Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Badai
Topan Mangkhut Terjang Cina Selatan, 2 Juta Orang Dievakuasi
2018-09-18 08:52:42
 

Seorang perempuan berada di jalan Kota Shenzhen ketika Topan Mangkhut melanda.(Foto: twitter)
 
CINA, Berita HUKUM - Setelah melanda Filipina dan kawasan Hong Kong, Topan Mangkhut terus bergerak menerjang Cina bagian selatan dengan membawa hujan deras dan angin berkecepatan 162 kilometer/jam.

Sejauh ini, menurut media pemerintah Cina, sebanyak dua orang meninggal dunia.

Sebelumnya, Topan Mangkhut telah menewaskan sedikitnya 64 orang di Filipina.

Sebagian besar korban tewas disebabkan oleh tanah longsor. Salah satu insiden terparah terjadi di Kota Ucab. Menurut kepolisian setempat, akomodasi untuk para penambang dihantam longsor sehingga menewaskan sedikitnya 26 orang.

Topan Mangkhut tiba di pesisir Cina, dekat Kota Jiangmen, pada Minggu (16/9) sore waktu setempat.

Kedatangan badai tersebut telah diantisipasi aparat Cina yang menetapkan siaga tertinggi dan menghentikan semua jadwal penerbangan dan kereta.

Siaga tertinggi itu pula yang membuat lebih dari 2,45 juta orang sudah dievakuasi.

Map showing the path of Typhoon Mangkhut as of 18:00 GMT Sunday 16 Sept

Matt Bossons, seorang wartawan asal Amerika Serikat yang tengah berada di Shenzhen, mengaku "merasakan kekuatan angin yang luar biasa kuat".

"Hujan deras membuat pandangan amat sangat terbatas saat ini. Kami seharusnya pergi pagi ini, namun kami masih di sini karena jalan-jalan utama provinsi semua ditutup dan kereta yang menghubungkan Shenzhen dengan daerah lainnya berhenti beroperasi," paparnya.

Hong KongHak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionBanjir menggenangi jalan-jalan Kota Hong Kong akibat Topan Mangkhut.

Di Hong Kong, warga juga diperingatkan untuk tetap berada di dalam ruangan dan menjauhi jendela guna menghindari puing-puing yang beterbangan.

Walau Topan Mangkhut tidak telak menghantam Hong Kong, kecepatan angin di sana dilaporkan mencapai lebih dari 177 kilometer/jam.

hong kongHak atas fotoREUTERS
Image captionAngin yang dibawa Topan Mangkhut telah memecahkan kaca-kaca jendela di Hong Kong.

Ketika topan melintas, sejumlah warga merasakan gedung bergoyang.

"Guncangannya terjadi cukup lama, setidaknya dua jam. Kepala saya jadi terasa pusing," ujar Elaine Wong, warga Hong Kong.

Pemerintah setempat menyatakan jumlah korban cedera mencapai lebih dari 200 orang.

Nilai kerugian belum diketahui, namun sebagian besar toko ditutup dan layanan publik dihentikan. Sekitar 900 penerbangan juga dibatalkan di Bandara Internasional Hong Kong.*BBC/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Petani Plasma Sawit Minta Menko Maritim Membantu Hapus Pungutan Ekspor CPO

BPN Ajak Pendukungnya Doakan Putusan Hakim Bukan Mahkamah Kalkulator

Said Didu: Butuh Semangat Kepahlawanan Menjadi Saksi Sidang PHPU di MK

Komisi IV Pertanyakan Informasi Impor Minyak Kayu Putih

 

  Berita Terkini
 
Gatot Nurmantyo: Purnawirawan Harus Bangkit Atau Negara Punah

Ketua DPR: Kita Harus Bangga Maha Karya Indonesia Diakui Dunia

Ribuan Massa dari Banten Sudah Bergerak Ke Gedung MK

BW: Keterangan Saksi Anas 02 dan Anas 01 Sama

Petani Plasma Sawit Minta Menko Maritim Membantu Hapus Pungutan Ekspor CPO

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2