Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
KPK
Tasdi Bupati Purbalingga Kader PDIP Kena OTT KPK
2018-06-05 05:22:08
 

Ilusttrasi. Tasdi, SH, MM (50th) Bupati Purbalingga.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah. Kali ini tim penindakan KPK dikabarkan menangkap tangan Bupati Purbalingga Tasdi (T) yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Purbalingga periode 2015 - 2020.

"Ada tim yang ditugaskan di Purbalingga, ada kepala daerah, pejabat daerah dan swasta," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Senin (4/6).

Febri menyebut dalam OTT tersebut tim penindakan KPK mengamankan sekitar 4 orang dan sejumlah uang. Namun belum diketahui pasti jumlah uang yang diamankan.

"Tadi saya dapat infonya, sekitar empat orang diamankan di sana dan sejumlah uang," tuturnya.

Febri mengatakan belum mengetahui pasti OTT Bupati Purbalingga ini terkait kasus apa. Keempat orang yang diciduk tersebut telah dibawa ke Polres Purbalingga untuk menjalani pemeriksaan awal.

Sementara, setelah ditangkap, Bupati Purbalingga Tasdi dibawa ke Mapolres Banyumas oleh rombongan petugas KPK.

Senin tengah malam (4/6) Bupati Tasdi tidak menginap. Namun, langsung diberangkatkan ke Jakarta.

Namun, Bupati Tasdi tidak dibawa menggunakan mobil menuju ibu kota. Mobil yang mengangkutnya justru mengarah ke stasiun Purwokerto, sekitar pukul 23.00 Wib.

Dari stasiun, Tasdi dibawa ke Jakarta menggunakan moda transportasi kereta api. Beberapa polisi bersenjata lengkap ikut mengawal perjalanan Tasdi dari mobil hingga naik kereta api.

Tasdi mengenakan kemeja lengan panjang agak gelap, serta bawahan cokelat. Nyaris tidak ada kalimat terlontar dari bibirnya.

Beberapa petugas KPK mengiringi perjalanannya sembari menenteng kantong plastik yang belum diketahui isinya.

Tasdi bersama rombongan dari KPK menumpang kereta api eksekutif Gajayana 7 menuju Jakarta.

Kereta Api Gajayana dijadwalkan berangkat dari Purwokerto pukul 23:24 Wib, dan tiba di stasiun Gambir pukul 24:27, atau sekitar 5 jam perjalanan.

Kereta ini berkelas eksekutif dengan harga Rp 330 ribu per seat.

Perjalanan Tasdi dan rombongan KPK yang dikawal polisi bersenjata ini sontak membuat heboh penumpang kereta api.

Tasdi resmi menjabat sebagai Bupati Purbalingga sejak 15 Februari 2016. Sebelum menjabat orang nomor satu di Purbalingga, Tasdi merupakan Ketua DPRD Purbalingga dua periode, 2004-2009 dan 2009-2014.

Selain itu, Tasdi juga sempat menjabat sebagai Wakil Bupati Purbalingga 2014-2015.(dbs/DAL/CNN/tribunnews/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > KPK
 
  Tasdi Bupati Purbalingga Kader PDIP Kena OTT KPK
  Fadli Zon Minta KPK Usut Kasus Besar
  KPK Diharap Tidak Buat Pernyataan Berpotensi Gaduh
  Imbauan Penundaan Penetapan Tersangka, Ketua DPR: Itu Tergantung Pemerintah
  JATAM Dukung KPK Berantas Korupsi Jelang Pilkada agar Rakyat Tidak Salah Pilih
 
ads

  Berita Utama
Melanggar Pasal, IPW: Komjen M Iriawan Lewati Batas Usia Tertinggi Pj Gubernur

Soal Penggalangan Dana Gerindra, PKS: Ide Kreatif dan Sesuai Generasi Milenial

Menanggapi Tudingan PDIP, Ketua DPP Partai Demokrat: Saat Ini Yang Panik PDIP

Anggota DPR RI PDIP Herman Hery Dilaporkan ke Polisi terkait Pengeroyokan

 

  Berita Terkini
 
KPPOD: Inspektorat Daerah Tidak Lakukan Pengawasan terhadap Netralitas ASN

Pendiri PKPI Tatto Sugiarto Pradjamanggala Wafat di Usia 80 Tahun

Ingin Melapor ke Menteri LHK? Bisa via Medsos Saja

Dirlantas PMJ Tengah Membahas Pemotor Masih Menerobos JLNT Casablanca

Pengamat: Kontroversi Komjen Pol Iriawan Bisa Jadi Faktor Kemenangan No Urut 3 Asyik

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2