Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Jakarta
Pengemis Tajir Terjaring Sudinsos Jakpus Membawa Uang Rp23 Juta
2017-11-14 23:05:54
 

 
JAKARTA, Berita HUKUM - Kepala Subbagian Tata Usaha Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya (PSBIBD) 1, Rinawati memastikan akan memulangkan Sri Haryati (50), pengemis tajir yang terjaring petugas Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), kawasan Kramat Sentiong, Jakarta Pusat pada Minggu (12/11) lalu.

Rina mengatakan, Sri akan mendapatkan bimbingan terlebih dahulu di panti sebelum dipulangkan. "Di sini selama 21 hari. Setelah itu mau dipulangkan ke kampung halamannya," kata Rina di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya (PSBIBD) 1, Kedoya, Jakarta Barat, Selasa (14/11).

Sebenarnya, itu bukan kali pertama Sri datang ke Jakarta, sejak muda Sri sudah bekerja menjadi pembantu rumah tangga (PRT) selama puluhan tahun. Terakhir, Sri bekerja menjadi pembantu di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur dua tahun lalu. Kemudian Sri kembali ke kampung halamannya di Solo.

Dua tahun menganggur, Sri kembali ke Jakarta. "Dari muda bolak-balik ke Jakarta. Puluhan tahun kerja jadi pembantu. Dua tahun di rumah, pengen kerja lagi, jadi nekat ke Jakarta," tuturnya.

Sebenarnya kehidupan Sri di desanya cukup nyaman. Sri memiliki tabungan sekitar Rp20 juta hasil tabungannya bekerja selama ini. Selain itu, Sri yang tidak pernah menikah itu juga memiliki dua petak sawah yang diurus oleh saudaranya. Dari sawah tersebut, Sri mendapatkan jatah beras tiap kali panen.

Selama di desanya, Sri setiap hari mencari kayu bakar di hutan dan mencari sayuran untuk makan sehari-hari.

"Setiap hari ya mencari kayu bakar sama sayuran buat makan setiap hari. Punya sawah tapi digarap saudara. Saya hanya dapat jatah beras setiap panen," ucapnya.

Di Jakarta, karena tidak memiliki sanak saudara dan tempat tinggal sebagai tujuan akhirnya hidup menggelandang. Butuh penghidupan, Sri akhirnya memutuskan untuk mengemis. Namun baru empat hari menjadi pengemis, Sri keburu kejaring petugas Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat.

Saat dijangkau petugas Sudinsos Jakpus, Sri diketahui membawa uang berjumlah Rp22.750.000 ditambah recehan Rp313.900 sehingga totalnya Rp23.063.900. Selain itu, Sri juga kedapatan membawa barang berharga berupa emas.

Namun Sri membantah semua uang tersebut hasil dari mengemis. Sri mengaku membawa bekal uang dari rumahnya sekitar Rp20.700.000 yang ditempatkan di dalam kain sarung yang meruapkan tabungannya selama ini.(bh/as)



 

 
   Berita Terkait > Jakarta
 
  Underpass Mampang Cukup Lancar, Hanya Saja Underpass Matraman Perlu Kajian Lagi
  Sejumlah Hotel dan Tempat Hiburan di Kelapa Gading Diduga Sarang Prostitusi Terselubung
  PPSU Kelurahan Kapuk Muara, Lomba Taman Pelangi
  Ratusan Orangtua Pemegang KJP Protes Ke PD Pasar Jaya Sindang, Koja Jakarta
  Lurah Kapuk Muara dan Warga Bersama Giat Menata Taman Pelangi
 
ads

  Berita Utama
Ditlantas PMJ, POM TNI dan Dishub Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat 'Patuh Jaya 2018'

Ketua DPR Minta Ombudsman Buka Temuan TKA Serbu Kendari

Sopir Grab Car Merampok Bawa 2 Rekan Sekap Korban dari Jok Belakang

Polri Tidak Larang Hastag #2019GantiPresiden

 

  Berita Terkini
 
Ditlantas PMJ, POM TNI dan Dishub Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat 'Patuh Jaya 2018'

Ketua DPR Minta Ombudsman Buka Temuan TKA Serbu Kendari

Survei IDM: Elektabilitas Pasangan Sudrajat - Ahmad Syaikhu Mulai Menonjol

Pembelaan Rocky Gerung Soal Kitab Suci Fiksi: Apa yang Saya Nistain? Siapa Tersangkanya?

Sopir Grab Car Merampok Bawa 2 Rekan Sekap Korban dari Jok Belakang

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2