Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Bentrokan
Polisi Waspadai Bentrok Susulan di Nabire
Tuesday 16 Jul 2013 09:23:42
 

Bentrokan berdarah saat pertandingan Tinju di Nabire Papua.(Foto: @infos140)
 
PAPUA, Berita HUKUM - Bentrokan berdarah di saat pertandingan olah raga Tinju sangat memilukan, Polisi mengatakan telah memeriksa 13 orang saksi terkait insiden kerusuhan dalam pertandingan tinju yang menyebabkan setidaknya 17 orang tewas di Nabire, Papua.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol I Gede Sumerta Jaya mengatakan sejauh ini belum ada orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

"Sudah ada 13 orang dari panitia dan penonton yang dimintai keterangan sebagai saksi mungkin sebentar lagi jumlahnya akan bertambah," kata Sumerta kepada Wartawan BBC Indonesia, Andreas Nugroho.

Dia mengatakan insiden diawali dengan adanya pertikaian diantara dua pendukung petinju yang bertanding memperebutkan piala bupati.

Pertikaian ini kemudian memicu kepanikan sekitar seribu penonton yang memadati Gedung Olahraga di kota itu.

"Korban tewas kebanyakan karena terinjak dan terjepit saat panik berebut keluar."
Sumerta menjelaskan penonton yang memadati GOR tersebut mencapai lebih dari seribu orang sementara petugas keamanan yang terdiri dari TNI dan Polri berjumlah 85 orang.

Peningkatan Keamanan

Pasca kejadian Kepolisian daerah Papua terus meningkatkan pengamanan pasca kejadian tersebut dan berupaya menghindari bentrok susulan pasca insiden ini. "Kapolda (Inspektur Jenderal Tito Karnavian) langsung datang ke Nabire tadi pagi dan melakukan rapat dengan sejumlah tokoh adat dan agama, sejauh ini kondisi sudah bisa dikendalikan," jelas Sumerta.

"Ini kan ada korban masalahnya, korban dari berbagai suku kalau di Papua ini bisa berlanjut ke perang suku, nah ini yang kita hindari."

Polisi mengatakan dari 17 orang yang tewas, 12 orang diantaranya adalah penonton perempuan. Sementara itu 38 orang yang mengalami luka-luka dirawat di RSUD Nabire.

Kasus kerusuhan penonton pertunjukan olahraga yang berujung jatuhnya korban jiwa beberapa kali di Indonesia. Pada tahun 2011 lalu dua penonton sepakbola tewas saat berdesakan menyaksikan pertandingan final sepakbola Sea Games yang mempertemukan Indonesia dengan Malaysia di Stadion Gelora Bung Karno.

Sementara tahun lalu ada tiga penonton tewas saat menyaksikan pertandingan antara Persija melawan Persib Bandung akibat dikeroyok pendukung lawan.

Kasus tewasnya tujuh belas orang penonton tinju di Nabire merupakan peristiwa terburuk penyelenggaraan olahraga di Indonesia dalam kurun waktu setidaknya lima tahun terakhir.

Terkait kejadian ini, Presiden SBY dalam akun media sosialnya Twitter S. B. Yudhoyono ‏@SBYudhoyono memberikan tanggapan:

"Kita berduka, 18 penonton tinju tewas di Papua. Saya sudah instruksikan Polri utk tangani secara tuntas. Yg salah mesti diberi sangsi".

"Pertunjukan yg menghadirkan banyak penonton, pengamanan harus baik. Polri awasi ijinnya & berikan pengamanan. Jangan terulang". (bbc/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Bentrokan
 
  Danramil 02 Adonara Memfasilitasi Perdamaian Perang Antar Suku yang Menewaskan 6 Orang
  Danramil 02 Adonara: Bentrokan Antar Suku di Desa Sandosi Situasi Kini Kondusif Aman Terkendali
  Bentrokan Antara 2 Suku di Adonara, 6 Orang Tewas
  2 Hari Bentrok Antarwarga Adonara Tengah di Flores Timur, 1 Tewas dan 3 Luka-luka
  Bentrok Kembali Terjadi di Buton, 2 Warga Tewas 8 Luka-luka dan 87 Rumah Terbakar
 
ads1

  Berita Utama
Para Tokoh Bangsa Deklarasikan Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI)

Besok!! Ganjil Genap Kembali Berlaku, Polda Metro: Penindakan atau Tilang Mulai 6 Agustus 2020

Buronan Djoko Tjandra Akhirnya Ditangkap Bareskrim Polri di Malaysia

Polri Berhasil Gagalkan Peredaran 200 Kg Sabu Jaringan Internasional

 

ads2

  Berita Terkini
 
Komplotan Penggasak Duit di ATM Ditangkap, Polisi: Pelaku Belajar dari Medsos

Polri Harus Usut Oknum Imigrasi yang Bantu Djoko Tjandra

Vaksin Covid-19 dari China Harus Aman dan Transparan

Pertanyakan Tindak Lanjut Kasus Pemukulan Anggotanya, Ketum KPMP Datangi Polres Metro Bekasi

Polisi Sita 131 Kg Sabu dan 160 Kg Ganja Hasil Ungkap Jaringan Narkoba Sumatera-Jawa

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2