Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Rocky Gerung
Pembelaan Rocky Gerung Soal Kitab Suci Fiksi: Apa yang Saya Nistain? Siapa Tersangkanya?
2018-04-26 06:44:52
 

Ilustrasi. Rocky Gerung saat di acara ILC TVOne Soal Kitab Suci Fiksi.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Pengamat politik Rocky Gerung dilaporkan atas dugaan penistaan agama karena dianggap menyebut kitab suci fiksi dalam acar ILC. Rocky bersama dengan koalisi masyarakat sipil melawan dengan mendeklarasikan 'Maklumat Akal Sehat'.

Rocky mengatakan, masyarakat butuh menggunakan nalar agar tidak terjebak dalam pemahaman yang salah. Terlebih, saat ini merupakan tahun politik yang bisa digunakan untuk berbagai hal.

Kalau diperhatikan dalil dari maklumat ini, bahwa mengembalikan akal sehat sebetulnya, jadi ini didirikan untuk menumbuhkan intelektualitas, di undang-undang disebut mencerdaskan kehidupan bangsa. Jadi mendirikan bangsa artinya memperbanyak intelektualitas," kata Rocky di Jalan Agus Salmo No.74, Jakarta,Selasa (15/4).

"Jadi sebetulnya naskah ini mengembalikan akal sehat sebagai satu-satunya mata uang di dalam kebebasan berpikir," jelasnya.



Konpers Maklumat Akal Sehat, Rocky Gerung dkk


Konpers Maklumat Akal Sehat, Rocky Gerung dkk (Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan)

Ia menyebut kasus penistaan agama yang dituduhkan kepadanya akan sulit diadili. Sebab menurutnya tersangka dalam kasus itu adalah silogisme. Menurut KBBI, silogisme adalah cara berpikir atau menarik simpulan yang terdiri atas premis umum, premis khusus, dan simpulan.

"Anda bayangkan kalau kasus ini dibawa ke pengadilan, lalu siapa yang tersangka? Tersangka adalah silogisme," ucapnya.

"Jadi kekacauan ini yang sebetulnya ini kita bereskan hari-hari ini," imbuhnya.

Senada dengan kuasa hukum Rocky Gerung, Alghifari Aqsa mengatakan, persoalan itu adalah persoalan dialektika yang harus didudukkan dalam forum-forum diskusi, bukan pengadilan.

"Peristiwa seperti ini akan memperburuk demokrasi di Indonesia. Nah, ini LBH yang ingin kita selamatkan bukan person, tapi nalar," tutur dia.

"Ini saya sebagai lawyer akan sulit, karena di BAP akan dijelaskan mengenai silogisme dan sebagainya, dan berapa ahli yang akan di dilibatkan," pungkas Alghifari.

Sementara, Rocky Gerung juga mengaku tidak menistakan agama saat menyampaikan 'Kitab suci fiksi' dalam acara Indonesia Lawyer Club (ILC) di TVOne pada Selasa (10/4).

Menurut Rocky Gerung, ia tidak menyebut kitab dari agama mana pun untuk dinistakan, hanya menjabarkan makna dari diksi fiksi.

Saya tidak ucapkan bahkan nama kitab itu. Kan waktu saya terangkan itu dalam upaya menerangkan apa makna fiksi di dan lain-lain. literatur yang diucapin oleh Pak Prabowo fiksinya begitu," kata Rocky.

Rocky menambahkan, penyebutan kitab suci hanya contoh, bukan tuduhan bahwa kitab suci adalah karangan fiksi. "Di dalam imajinasi orang fiksinya lain karena itu saya mesti ngasih contoh. Karena itu saya ambil oke kitab suci. Bila fiksi itu seperti yang saya terangkan menimbulkan imajinasi maka kitab suci juga adalah fiksi dalam pengertian menimbulkan imajinasi gitu. Walaupun, ada kitab suci yang sudah faktual, tentu saja sudah faktual," paparnya.

"Tapi kitab suci sebagai satu istilah selalu berorientasi ke akhirat ke hari akhir ke langit. Seluruh kemampuan dia berimajinasi akan diaktifkan untuk menerangkan kalau ditanya menurut Anda surga neraka itu apa sih," terangnya.

Rocky juga memaparkan 'dungu' yang ia sampaikan di ILC bukan sebuah hinaan kepada politikus Partai NasDem Akbar Faizal.

"Ya yang saya sebut dungu bukan orangnya, tapi nalarnya yang dungu, tidak ada orang yang dungu tapi cara berpikir yang dungu. Jadi itu kira-kira begitu latarnya," ujarnya.

Ia menekankan bahwa gagal paham atau cara berpikir yang dungu tidak pantas disandang oleh tokoh politik, seperti Akbar Faizal. "Jadi sebetulnya gagal paham, jadi kayak orang gagal ginjal bisa diobati, kalau gagal paham, besar banget konsekuensinya, memang bisa runtuh negara kalau kita gagal paham. Apalagi kalau politisi gagal paham," tegasnya.

Sementara, ia beranggapan hal tersebut tidak perlu dibawa ke ranah hukum. Pasalnya, hanya proses dialektika yang perlu diluruskan.

"Jadi kira-kira begitu ya hal-hal yang sepele yang sebetulnya bisa diselesaikan dengan argumentasi sederhana tapi ditempatkan di dalam suasana politis ya jadi begini," pungkasnya.

Lihat Youtube, Pernyataan pengamat Politik sekaligus Dosen Filsafat UI, Rocky Gerung terkait pandangannya soal kitab suci adalah Fiksi. Di acara Indonesia Lawyers Club (ILC), TVOne pada, Selasa (10/4) lalu :

(dbs/kumparan/bh/sya)




 

 
   Berita Terkait > Rocky Gerung
 
  Pembelaan Rocky Gerung Soal Kitab Suci Fiksi: Apa yang Saya Nistain? Siapa Tersangkanya?
 
ads

  Berita Utama
PB HMI akan Berperan Aktif Dukung Bawaslu dan Polri Sukseskan Pemilu Damai 2019

Polisi Terapkan Sistem Buka Tutup 7 Ruas Tol Selama Asian Games 2018

Polisi Menangkap Otak Pelaku Pembunuhan Penembakan Herdi Sibolga di Jelambar

Sejumlah Kepala Daerah Raih K3 Award dari Kemnaker

 

  Berita Terkini
 
Pimpinan Komisi VIII Minta Ma'ruf Amien Mundur dari Ketua MUI

Desa Sumber Harapan Membangun Jalan untuk Perluasan Pemukiman Desa

Cina Bantah Menahan Satu Juta Warga Minoritas Muslim Uighur

Mantan Uskup Agung Katolik Ditahan karena Kasus Pelecehan anak

Jembatan Layang Ketinggian 45 Meter di Italia Ambruk, 35 Tewas dan Mobil-mobil Jatuh

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2