Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Jokowi
Pemenang Lelang Motor Listrik 'Gesits' Jokowi Ditahan?, Ini Penjelasan Polisi
2020-05-21 21:26:48
 

 
JAKARTA, Berita HUKUM - Pemenang lelang motor listrik 'Gesits' bertandatangan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Muhammad Nuh atau M.Nuh kabarnya ditahan polisi lantaran tak kunjung membayar motor tersebut kepada panitia lelang.

Seperti diketahui, M.Nuh telah memenangkan dan mengalahkan peserta lelang lainnya pada acara lelang motor 'Gesits' dalam perhelatan Konser Bimbo bertajuk "Berbagi Kasih Bersama Bimbo" yang digelar Minggu 17 Mei 2020, dengan harga fantastis yakni Rp 2,55 Miliar.

"Terima kasih bapak yang dari Jambi, semoga Allah SWT memberikan rezeki yang lebih banyak lagi untuk bapak dan keluarga," kata Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat meresmikan pemenang lelang, Minggu (17/5).

Konser yang dihelat secara virtual dan disiarkan langsung oleh stasiun televisi nasional itu diprakarsai oleh MPR RI bekerja sama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dalam rangka mengumpulkan dana kemanusiaan untuk penanganan Covid-19.

Dari informasi yang beredar, diketahui M.Nuh tengah membuat publik heboh dan penasaran tentang status dan identitas yang ada di Kartu Tanda Penduduk (KTP) dirinya.

Berdasarkan data KTP tertera sebagai berikut, Muhammad Nuh atau M.Nuh adalah warga RT/RW 020/000, Desa Sungai Asam, Kecamatan Pasar Jambi, Provinsi Jambi, dan lahir di Jambi pada 19 Maret 1974, beragama Islam dan sudah beristri. Dalam KTP yang bersangkutan, tertera status pekerjaannya yang berprofesi sebagai Buruh Harian Lepas (BLH).

Sementara, Kapolda Jambi Irjen Pol Firman Setyabudi menegaskan M.Nuh tidak sedang diproses hukum.

"Tidak ada penangkapan dan penahanan kepada yang bersangkutan," kata Firman seperti dikutip detikcom, Kamis (21/5).

Kepada polisi, M.Nuh mengaku tidak mengetahui bahwa acara yang diikutinya adalah lelang. M.Nuh mengira dia justru akan mendapatkan hadiah.

"Yang bersangkutan, setelah diwawancara, tidak paham acara yang diikuti tersebut adalah lelang. Yang bersangkutan mengira bakal dapat hadiah," terang Firman.(dtk/bh/amp)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Ternyata Sebelum Ruslan Buton, Khoe Seng Seng Juga Sudah Lebih Dulu Minta Jokowi Mundur

Inilah Pernyataan Pers PP Muhammadiyah Tentang Pemberlakuan New Normal

Polri Siap Masifkan Protokol New Normal

Anies: Perpanjangan PSBB Jakarta Jadi Penentu Transisi Memulai 'New Normal'

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kabaharkam Serahkan Ribuan APD Covid-19 Bantuan Kapolri untuk RS Bhayangkara Polda Jawa Timur

Kasus Kondensat BP Migas - TPPI, Terdakwa: Pemberian Kondensat Kepada PT TPPI Berdasarkan Kebijakan Pemerintah

Dekan FH UII: Guru Besar Hukum Tata Negara Kami Diteror!

Lindungi Warga DKI, Anies Pasang Badan

Beberapa Hari Dibuka, Ratusan Sekolah di Korsel Harus Ditutup Lagi karena Lonjakan Kasus Covid-19

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2