Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pidana    
DPO
Terpidana Abednego Buronan Kejari Samarinda, Diamankan Tim AMC Kejagung di Dompu NTB
2023-02-25 06:07:51
 

 
SAMARINDA, Berita HUKUM - Abednego Lohjaya, terpidana kasus persetubuhan anak di Samarinda yang menjadi buronan Kejaksaan Negeri Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) di tangkap Tim Adhyaksa Monitoring Center (AMC) Kejaksaan Agung RI di wilayah Karijawa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada, Rabu (22/2/2023) malam.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Samarinda Mohammad Mahdi, S.H, M.H, melalui Rilis Pers mengatakan bahwa informasi Tim AMC Kejagung RI informasi bahwa terpidana atas nama ABEDNEGO GEDE LOHJAYA telah diamankan oleh Tim AMC Kejaksaan RI, Rabu 22 Pebruari 2023.

"Penangkapan buronan berdasarkan surat permintaan dari Kajari Samarinda Nomor: R-28/Q.4.11/DSP.4/10/2018 tanggal 29 Oktober 2018 yang diteruskan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur dengan surat Nomor: 287/Q.4/DSP.3/10/2018 tanggal 31 Oktober 2018 perihal bantuan pemantauan/pengamanan atas nama terpidana ABEDNEGO GEDE LOHJAYA," ujar Mohammad Mahdi.

Dijelaskan Kasi Intel Mahdi bahwa, terdakwa Abednego Gede Lohjaya pada hari Kamis tanggal 22 Desember tahun 2016 sekira jam 22.00 Wita bertempat di Guest House Palm Garden Jalan Pahlawan Kota Samarinda dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya.

Bahwa perbuatan terdakwa Abednego Gede Lohjaya tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 81 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anaan.

Bahwa pada 26 Oktober 2017, Pengadilan Negeri Samarinda memutus atas nomor perkara 924/Pid.Sus/2017/PN Smr menyatakan terdakwa Abednego Gede Lohjaya, tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dalam dakwaan, membebaskan terdakwa dari semua dakwaan Penuntut Umum dan memerintahkan agar terdakwa dibebaskan dari tahanan segera setelah putusan diucapkan.

Terhadap vonis bebas Majelis Hakim, Jaksa Penuntut Umum mengajukan Permohonan Kasasi kepada Mahkamah Agung pada 31 Oktober 2017. Dan telah inkracht berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor: 573 K/PID. SUS/ 2018 tanggal 24 September 2018.

Amar putusan Kasasi menyatakan bahwa terdakwa terbukti melakukan tindak pidana persetubuhan sebagaimana Pasal 81 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan menjatuhkan pidana terhadap terdakwa selama 10 (sepuluh) tahun dan denda Rp. 1.000.000.000,- sub 3 (tiga) bulan kurungan tegas Mahdi.

"Pada saat Putusan Kasasi terbit telah diupayakan pelaksanaan eksekusi terhadap Terpidana, namun Terpidana sudah tidak berada di tempat tinggalnya (melarikan diri) sehingga Kejaksaan Negeri Samarinda mengajukan permintaan kepada Tim AMC untuk perihal bantuan pemantauan/pengamanan terhadap terdakwa," terang Mahdi.

Setelah Tim AMC Kejaksaan Agung RI dan DPO tiba di Bandara Internasional Pulau Lombok Kota Mataram, dijemput oleh Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Samarinda dan Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Mataram yang selanjutnya dilaksanakan serah terima DPO dari Tim AMC Kejaksaan Agung RI ke Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Samarinda.

"Demi untuk keamanan pelaksanaan eksekusi Terpidana / DPO atas nama Abednego Gede Lohjaya tetap dilakukan di Lapas Kelas IIA Kota Mataram yang mana diserahkan Tim Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Samarinda pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kota Mataram," tegas Kasi Intel Kejari Samarinda Mohammad Mahdi.(bh/gaj)



 
   Berita Terkait > DPO
 
  Tim Tabur Kejaksaan Tangkap DPO Kejati Kaltim, Terpidana Kasus Pertambangan
  Terpidana Abednego Buronan Kejari Samarinda, Diamankan Tim AMC Kejagung di Dompu NTB
  DPO Wicang Terpidana Kasus Sabu-Sabu di Samarinda Akhirnya Ditangkap
  Kejati Kalbar Berhasil Tangkap Buronan Kejari Pontianak
  DPO Kejati Papua Ditangkap di Bali
 
ads1

  Berita Utama
Inilah 10 Kasus Korupsi Terbesar di Indonesia, Rugikan Negara Ratusan Triliun Rupiah

Buruh Tolak Tapera, Khawatir Dana Iuran Dikorup

6 General Manager UBPP LM PT Antam periode 2010-2021 Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Komoditi Emas 109 Ton

Jaksa Agung: Kerugian Negara Kasus Dugaan Korupsi Timah Tembus Rp 300 Triliun

 

ads2

  Berita Terkini
 
Muhammadiyah Konsisten Membela Palestina dari Dulu Hingga Kini

Inilah 10 Kasus Korupsi Terbesar di Indonesia, Rugikan Negara Ratusan Triliun Rupiah

Buruh Tolak Tapera, Khawatir Dana Iuran Dikorup

Kepala Otorita IKN Mendadak Mundur Jelang Upacara 17 Agustus

6 General Manager UBPP LM PT Antam periode 2010-2021 Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Komoditi Emas 109 Ton

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2