Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
OTT KPK
Tersangka Bowo Mengaku Disuruh Nusron Wahid Siapkan 400 Ribu Amplop Cap Jempol Serangan Fajar
2019-04-10 07:39:56
 

Tersangka Korupsi Bowo Sidik Pangarso dan Nusron Wahid politisi Partai Golkar.(Foto: twitter)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Arief Poyuono, Waketum Partai Gerindra yang juga sebagai Juru Bicara BPN Capres no urut 02 Prabowo - Sandi mengatakan, TKN mau minta bukit apalagi tentang penyiapan amplop putih berisi duit yang ada tanda jempolnya, ungkap Arief seraya menanggapi respon dari TKN 01 yang meminta bukti terkait amplop tersebut sebelumnya.

Sebagaimana diketahui, mantan politikus Golkar Bowo Sidik Pangarso anggota DPR RI dari fraksi Golkar tersebut jadi tersangka perkara dugaan suap antara PT Pupuk Indonesia dan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK), mengaku diperintahkan oleh rekannya yang di kubu TKN no urut 01, Nusron Wahid yang juga dikenal sebagai politisi partai Golkar terkait dugaan uang Rp 8 miliar yang disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya disuruh Nusron Wahid mengumpulkan uang untuk DPP," kata Bowo Sidik usai diperiksa penyidik, hari Selasa (9/4). Hanya saja, ia tak menjelaskan lebih detail dari pernyataannya tersebut. Tersangka Bowo langsung bergegas masuk ke dalam mobil tahanan.

Hal itu pun dibenarkan juga oleh pengacara Bowo, Saut Edward Rajagukguk. Bahkan, kata Saut, Nusron juga menyiapkan amplop sebanyak 600 ribu buah. Dengan demikian, total amplop yang disiapkan Nusron dan Bowo sebanyak satu juta amplop.

"Amplop mau dibagi ke Jawa Tengah atas perintah pimpinan dia pak Nusron Wahid. Pimpinan di pemenangan pemilu. Bappilu Jateng Kalimantan. Ini langsung disampaikan Bowo ke penyidik," kata Saut.

"Tuh, bener kan yang nyuruh Bowo Pangarso nyiapin amplop putih tanda cap jempol itu Menteri atau selevel Menteri yaitu kepala BNP2TKI Nusron Wahid, menurut pengakuan Bowo Pangarso ketika diperiksa KPK," cetus Arief Poyuono, Selasa (9/4).

"Gusti Allah Ora Turu ( Tuhan Tidak Tidur ) semua rencana kecurangan dalam Pilpres dengan serangan Fajar amplop putih di perlihatkan sama Tuhan," ungkap Poyuono.

Sementara, sambung Poyuono kalau mengambil ajaran Sri Krisna begini YATO DHARMA TATO JAYA " artinya: Kemenangan adalah dimana kebenaran akan berlaku mutlak.

"Ini sudah jelas Kemenangan yang Prabowo-Sandi yang membawa misi kebenaran dan keadilan tidak bisa dihalangi dengan amplop-amplop putih cap Jempol," kata Poyuono.

Maka itulah, sekarang tinggal Dewa Yama (Dewa Kematian) yaitu KPK memanggil Nusron Wahid yang menyuruh Bowo Pangarso memproduksi amplop-amplop putih berisi uang dari hasil Korupsi di BUMN.

"Dan Jangan berenti di Nusron aja dong mas Bowo Pangarso, buka aja siapa aktor utamanya. Saya percaya mas Bowo Pangarso itu sebenarnya orang baik dan jujur loh," turur Poyuono.

"Hayo Kang Ace (Juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily ) kumaha iye?.., bener ente ucapan abdi ..tentang kawannya Kang Ace si Bowo Pangarso," pungkas Arief Poyuono.(bh/mnd)



 
   Berita Terkait > OTT KPK
 
  Bupati Kutai Timur Ismunandar Beserta Istri Yang Menjabat Ketua DPRD Kena OTT dan Jadi Tersangka KPK
  KPK Tangkap Anggota PDIP Nyoman Dhamantra, 'Kado Istimewa' Saat Kongres PDIP
  KPK Geledah Lima Tempat Terkait Suap Gubernur Kepri
  KPK Tetapkan Gubernur Kepri Tersangka Dugaan Suap Proyek Reklamasi Pulau
  Gubernur Kepulauan Riau Bersama Rombongan Kena OTT KPK
 
ads1

  Berita Utama
Anis Byarwati: Gelontoran Dana Rp 20 Triliun Untuk Jiwasraya Mencederai Hati Rakyat

Banggar DPR Bersama Pemerintah Setujui RUU APBN TA 2021

KAMI Serukan Masyarakat Indonesia Turunkan Bendera Setengah Tiang Pada 30 September

Kaburnya Napi WNA China dari Lapas Tangerang Banyak Kejanggalan, Perlu Diinvestigasi Mendalam

 

ads2

  Berita Terkini
 
Anis Byarwati: Gelontoran Dana Rp 20 Triliun Untuk Jiwasraya Mencederai Hati Rakyat

Akmal Taher Mundur dari Ketua Bidang Kesehatan Satgas Covid-19

Banggar DPR Bersama Pemerintah Setujui RUU APBN TA 2021

Prahara Putusan Niaga No 211 di PN Jakpus

63 Tahapan Rekonstruksi Digelar, Polda Metro: Ada Adegan Tawar Menawar Aborsi Rp 2-5 Juta

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2