aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Sumenep,atas pernyataan Jokowi yang dinilai mendiskreditkan kualitas garam Madura.(Foto: Istimewa)
 
MADURA, Berita HUKUM - Massa yang tergabung dalam Himpunan Masyarakat Petambak Garam Sumenep (HMPGS) turun ke jalan melakukan aksi protes di depan gedung kantor DPRD Sumenep, Jumat (30/8). Mereka kecewa dengan pernyataan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat datang ke Desa Nunkurus, Kupang dan NTT pada 21 Agustus 2019 lalu, yang dinilai mendiskreditkan garam Madura.

Warga menuntut DPRD Sumenep untuk meminta Pemerintah Pusat meminta maaf pada masyarakat Madura atas pernyataan Jokowi itu. Warga menilai sampel yang diperoleh jokowi tidak sesuai dengan kualitas asli garam Madura dan meminta Jokowi untuk datang langsung ke Madura dan melihat sendiri kualitasnya.

"Kami di sini sudah melakukan produksi garam dari zaman ke zaman. Kami minta cabut pernyataan Presiden Jokowi bahwa garam kami hitam," kata Andy ahmadi, Korlap aksi.

Puluhan massa aksi ini meminta DPRD Sumenep keluar untuk menemui putra petambak garam yang sedang berlangsung menyampaikan aspirasi petambak garam, dan meminta untuk menyatakan sikap yang sama bahwa tidak seperti pernyataan presiden jika garam Madura hitam tak berkualitas.

"Tolong temui kami untuk menyatakan sikap dan menyurati Presiden RI bahwa garam kami katanya jelek dan bahkan hitam. Itu tidak hanya sekali, tapi kami petambak garam Sumenep Madura telah dihina oleh Presiden RI. Kami telah dilumpuhkan, kami telah dibunuh di negeri sendiri," teriak lantang sambil menuding gedung DPRD Sumenep.

Warga menyebut pemerintah pusat telah melupakan sejarah.

Petani garam sumenep Madura sudah memproduksi garam, bahkan sebelum Indonesia ada sebagai negara.

"Buyut kami sudah petani garam dan kualitas garam kami sudah terbukti penyuplai garam nasional adalah Madura," teriak Sutri, salah satu peserta aksi.

Ketua DPRD Sumenep sementara, Abdul Hamid Ali Munir, menyambut baik kedatangan massa aksi dan berjanji akan menindaklanjuti tuntutan warga tersebut.

"Terjadi kesalahpahaman pernyataan yang dilakukan oleh bapak Presiden Jokowi bahwa garam Madura dianggap kualitasnya rendah. Saya secara pribadi menyatakan bahwa garam Sumenep itu kualitas ekspor," tukas Hami saatmenemui massa aksi.

Politisi PKB ini berjanji akan melakukan komunikasi berbagai pihak terkait pernyataan Jokowi ini.

"Koordinasi dengan pemerintah yang ada atas, mulai dari provinsi hingga pusat," janjinya.(ahs/TribunMadura/bh/sya)




 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Reuni 212, Konsolidasi Umat atau Parade Pidato?

Pentingnya Peran DPRD Provinsi untuk Dilibatkan dalam Musrembang Desa

Polda Metro Jaya bersama Stakeholder Luncurkan Layanan Digital E-TLE Development Program

Jaksa KPK Tuntut Hakim Kayat 10 Tahun Penjara

 

ads2

  Berita Terkini
 
Tumbuhkan Etos Kerja Bagi Masyarakat Gorontalo, Arifin Jakani: Hilangkan Budaya 'Tutuhiya'

Jualan Online, Puluhan WNA Ilegal Dijaring Petugas Imigrasi Tangerang

Reuni 212, Konsolidasi Umat atau Parade Pidato?

Marah ke Pendukung Zulhas, Amien Rais: Ini Bukan Partai Kampungan

Para Pemohon Uji UU KPK Sampaikan Perbaikan

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2