Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Buruh Migran
Polisi Tangkap Nurbaety Pelaku TPPO Pekerja Migran, Bukti Kolaborasi Sikat Sindikat
2021-09-27 19:52:41
 

Kepala BP2MI Benny Rhamdani didampingi dua Deputi BP2MI dan personel Polda Jawa Barat saat konferensi pers.(Foto: BH /amp)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengapresiasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam hal ini Polda Jawa Barat berhasil menangkap Nurbaety, pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) pekerja migran Indonesia (PMI).

"Atas nama Kepala BP2MI dan seluruh jajaran BP2MI menyampaikan hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran Polda Jawa Barat, pak Kapolda, dan pak Kapolri, yang tegak lurus dalam hal penegakan hukum," kata Benny dalam konferensi pers di Kantor Pusat BP2MI, Jakarta, Senin (27/9).

Benny mengungkapkan, Nurbaety ditangkap di wilayah Bogor pada Minggu, 26 September 2021.

"Saat ini (Nurbaety) sedang ditangani oleh Polda Jawa Barat untuk proses hukum lebih lanjut," jelas Benny.

Menurut Benny, penangkapan ini hasil kolaborasi dan kerja sama dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

"Hasil kolaborasi BP2MI dan penegak hukum, membuktikan bahwa negara tidak boleh kalah dengan mafia sindikat," cetus Benny.

Ia menjelaskan Nurbaety merupakan pelaku TPPO yang pernah digerebek oleh BP2MI atas kasus penempatan PMI secara non prosedural. Nurbaety diduga pelaku utama pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) bernama Kurniasari secara ilegal ke Erbil, Irak.

"(Nurbaety) dianggap terbukti melakukan tindak kejahatan melanggar pasal 4 juncto 10 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang TPPO atau pasal 81 UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia," ujar Benny.

Disampaikan Benny, dalam melakukan penempatan PMI, Nurbaety bekerja sama dengan PT Nurbarokah Pratama Cirebon. Belakangan, perusahaan P3MI tersebut diketahui tidak memiliki surat izin P3MI.

Selain itu, calon PMI (CPMI) bernama Ina yang berasal dari penampungan yang dikelola Nurbaety di Majalengka, kabur pada April 2021. Ina melaporkan dugaan TPPO kepada BP2MI.

"Ditindaklanjuti dengan melakukan sidak. Dalam sidak tersebut telah tertangkap tangan (anak buah Nurbaety) Dewi dan Nukyi," terangnya.

Dalam kasus itu, polisi mendapati 4 CPMI yang akan diberangkatkan oleh Nurbaety secara ilegal.(bh/amp)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
PPKM Level 3 Batal Diterapkan di Semua Daerah Saat Natal-Tahun Baru

Pemotongan Anggaran MPR,Terkesan Upaya Systematis Mendegradasi Peran MPR Sebagai Lembaga Tinggi Negara

MK Putuskan UU Cipta Kerja Inkonstitusional Bersyarat, Wakil Ketua MPR: Ini Koreksi Keras atas Pembuatan Legislasi

Kapolda Metro: Jangan Pernah Lelah Menyelamatkan Masyarakat dari Bahaya Narkoba

 

ads2

  Berita Terkini
 
Mengutip Bung Hatta, Gatot Nurmantyo Ingatkan Demokrasi Bangsa Kini Perlahan Lenyap

Achsanul Qosasi: Krakatau Steel Hadapi Masalah Sulit Akibat Miss-Invest Atas Keinginan yang Muluk

Sidang Kasus Korupsi Rp 4,5 Milyar Royalti Batu Bara CV JAR dengan Terdakwa Hartono

BP2MI Teken MoU Kolaborasi dengan 16 Pemda dan 10 Institusi Lintas Sektor

Memasuki Usia ke-103 tahun, Madrasah Mu'allimin Siap Go International

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2