Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Virus Corona
Tingkat Kematian di Meksiko Kini Tertinggi Ke 3 di Dunia Akibat Covid-19
2020-08-01 23:10:24
 

Mexico laporkan 688 kematian pada hari Jumat.(Foto: REUTERS)
 
MEKSIKO, Berita HUKUM - Meksiko menjadi negara dengan angka kematian tertinggi ketiga karena virus corona, setelah AS dan Brasil.

Negara itu telah mencatat sedikitnya 46.688 kematian selama pandemi, dengan total 424.637 infeksi.

Sebelumnya, negara dengan jumlah korban terbanyak ketiga adalah Inggris, yang mencatat mencatat 46.204 kematian pada hari Jumat (31/07).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa dampak pandemi akan dirasakan "selama berpuluh tahun mendatang".

Di Meksiko, pemerintah daerah sebelumnya mengatakan mereka percaya jumlah infeksi sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi daripada yang dilaporkan.

Presiden Andres Manuel Lopez Obrador ingin segera memulai kembali ekonomi negara yang lesu. Pemerintahnya mengumumkan rencana bertahap untuk mencabut aturan-aturan pembatasan pada bulan Mei.

Di Mexico City, ibu kota Meksiko, ratusan ribu pekerja pabrik kembali bekerja pada pertengahan Juni. Beberapa bisnis nonesensial kemudian diizinkan untuk kembali buka pada awal Juli di kota yang menjadi pusat epidemi di negara itu.

Namun Obrador dikritik lambat menerapkan lockdown dan terlalu cepat mengangkatnya. Sebagian besar ekonomi Meksiko berhenti pada 23 Maret tapi beberapa industri yang dinyatakan sangat penting bagi keberjalanan negara dikecualikan dari pembatasan.

Pada hari Jumat, sepuluh gubernur negara bagian mengecam cara pemerintah menangani wabah dan menuntut pengunduran diri Asisten Sekretaris Kesehatan Hugo Lopez-Gatell - ahli epidemiologi dan penanggung jawab penanganan virus corona di Meksiko.

Lebih dari 17,5 juta kasus virus corona telah dilaporkan di seluruh dunia, dengan hampir 679.000 kematian, menurut hitungan Universitas Johns Hopkins.

AS telah mencatat sedikitnya 153.415 kematian dan Brasil 92.475.

Banyak negara berusaha untuk keluar dari lockdown tapi jumlah kasus mereka meningkat lagi, lapor koresponden BBC di Jenewa, Imogen Foulkes.

Beberapa negara, seperti Spanyol dan Inggris, menerapkan kembali sebagian pembatasan atau menunda rencana pelonggaran.

Dengan angka kasus yang terus meningkat di seluruh dunia, kepala WHO Dr. Tedros Ghebreyesus menyebut pandemi ini sebagai "krisis kesehatan sekali dalam seabad, yang dampaknya akan dirasakan selama berpuluh-puluh tahun mendatang".

"Meskipun pengembangan vaksin terjadi dengan sangat cepat, kita harus belajar hidup dengan virus ini, dan kita harus berjuang dengan peralatan yang kita miliki," katanya pada hari Jumat.(BBC/bh/sya)




 
   Berita Terkait > Virus Corona
 
  Vaksin Covid-19 Harus Gratis
  Vaksin Covid-19 dari China Harus Aman dan Transparan
  Tingkat Kematian di Meksiko Kini Tertinggi Ke 3 di Dunia Akibat Covid-19
  Kasus Covid-19 Makin Tinggi, Pemerintah Diminta Serius Tanggulangi Pandemi
  Pasien Covid-19 Tembus 100 Ribu Kasus di Indonesia
 
ads1

  Berita Utama
Muncul Skenario Anies-AHY 2024, Politikus Demokrat: Pasangan Yang Saling Melengkapi

Dampak Resesi Dunia, Gus Jazil: Kita Beli Produk Lokal dari UMKM

Wasekjen Demokrat: Kok Partai Pendukung Pemerintah Kebakaran Jenggot Karena Pernyataan Mas Ibas?

Para Tokoh Bangsa Deklarasikan Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI)

 

ads2

  Berita Terkini
 
KKP dan Polri Berhasil Gagalkan Penyelundupan Ikan Ilegal Sebanyak 54,978 Ton Senilai Rp 2,2 Miliar

Muncul Skenario Anies-AHY 2024, Politikus Demokrat: Pasangan Yang Saling Melengkapi

Ledakan 'Non-Nuklir Terbesar' Beirut 'Hhancur Separuh Kota dan Picu Krisis Kemanusiaan'

Polda Metro Ungkap Praktik Dokter Gigi Abal-abal di Perumnas Aren Jaya

Efektif, Resonan, Berpengaruh

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2