Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Kesehatan
Siti Rizky Amalia: Konsep Gizi Seimbang Perlu Disosialisasikan
2019-10-31 21:52:40
 

Siti Risky Amalia Anggota DPRD Kaltim.(Foto: Istimewa)
 
SAMARINDA, Berita HUKUM - Pola makan 4 sehat 5 sempurna bukanlah lagi konsep yang dapat dijadikan acuan, sebab penelitian bidang gizi telah mengembangkan konsep pengetahuan baru yaitu gizi seimbang.

Hal tersebit dikatakan Siti Ruzky Amalia Anggota DPRD Kaltim ketika di konfirmasi wartawan baru baru ini.

Menurut Ruzky Amalia pemahaman tentang variasi pilihan menu makanan, seperti lauk, sayur, penggunaan gula dan garam serta minyak goreng dalam sehari dan kebutuhan air putih bagi tubuh minimal delapan gelas perhari serta olahraga.

Menurut Politikus PPP tersebut, mendorong pemerintah dalam membantu menggencarkan sosialisasi program pemberantasan Stunting, kesuksesan program tersebut juga bagian dari kepedulian orang tua dalam pola pikir dan pola asuh terhadap anak.

"Setidaknnya dimulai dari pengenalan bahwa stunting dengan ciri tubuh pendek merupakan gejala yang tidak boleh diremehkan, selain itu dalam pemberian asupan gizi terhadap anak tidak hanya sekedar asal kenyang tanpa memperhatikan variasi menu. Sehingga menyebabkan anak kekurangan gizi kronis dan berdampak pada kegagalan pertumbuhan seperti pertumbuhan otak dan perkembangan koginitif yang rendah," ujar Rizky Amalia.

Rizky Amalia juga mengimbau agar pengenalan stunting bisa diselipkan saat pemberian edukasi kepada calon pasangan yang akan menikah maupun pasangan muda yang baru saja menikah.

"Mendukung program pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan dalam Renstra 2020-2024 yang memasukkan materi stunting dalam pembahasan penting," ujar Rizky Amalia.

Ditambangkan Rizky Amalia bahwa embangunan sebuah daerah dan sebuah bangsa harus dimulai dari hal sederhana dan kecil yang selama ini terkesan diabaikan oleh sebagian masyarakat. Hilangkan pemahaman bahwa makan asal kenyang, apalagi bagi ibu hamil dan bayi hingga usia 2 tahun kemudian dilanjutkan dengan pola makan yang tetap memperhatikan unsur gizi, tegas Politisi PPP tersebut. (bh/gaj)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Kasus Kematian Corona Covid-19 Indonesia Tertinggi di Dunia

Polisi Ungkap 3 Kasus Penyebaran Hoax terkait Wabah Virus Covid-19

Gugus Tugas Covid-19: Penyemprotan Cairan Disinfektan Tidak Dianjurkan dengan Cara 'Fogging'

Pemerintah Harus Melarang Mudik dan Menerapkan Karantina Wilayah

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kementerian BUMN Berikan Bantuan APD Covid-19 ke RSU Adhyaksa

Gubernur Anies Imbau RT/RW dan PKK Aktif Mendata Serta Sosialisasi Warga dengan Risiko Tinggi Tertular COVID-19

PSSB Langsung Darurat Sipil, Ubedilah Badrun: Presiden Jokowi Bisa Langgar Konstitusi

Tidak Sepakat Kebijakan Pemerintah, Saleh Daulay: Yang Darurat Itu Kesehatan Masyarakat!

'Lockdown' di India Berubah Menjadi Tragedi Kemanusiaan

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2