Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Pemuda Muhammadiyah
Pemuda Muhammadiyah Tantang Sandiaga Uno Hadirkan Perubahan Ekonomi
2018-09-16 05:00:25
 

 
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan bahwa masalah utama ekonomi bangsa Indonesia sama dengan masalah utama yang sedang melanda politik bangsa Indonesia dewasa ini, yakni minimnya integritas.

"Masalah kita sekarang ini bukan hanya sekedar masalah teknis ekonomi, bukan hal-hal yang sifatnya teknokrasi, tetapi sesungguhnya masalah utama kita atas bangsa dan negara ini terkait dengan ekonomi adalah kepemimpinan ekonomi yang miskin integritas," ujar Dahnil selepas melayani makan siang gratis para dhuafa di sekitar Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, Jum'at (14/9).

Menemani calon wakil presiden Sandiaga Uno yang datang berkunjung ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan melakukan shalat jum'at di masjid At Taqwa PP Muhammadiyah Jakarta, Dahnil menjelaskan bahwa integritas yang dimaksud adalah komitmen terhadap keberpihakan ekonomi kepada rakyat sekaligus melawan para mafia yang bermain di balik masalah-masalah ekonomi bangsa.

"Dari dulu, setiap oposisi dalam posisi melawan petahana, kalimatnya akan selalu sama. Misalnya 'lawan impor!'. Calon Presiden dulu ngomong begitu, sekarang Mas Sandi juga bilang begitu. Jadi itu kalimat wajar saja. Tapi ada satu. Sebenarnya bukan diksi 'lawan impornya', tetapi sejauh mana calon pemimpin itu punya integritas untuk melawan bandit politik yang ada di belakang mafia-mafia politik. Nah, Mas Sandi sanggup nggak untuk itu?," tanya Dahnil menantang.

"Jadi yang saya tagih tentu berani nggak melawan itu? Punya integritas nggak untuk melawan itu? Kalau sekedar teknis-teknis ekonomi, penyebab ekonomi, di kampus, saya dosen ekonomi kebijakan public. Semua tahu, Mas Sandi juga punya latar belakang keuangan. Beliau bisa menjelaskan dua hari dua malam untuk itu. Tetapi masalahnya berani ndak untuk itu?" imbuh Dahnil.

Berkenaan dengan kunjungan Sandiaga Uno kepada PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil menyampaikan terimakasih dan menegaskan tidak ada kaitannya sama sekali dengan agenda politik praktis 2019.

"Pertama tentu saya atas nama PP Pemuda Muhammadiyah berterimakasih atas silaturahim Mas Sandi bertemu dengan kawan-kawan PP Pemuda Muhammadiyah. Kedua, yang di depan itu adalah kegiatan rutin setiap jum'at PP Pemuda Muhammadiyah melayani teman-teman dhuafa yang telah berlangsung selama empat tahun," tunjuk Dahnil mengarah kepada sebuah mobil berisi menu prasmanan dan antrian puluhan orang yang mengular cukup panjang.

Warung Dhuafa yang rutin dibuka selepas shalat jum'at di halaman PP Muhammadiyah itu menurut Dahnil berhasil menyampaikan pesan simbolik kepada Sandiaga Uno.

"Pas saya ajak, Mas Sandi takut dibilang pencitraan. Karena warung ini rutin, ini bukan pencitraan, tapi kebiasaan. Jadi, tadi saya dan Mas Sandi melayani itu menunjukkan pesan bahwa pemimpin harus terbiasa melayani. Pemimpin harus terbiasa berdialog dengan siapa saja. Pesan simbolik bahwa visi utama menjadi presiden atau wakil presiden adalah melayani," pungkas Dahnil.(affandi/muhammadiyah/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Pemuda Muhammadiyah
 
  Soal Jatah Kursi Menteri, Pemuda Muhammadiyah Dorong dari Profesional
  Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah Tetapkan Sunanto dan Fikar sebagai Ketum dan Sekjend
  Pemuda Muhammadiyah Tantang Sandiaga Uno Hadirkan Perubahan Ekonomi
  MA Menolak PK Ahok, Pelapor Ahok Menilai Langkah MA Sudah Tepat
  Berikut Ini Hasil Kongres Ulama Muda Muhammadiyah
 
ads

  Berita Utama
Mungkinkah Prabowo Akan Jadi Penghianat Istana?

Utang Luar Negeri RI Makin Bengkak, Naik Jadi Rp 5.553,5 Triliun

Jelang Pelantikan Presiden, DPR RI Berlakukan Sistem 'Clearance'

Pernyataan Din Syamsuddin terkait Kasus Penyerangan atas Menko Polhukam Wiranto

 

  Berita Terkini
 
Dituding Kartu 'Politik', ETOS Indonesia Institute Dorong DPRD Audit Program Kartu Sehat Kota Bekasi

Sandiaga Uno Kembali ke Gerindra dan Tak Incar Posisi

KKRG akan Masuk Wilayah Sulut dan Sulteng pada Tahun 2021

Mungkinkah Prabowo Akan Jadi Penghianat Istana?

Sekolah Kader, Program Administrasi Negara Bagi Para ASN untuk Percepatan Karir

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2