Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
Ada 40 Fakta Menarik Tentang Emas
JAKARTA, Berita HUKUM - Emas adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Au (bahasa

Peluncurkan Buku 'TNI dan Air Asia QZ-8501' dan Peresmian Museum Media Penerangan TNI
JAKARTA, Berita HUKUM - Panglima TNI Jenderal Moeldoko meluncurkan buku "TNI dan AirAsia QZ-8501: Ha

Duo Serigala: Semuanya Asli ini, Belum Ada yang di Operasi
JAKARTA, Berita HUKUM - Artis Pamela Safitri dan Ovi Sovianti, personel grup dangdut Duo Serigala ya

Legislator Sepakat Stop Kirim PRT ke Timur Tengah
JAKARTA, Berita HUKUM - Anggota Komisi IX DPR Hamid Noor Yasin menyatakan sepakat penghentian pengir

Panglima TNI Resmikan Museum Media Penerangan TNI
JAKARTA, Berita HUKUM - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko didampingi Kasal Laksamana TNI Ade Su

KPK Luncurkan Zona Sahabat Pemberani di Taman Pintar Yogyakarta
YOGYAKARTA, Berita HUKUM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan berbagai upaya menumbu

Menyingkap Tabir Pendidikan, Film Jangan Tutup Sekolah Kami
JAKARTA, Berita HUKUM - Film dokumenter Jangan Tutup Sekolah Kami diproduksi oleh tiga sineas muda y

Organisasi Baru Kemenko Polhukam, Jumlah Deputi Tetap 7, Staf Ahli Berkurang Jadi 5
JAKARTA, Berita HUKUM - Sehubungan dengan telah ditetapkannya pembentukan Kementerian Kabinet Kerja

   

  Berita Terkini >>
   
Ada 40 Fakta Menarik Tentang Emas
Peluncurkan Buku 'TNI dan Air Asia QZ-8501' dan Peresmian Museum Media Penerangan TNI
Duo Serigala: Semuanya Asli ini, Belum Ada yang di Operasi
Legislator Sepakat Stop Kirim PRT ke Timur Tengah
Panglima TNI Resmikan Museum Media Penerangan TNI
KPK Luncurkan Zona Sahabat Pemberani di Taman Pintar Yogyakarta

Untitled Document



  Berita Utama >
   
Peluncurkan Buku 'TNI dan Air Asia QZ-8501' dan Peresmian Museum Media Penerangan TNI
Menyingkap Tabir Pendidikan, Film Jangan Tutup Sekolah Kami
Mayjen (Purn) Moerwanto: Penahanan Saya Bentuk Pembunuhan Karakter & Rekayasa Hukum
Golkar Kubu Agung: Senin Besok Rencananya akan Membawa Saksi 'Ahli Bahasa'
Polres Langsa Amankan 11 Truck Kayu Ilegal, Diduga Oknum Dishut Terlibat
FPBI: Saatnya Buruh Ciptakan Parpol Sendiri, Jangan Hanya Andalkan Demonstrasi dan Mogok Kerja

SPONSOR & PARTNERS



















White Crime    
 
Kasus Import Daging
Pengacara Temui LHI Bahas Anak Ketua Dewan Syuro PKS
Friday 15 Feb 2013 15:38:13
 
Pengacara Luthfi Hasan Ishaaq (LHI), M Assegaf saat diwawancarai para wartawan, Jum'at (15/2).(Foto: BeritaHUKUM.com/din)
JAKARTA, Berita HUKUM - Muhammad Assegaf, pengacara Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) menemui kliennya untuk membahas hubungannya dengan Ridwan Hakim, anak ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Selaku pengacara, ia akan menanyakan pada Luthfi terkait hubungannya dengan Ridwan, sehingga Ridwan ikut dicekal dalam kasus ini. Ridwan Hakim, Putera keempat Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin pergi ke luar negeri sehari sebelum dicegah KPK.

Saat ini Assegaf mengaku tidak tahu asal muasal keterkaitan Ridwan dengan kasus yang menjerat kliennya itu. "Saya tidak tahu sama sekali masalah pencekalan, kita tidak punya pengetahuan apapun. Klien kami hanya ada beberapa nama yang sering disebut, seperti Ahmad Fathanah. Nama ini (Ridwan) baru muncul," katanya saat akan meminta izin ke kantor KPK untuk mendatangi kliennya di Rutan Guntur.

Itu sebabnya, katanya, ia akan meminta penjelasan pada Luthfi bahwa Ridwan dikaitkan dengan dirinya. Berita-berita yang berkembang belakangan ini yang membuatnya ingin mengetahui siapa dan apa peran Ridwan. "Kami akan beritahu pak Luthfi. Saya tidak pernah berhubungan dengan pak Helmi atau orang ini (Ridwan). Berita ini (dicekalnya Ridwan karena kasus impor daging) mendorong kita untuk bertemu. Saya tanyakan sejauh apa pengetahuan pak Lutfi," ujarnya.

Sebelumnya, ia menjelaskan bahwa agar media jangan mengambil kesimpulan terlebih dulu bahwa Ridwan dikatakan melarikan diri. "Janganlah disebut kabur dulu. Bisa jadi memang dia lagi jalan-jalan dan bertepatan dengan kasus ini," ungkapnya.

Namun, tambahnya, tidak menutup kemungkinan tim penyidik KPK yang telat mengirimkan surat pencegahan ke luar negeri ke Ditjen Imgirasi Kemenkum HAM. Seperti diberitakan, Ridwan meninggalkan Indonesia menuju Turki pada 7 Februari 2013 atau sehari sebelum surat pencekalan KPK yakni 8 Februari 2013. Ridwan diketahui menggunakan pesawat Turkies Airlines dengan nomor penerbangan TK67 pada Kamis tanggal 7 Februari 2013 pukul 18:49 WIB melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.(bhc/din)


Bookmark and Share

   Berita Terkait Kasus Import Daging

MA Tambah Hukuman Luthfi Hasan Ishaaq Jadi 18 Tahun
Suap Import Daging, Maria Elizabeth Divonis 2 Tahun 3 Bulan Penjara
Suap LHI, Maria Elizabeth Liman Dituntut 4,5 Tahun Bui
Kasus Suap Impor Daging, KPK Tahan Maria Elisabeth Liman
Luthfi Hasan Ishaaq Divonis 16 Tahun Penjara
Jelang Vonis, Luthfi: Saya Hanya Berharap yang di Atas
 
 
   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com