Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Populisme
Putin Klaim Liberalisme 'Sudah Usang' dan Puji Kebangkitan Populisme
2019-06-30 10:10:42
 

Putin memuji kebangkitan populisme di Eropa dan Amerika, dengan mengatakan gagasan seperti multikulturalisme "tidak lagi dapat dipertahankan".(Foto: MIKHAIL SVETLOV/GETTY)
 
RUSIA, Berita HUKUM - Vladimir Putin mengatakan bahwa liberalisme "sudah usang" dalam sebuah wawancara sebelum dia berangkat menghadiri KTT G20 di Jepang.

Presiden Rusia itu mengatakan ideologi yang menyokong demokrasi Barat selama beberapa dekade terakhir telah "melampaui tujuannya".

Dia juga memuji kebangkitan populisme di Eropa dan Amerika, dengan mengatakan gagasan seperti multikulturalisme "tidak lagi dapat dipertahankan".

Komentarnya itu muncul dalam wawancara dirinya dengan Financial Times

Hasil wawancaranya itu diterbitkan ketika para pemimpin dunia memulai pembicaraan tentang perdagangan dan keamanan di Jepang.

"(Liberalisme) tidak bisa begitu saja mendikte apa pun atau kepada siapa pun," kata Putin, yang sedang menjabat sebagai presiden selama hampir dua dekade.

Dia menambahkan bahwa liberalisme bertentangan dengan "kepentingan mayoritas penduduk," dengan mengambil contoh apa yang dilakukan Kanselir Jerman Angela Merkel karena membiarkan membanjirnya migran untuk menetap di Jerman.

"Gagasan liberal ini mengandaikan bahwa tidak ada yang perlu dilakukan. Adanya kasus pengungsi melakukan pembunuhan, menjarah dan memperkosa dengan bebas, karena hak-hak mereka sebagai migran harus dilindungi."

KTT G20.Hak atas fotoAFP
Image captionVladimir Putin mengatakan bahwa liberalisme "sudah usang" dalam sebuah wawancara sebelum dia berangkat menghadiri KTT G20 di Jepang.



Putin, yang kini berusia 66 tahun, juga mengatakan bahwa Rusia "tidak memiliki masalah dengan orang-orang LGBT ... tetapi beberapa hal (terkait keberadaan LGBT) terlihat terlalu berlebihan bagi kami".

"Mereka mengklaim bahwa saat ini anak-anak dapat memainkan lima atau enam peran gender," lanjutnya.

"Biarkan semua orang bahagia, kita tidak punya masalah dengan itu. Tapi ini (LGBT) tidak boleh dibiarkan membayangi budaya, tradisi dan nilai-nilai keluarga tradisional jutaan orang yang membentuk populasi inti."

Selain komentar tentang liberalisme, Putin juga memuji Presiden AS Donald Trump yang disebutnya sebagai "orang berbakat" yang tahu bagaimana berhubungan dengan para pemilih.

Namun pemimpin Rusia itu juga mengatakan unilateralisme Amerika sebagian harus disalahkan terkait adanya perang dagang yang tengah berlangsung antara Cina dan AS, dan ketegangan dengan Iran di Selat Hormuz.

Tetapi Presiden Uni Eropa, Donald Tusk, mengecam Putin pada Jumat, dengan mengatakan kepada wartawan bahwa dia "sangat (tidak setuju)" dengan sentimen Putin tentang liberalisme.

"Siapa pun yang mengklaim bahwa demokrasi liberal sudah usang, dia juga mengklaim bahwa kebebasan sudah usang, bahwa aturan hukum sudah usang dan bahwa hak asasi manusia sudah usang," kata Tusk.

"Apa yang benar-benar saya temukan sudah usang adalah otoritarianisme, pemujaan berlebihan pada sosok tertentu, praktik oligarki, bahkan jika nilai-nilai itu terkadang tampak efektif," tambahnya.(BBC/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Populisme
 
  Putin Klaim Liberalisme 'Sudah Usang' dan Puji Kebangkitan Populisme
 
ads

  Berita Utama
AJI Jakarta Kecam Kekerasan dan Intimidasi Polisi terhadap Jurnalis Meliput Demo di DPR

Pemindahan Ibu Kota Butuh Kajian Mendalam

PAN Siap Ikuti Langkah PKS sebagai Oposisi

Pelaku Penganiyaan Wartawan Media Online Divonis 1 Bulan Penjara

 

  Berita Terkini
 
Komisi V Pertanyakan Kajian Pemerintah Terkait Pemindahan Ibu Kota

Diduga Rampas Kemerdekaan, Komunitas Jurnalis Riau Menyatakan Sikap Serta Laporkan Kejari dan Kejati Riau Kepada Kejagung RI

Presiden KSPI Akan Adukan Permasalahan ANTARA ke Presiden Jokowi, ITUC, dan ILO

Kebijakan Direksi ANTARA Dituding Sudah Melawan Nilai-Nilai Pancasila

AJI Jakarta Kecam Kekerasan dan Intimidasi Polisi terhadap Jurnalis Meliput Demo di DPR

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2