Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
Memalukan, Pemerintah Tak Mampu Bangun Gudang Penyimpanan BBM
JAKARTA, Berita HUKUM - International Energy Agency (IEA) mensyaratkan kepada semua negara yang menj

Setelah Kopi Darat Bertiga, Mahfud MD Berjanji Melakukan Advokasi untuk Yulianis
JAKARTA, Berita HUKUM - Mantan bendahara M Nazaruddin, yakni Yulianis yang memiliki akun twitter @yu

KPK Tetapkan Gatot Gubernur Sumut Tersangka Suap Hakim PTUN Medan
JAKARTA, Berita HUKUM - Dalam pengembangan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi suap terk

Lanud Halim Perdanakusuma Gelar Peringatan Hari Bakti TNI AU ke-68
JAKARTA, Berita HUKUM - Komandan Wing 1 Paskhas Kolonel Pas Anis Nurwahyudi bertindak selaku inspekt

Pejabat Kehakiman Filipina Temui Kejagung Bahas Nasib Mary Jane
JAKARTA, Berita HUKUM - Pejabat Departemen Kehakiman Kementerian Luar Negeri Filipina menemui Jaksa

Tiga Prajurit Marinir Berhasil Meringkus Pelaku Penipuan
SURABAYA, Berita HUKUM - Aksi Tiga prajurit Marinir dari Batalyon Infanteri 5 Pasmar 1 Surabaya Kopd

Bukan Hanya Jerat dan Peluru yang Membuat Harimau Punah
JAKARTA, Berita HUKUM - Hari ini adalah perayaan hari harimau sedunia, demi meningkatkan kepedulian

Kedua Kubu Partai Golkar Sepakat, Rekomendasi Calon Kepala Daerah Hanya dari Tim Sepuluh
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Tim Sepuluh Penjaringan Calon Kepala Daerah dari Partai Golkar, MS Hid

   

  Berita Terkini >>
   
Memalukan, Pemerintah Tak Mampu Bangun Gudang Penyimpanan BBM
Setelah Kopi Darat Bertiga, Mahfud MD Berjanji Melakukan Advokasi untuk Yulianis
KPK Tetapkan Gatot Gubernur Sumut Tersangka Suap Hakim PTUN Medan
Lanud Halim Perdanakusuma Gelar Peringatan Hari Bakti TNI AU ke-68
Pejabat Kehakiman Filipina Temui Kejagung Bahas Nasib Mary Jane
Tiga Prajurit Marinir Berhasil Meringkus Pelaku Penipuan

Untitled Document



  Berita Utama >
   
Memalukan, Pemerintah Tak Mampu Bangun Gudang Penyimpanan BBM
Setelah Kopi Darat Bertiga, Mahfud MD Berjanji Melakukan Advokasi untuk Yulianis
KPK Tetapkan Gatot Gubernur Sumut Tersangka Suap Hakim PTUN Medan
Pejabat Kehakiman Filipina Temui Kejagung Bahas Nasib Mary Jane
Kedua Kubu Partai Golkar Sepakat, Rekomendasi Calon Kepala Daerah Hanya dari Tim Sepuluh
OJK Beri Edukasi Keuangan Bagi Masyarakat dan UMKM di Gorontalo

SPONSOR & PARTNERS



















Legislatif    
 
UU Advokat
RUU Advokat untuk Pencegahan Malpraktik Advokat
Thursday 17 Jan 2013 22:36:22
 
Dimyati Natakusumah saat menyampaikan paparannya.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Dalam rangka membahas Revisi Undang-Undang No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat, Badan legislasi DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), di Gedung Nusantara I DPR RI, Rabu (16/1).

Adanya wadah tunggal atau suatu sistem sertifikasi profesi, dengan standardisasi memang harus jelas dan tidak bisa dimonopoli. “Memang persoalan pada organisasi yang tidak dicantumkan secara nyata definitif ini selalu ada konflik kepentingan. Permasalahan inilah yang harus kita selesaikan dengan perubahan.” ujar Dimyati Natakusumah saat memimpin rapat.

“Ini juga yang kami harap dari Peradi untuk memberi masukan, misalnya ada asosiasi ada konsil, yang merekrut dan mempunyai anggota adalah asosiasi. Konsil ini yang melatih dan membuat standardisasi , sehingga tidak ada malpraktek.. biasanya di daerah banyak terjadi hal demikian” ujar Dimyati

Anggota Baleg dari Komisi IX Endang Agustini Syarwan juga menegaskan mengenai Malpraktik. Komisi IX yang membidangi masalah kesehatan ini banyak menerima pengaduan kasus Malpraktik dokter. “Harus dipikirkan bagaimana memposisikan peran advokat, misalnya di Kementerian Kesehatan itu ada konsil kedokteran Indonnesia dan juga ada Ikatan Doktert Indonesia (IDI), karena dokter mengurusi kesehatan tentu mempunyai peraturan yang begitu ketat” jelas Endang

Terkait dengan persiapan Asian Free Trade, dokter juga mengalami hal yang sama, demikian pula dengan produk obat-obatan dan jamu, semua mengalami permasalahan yang sama. “Bagaimana mensinergikan ini, di mana ujungnya ke hukum," ungkapnya.

Dia juga mempertanyakan bagaimana cara meningkatkan kompetensi, apakah ada uji kompetensi secara berkala?” ungkap Endang. Dia juga menegaskan masih kuatnya unsur like-dislike pada peran penyidik, hakim, para penegak hukum karenanya memerlukan formula yang pas dan sangat kuat dalam menjalankan kepentingan pelayanan hukum.

Sebelumnya, Baleg telah menggelar RDPU dengan mengundang Kongres Advokat Indonesia (KAI) dan Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin).(ray/dpr/bhc/rby)


Bookmark and Share

   Berita Terkait

 
 
   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com