Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Lingkungan    
Pemalsuan
Pemenang 3 Paket Proyek PLTS Rp 20,4 Milyar Dibatalkan, Diduga Menggunakan Dokumen Palsu
2022-08-26 09:31:32
 

Kabid Ketenagalistrikan ESDM Kaltim, Mashur Sudarsono. W selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Proyek PLTS Kaltim TA 2022.(Foto: BH /gaj)
 
SAMARINDA, Berita HUKUM - Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) TA 2022 untuk tiga Desa di Kalimantan Timur (Kaltim) dengan total pagu anggaran senilai Rp 20,4 milyar, pelelangan terbuka secara terbuka dan telah ditunjuk pemenangnya oleh ULP Pokja Dinas ESDM Kalimantan Timur (Kaltim) akhirnya dibatalkan karena pemenangnya diduga menggunakan dokumen palsu.

Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Kaltim Mashur Sudarsono. W, selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) ketika dikonfirmasi pewarta BeritaHUKUM.com pada, Rabu (24/8).

Dikatan Soni, sapaan Mashur Sudarsono selaku KPA bahwa alasan pembatalan 3 paket proyek PLTS di tiga desa yaitu desa Duhung, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau nilai proyek Rp 3.5 milyar dan desa Manamang Kanan, Kecamatan Muara Kaman, Kukar nilai proyek Rp 10.7 milyar serta Manamang Kiri di Kabupaten Kukar nilai proyek Rp 6.1 Milyar, yang telah di tunjuk pemenangnya PT. Dhinar Cahaya Tehnik Sejahtera, oleh ULP Pokja dibatalkan karena dokumennya dituding palsu sehingga dibatalkan.

"Kita melihat pemenang yang sudah di tunjuk ULP terhadap PT Dhinar Cahaya Tehnik Sejahtera ada pemalsuan dokumen sehingga saya batalkan, dalam dokumen mengatakan pernah bekerja disini dan disini namun tidak benar, ya karena pemalsuan dokumen jadi kita gugurkan," ungkap KPA Mashur alias Soni.

"Karena ada pemalsuan dokumen jadi tidak perlu lagi ada administrasi dan tehnik yang langsung gugurkan," tegas Mashur.

Jadi untuk dua lokasi yaitu Desa Manamang Kanan dan Desa Duhung, kita tidak sependapat sehingga kita batalkan dan kita tunjuk perusahaan yang dibawahnya yang sudah berpengelaman sebagai pemenang yaitu CV. Pritindo Pratama dan Desa Manamang Kiri pemenangnya PT. Wilis Filosofia Sejahtera, terang KPA Soni.

Sementara, sebelumnya Emanuel Setiawan, Kuasa Direksi PT. Dhinar Cahaya Tehnik Sejahtera, yang diwartakan beberapa media online di Samarinda mengatakan pelaksanaan tender proyek PLTS di tiga desa yaitu desa Duhung, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau nilai proyek Rp 3,5 milya dan desa Manamang Kanan, Kecamatan Muara Kaman, Kukar nilai proyek Rp 10,7 milyar dan Manamang Kiri di Kabupaten Kukar nilai proyek Rp 6,1 milyar yang dibuka tanggal 20 Juni 2022 dan diikuti 47 kontraktor dan pada tanggal 5 Juli 2022 PT. Dinar ditunjuk sebagai pemenang, namun tiba-tiba dibatalkan dan ditunjuk perusahaan lain sebagai pemenang dengan alasan yang tidak jelas, terang Emanuel.

"Hal ini diduga adanya permainan, maka kami akan mengajukan gugatan ke PTUN, juga akan melaporkan ke Kejaksaan dan ke KPK, tegas Emanuel.

Sedangkan , menanggapi ancaman Emanuel selaku Direksi PT Dinar untuk melaporkan kepada beberapa instansi terkait, selaku KPA Mashur Sudarsono mengatakan hal itu sangat merugikan dirinya sendiri.(bh/gaj)



 
   Berita Terkait > Pemalsuan
 
  Wow! Bareskrim Akan Ungkap Hasil Gelar Perkara Khusus Dugaan Pemalsuan Akta Lahir
  Pemenang 3 Paket Proyek PLTS Rp 20,4 Milyar Dibatalkan, Diduga Menggunakan Dokumen Palsu
  Dirut PT WPM Dipolisikan ke Polda Metro atas Dugaan Pemalsuan Izin Edar Alkes
  Berkas Perkara dan Tersangka Jakis Djakaria CS Sudah P-21. Hartono: Polda Banten Harus Segera Melimpahkannya Kejati Banten
  Putusan Hakim Artha Theresia Buat Histeris Istri Terbanding Arwan Koty
 
ads1

  Berita Utama
KPK Tetapkan Hakim Agung Sudrajad Dimyati dan 9 Orang sebagai Tersangka Kasus Dugaan Suap Perkara di MA

Heboh Video! Antrian Panjang di SPBU Kota Manna Bengkulu Selatan, BBM Langka?

Tarif Ojol Naik, Wakil Ketua MPR: Pemerintah Tidak Memahami Kesulitan Hidup Rakyat

Pemerintah Umumkan Harga BBM Pertalite Naik dari Rp 7.650 Menjadi Rp 10.000

 

ads2

  Berita Terkini
 
Gaji Guru P3K Tertunggak 9 Bulan, Ratih Megasari: Kemendikbud Ristek Harus Respon Cepat

Alifudin Minta BP2MI Selidiki Dugaan Keterlibatan Konsorsium 303 di Kasus TPPO

Firli Tekankan Transparansi hingga Rotasi Pegawai untuk Benahi Sistem Peradilan di MA

Ditjen PSLB3 KLHK Didesak Miliki Langkah Terukur Tangani Volume Sampah

Pengacara Gubernur Papua Dilaporkan ke Badan Intelijen Negara dan Polri terkait Berita Hoax

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2