Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Gaya Hidup    
Muhammadiyah
Tiga Hal yang Perlu Dipegang Penggerak Persyarikatan Setelah Muhammadiyah Berumur 111 Tahun
2023-12-15 11:26:47
 

 
MANADO, Berita HUKUM - Usia ke-111 tahun adalah penanda babak baru bagi peran pengkhidmatan Persyarikatan Muhammadiyah di tingkat yang lebih luas. Setelah satu abad merawat Indonesia, Muhammadiyah mulai menatap usaha menata peradaban di tingkat global.

Penegasan ini kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir disuratkan dengan dipilihnya tema Milad 111 tahun Muhammadiyah, "Ikhtiar Menyelamatkan Semesta", Haedar berpesan agar tema ini senantiasa dipegang oleh seluruh penggerak Persyarikatan sebagai acuan/orientasi gerakan.

"Ada tiga hal yang penting kenapa tema itu diangkat," ujarnya dalam Resepsi Milad yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Utara (Sulut) di Kantor Gubernur Sulut, Ahad (10/12).

Sebab pertama adalah disrupsi akibat globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang tanpa disadari membentuk alam pikiran manusia sebagai pusat semesta yang berhak berlaku eksploitatif terhadap lingkungan dan sesamanya.

Akibat dari disrupsi ini misalnya adalah perubahan iklim hingga peperangan seperti yang terjadi di Ukraina, Palestina, dan beberapa belahan negara lainnya.

"Nah berangkat dari itu, Muhammadiyah ingin bersama-sama sleuruh komponen dunia menyelamatkan dunia dari bencana semesta, bencana peradaban dan bencana kemanusiaan akibat ulah manusia. Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia (QS Ar-Rum:41). Bedanya dalam alam pikiran manusia modern saat ini kerusakan itu justru dibenarkan oleh berbagai legitimasi yang orang tidak sadar atas nama membangun tapi sejatinya merusak," jelas Haedar dengan mengutip QS Al-Baqarah:11.

"Muhammadiyah mengajak seluruh komponen bangsa bahkan kekuatan dunia untuk mari kita perbaharui alam pikiran yang keliru dan salah itu demi penyelamatan peradaban, demi penyelamatan semesta," imbuhnya.

Adapun sebab kedua yang menjadi alasan mengapa tema itu dipilih, karena Muhammadiyah ingin mengajak seluruh warganya berkiprah lewat tindakan nyata.

"Muhammadiyah terus berkomitmen dalam usaha membangun kehidupan di tingkat dunia dan bangsa, bukan hanya dengan himbauan, teori, retorika atau seminar saja. Tapi dengan melakukan gerakan dan langkah-langkah nyata," ucapnya.

Haedar lalu mengutip contoh gerakan nyata tersebut. Misalnya 20 ribu lebih TK/PAUD milik 'Aisyiyah, 8 ribu lebih SD-SMA, 480 lebih pondok pesantren modern, ratusan klinik dan rumah sakit, hingga 173 Perguruan Tinggi. Muhammadiyah bahkan memiliki lembaga pendidikan di Mesir, Australia, dan Malaysia.

Ketertinggalan kualitas dan indeks daya saing SDM Indonesia di tingkat regional ASEAN, juga melatarbelakangi dipilihnya tema tersebut.

"Nah karena itu lengah, kita hargai ada pembangunan fisik yang luar biasa tapi SDM Indonesia yang akan menentukan sejarah Indonesia ke depan. Indonesia emas tidak akan terwujud jika kita tidak mengejar ketertinggalan ini. Di situlah perlu langkah progresif kita bersama. Muhammadiyah tidak bisa sendirian," jelasnya.

Sedangkan alasan ketiga mengapa tema tersebut dipilih, kata Haedar adalah ajakan agar warga Persyarikatan terus merajut persatuan dan persaudaraan dengan berbagai golongan agar usaha menyelamatkan semesta lebih mudah tercapai.

"Ketiga, kami dalam usaha menyelamatkan semesta dan bangsa terus merekat persatuan. Tidak mungkin (pengkhidmatan) kami terus bergerak ke pinggiran dan wilayah terjauh kalau tidak ada semangat kita bersama," pungkasnya.(afn/muhammadiyah/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Muhammadiyah
 
  Jusuf Kalla Sebut Pikiran Moderat Haedar Nashir Diperlukan Indonesia
  Tiga Hal yang Perlu Dipegang Penggerak Persyarikatan Setelah Muhammadiyah Berumur 111 Tahun
  106 Tahun Muhammadiyah Berdiri Tegak Tidak Berpolitik Praktis, Berpegang pada Khittah
  Siber Polri Tetapkan A.P Hasanuddin sebagai Tersangka Ujaran Kebencian terhadap Muhammadiyah
  Bukan Hanya Sang Pencerah, Kiai Dahlan juga Pembelok Arah Sejarah
 
ads1

  Berita Utama
Inilah 10 Kasus Korupsi Terbesar di Indonesia, Rugikan Negara Ratusan Triliun Rupiah

Buruh Tolak Tapera, Khawatir Dana Iuran Dikorup

6 General Manager UBPP LM PT Antam periode 2010-2021 Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Komoditi Emas 109 Ton

Jaksa Agung: Kerugian Negara Kasus Dugaan Korupsi Timah Tembus Rp 300 Triliun

 

ads2

  Berita Terkini
 
Muhammadiyah Konsisten Membela Palestina dari Dulu Hingga Kini

Inilah 10 Kasus Korupsi Terbesar di Indonesia, Rugikan Negara Ratusan Triliun Rupiah

Buruh Tolak Tapera, Khawatir Dana Iuran Dikorup

Kepala Otorita IKN Mendadak Mundur Jelang Upacara 17 Agustus

6 General Manager UBPP LM PT Antam periode 2010-2021 Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Komoditi Emas 109 Ton

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2