Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    
Kementerian Pertanian
Sebaran Kartu Tani Jadi PR Bagi Kementan
2019-09-03 03:09:55
 

Ilustrasi. Kartu Tani.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Kartu Tani yang pertama kali diluncurkan pemerintah pada tahun 2016 dimaksudkan untuk mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan yang bertujuan untuk bagi kesejahteraa petani. Namun pada perjalanannya, capaian sebaran Kartu Tani masih sangat sedikit sekali. Hal ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah, terutama Kementerian Pertanian.

Demikian diungkapkan Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin saat mengikuti pertemuan Tim Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Panja Kartu Tani Komisi IV DPR RI dalam rangka pengawasan pelaksanaan kebijakan Kartu Tani di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (31/8).

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh jajaran Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Holding Pupuk Indonesia, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur dan Petani Penerima Kartu Tani.

"Jadi Kartu Tani ini dirancang agar penyaluran pupuk itu bisa tepat sasaran, tepat waktu dan tidak merembes ke mana-mana. Kalau kita melihat dari capaiannya baru 6 persen, tentu ini menjadi tantangan bagi Kementerian Pertanian. Bagaimana supaya ke depan, apakah setahun ke depan, ini bisa rampung semuanya gitu," terang politisi dapil Sulawesi Selatan II itu.

Andi menambahkan salah satu upaya memaksimalkan pemanfaatan Kartu Tani yaitu dengan memaksimalkan peran para penyuluh pertanian dalam mensosialisasikan Kartu Tani. Ia juga mengatakan, anggaran pendampingan bagi para penyuluh sudah ada di Badan SDM dan Litbang Kementan. "Supaya para penyuluh-penyuluh kita ini diberikan semangat insentif agar bisa memaksimalkan sosialisasi mengenai masalah Kartu Tani ini," tambah Andi.

Kalau petani tahu manfaat dan tujuan Kartu Tani, sambung Andi, petani akan sangat senang. Karena di kartu tersebut ada kepastian pupuk yang diterima dan yang beli harus dapat, kepastian jumlah dan ada kepastian waktu. Selama ini, sebelum terbitnya Kartu Tani, banyak sekali di daerah-daerah ditemui kelompok-kelompok tani mereka itu punya uang tapi tidak dapat pupuk. Hal itu dikarenakan pupuk ini banyak yang merembes ke sektor lain seperti perikanan maupun perkebunan.

Selain itu, Andi juga mengatakan dunia pertanian harus mengikuti juga teknologi informasi yang terus berkembang setiap harinya. Untuk itu ia menekankan agar pertanian juga sejalan dengan perkembangan teknologi demi tercipta sebuah sistem yang kuat, yang bagus, sehingga tidak ada lagi penyelewengan-penyelewengan pupuk di tingkat petani ataupun di tingkat kelompok tani.

"Oleh karena itu saya kira Komisi IV DPR RI bersama dengan PT. Pupuk Indonesia, Kementan dan juga Himbara bisa melakukan sosialisasi yang terus-menerus kepada kelompok tani dan pada petani, sehingga nanti ke depannya petani kita juga selain mengambil pupuk, bisa menggunakan Kartu Tani untuk menabung, bahkan untuk mengambil pinjaman untuk usaha tani," pungkas politisi F-PKS ini.(es/sf/DPR/bh/sya)






 
   Berita Terkait > Kementerian Pertanian
 
  DPR RI: Kinerja Mentan Amran Terbaik
  Sebaran Kartu Tani Jadi PR Bagi Kementan
  Forum Kerjasama Agribisnis Indonesia-Singapura Tingkatkan Ekspor Hortikuktura
  Kementan dan Polri Tingkatkan Sinergitas Guna Perketat Pengawasan
  Akselerasi Ekspor, Menteri Amran Percepat Pengurusan Izin dari 13 Hari Menjadi 3 Jam
 
ads1

  Berita Utama
Mafia Pangan Harus Diberantas

Ketum Anis Matta Sebut Partai Gelora Adalah Partai Islam dan Nasionalis

Rio Capella Sebut NasDem Restoran Politik, Zulfan Lindan: Dia Tidak Waras!

Bedah Kasus Unggahan Ade Armando, 'Meme Joker' Gubernur DKI Anies Baswedan

 

ads2

  Berita Terkini
 
Jelang Munas X Partai Golkar, Bamsoet Cooling Down agar Pendukungnya Tak Digeser dan Disingkirkan

3 Orang ASN Pesta Narkoba Diciduk Tim Polres Bone Bolango

Legislator Nilai Ranking Alutsista Indonesia Menurun

Kaji Ulang Diksi Radikalisme

Mafia Pangan Harus Diberantas

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2