Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Kekerasan Terhadap Wartawan
Panitia Munajat 212: Pernyataan Pers Klarifikasi Soal Kekerasan terhadap Jurnalis
2019-02-23 07:55:05
 

Suasana Malam Munajat 212 Monas, Jakarta, #Munajat212.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Momen acara malam Munajat 212 yang dihadiri ribuan massa umat Islam di Lapangan Monas Jakarta pada, Kamis malam (21/2) terjadi insiden kecil di tengah kesuksesan besar acara tersebut. Pemberitaan tuduhan sejumlah media terkait insiden kecil tersebut adalah terjadinya aksi kekerasan terhadap beberapa jurnalis/ wartawan yang meliput penangkapan pelaku pencopet terhadap peserta di saat Malam Munajat 212 tersebut.

Berkenaan ramainya pemberitaan dari beberapa gelintir media terhadap malam Munajat 212, maka Ketua Panitia Malam Munajat 212 Habib Idrus Al-Habsyi S.Fil.i, mewakili panitia Munajat 212 memberikan pernyataan pers sebagai berikut ;

1. Bahwa selama acara munajat 212 TIDAK ADA LAPORAN dari personil panitia kepada saya selaku Ketua Panitia tentang adanya peristiwa yang digembar gemborkan. Artinya peristiwa yang digembar gemborkan tersebut bukan peristiwa yang menempati squel penting dari keseluruhan rangkaian acara dan BUKAN BAGIAN DARI FORMAT ATAU SOP ACARA MUNAJAT 212.

2. Bahwa peristiwa yang disebut sebut sebagai kekerasan terhadap jurnalis dan dikait kaitkan dengan ormas FPI adalah merupakan peristiwa yang bersifat insidental yang terlepas dari S.O.P keseluruhan panitia. Dalam S.O.P panitia maupun LASKAR PEMBELA ISLAM yang merupakan tim pengamanan yang ditunjuk oleh panitia, TIDAK ADA perintah atau anjuran untuk bersikap tegas apalagi kasar terhadap rekan jurnalis.

3. Bahwa berdasarkan hasil investigasi dari tim panitia setelah ramai adanya pemberitaan tersebut, peristiwa tersebut adalah bermula dari adanya seorang pencopet yang mencoba melakukan aksinya terhadap peserta munajat 212. Oleh karenanya tim pengamanan yang terdiri dari LASKAR PEMBELA ISLAM, bertindak untuk mengamankan si pencopet dan si pencopet membuat kegaduhan sebagai pengalih perhatian massa. Sehingga dengan adanya kegaduhan tersebut sebagian massa akhirnya menjadi beralih fokus terhadap titik peristiwa termasuk rekan jurnalis. Ditengah keramaian massa inilah sebagian jurnalis mungkin saja bersinggungan dengan keributan massa yang hadir di titik terjadinya peristiwa. Ditengah emosi massa terhadap si pencopet maka tentu saja suasana massa dalam keadaan emosional yang sangat mungkin siapapun akan secara TIDAK DISENGAJA mengalami benturan dan bentakan dari sebagian massa yang emosi.

4. Kami dari pihak panitia tentu saja sangat menyayangkan dan menyesalkanperistiwa tersebut. Karena suasan do'a dan munajat yang seharusnya khusyuk menjadi terganggu dengan keberadaan para pencopet dan pembuat gaduh tersebut.

5. Kami selaku panitia melihat, adanya upaya membesar besarkan masalah dan mengalihkan issue, yaitu dari keberhasilan acara munajat 212 yang khusyuk dan syahdu, dari upaya umat mengetuk pintu langit mengadu kepada Allah sang Penguasa Bumi dan Langit, menjadi persolaan kekerasan dan dijadikan spin issue untuk memframing kegiatan MUNAJAT dan FPI sebagai suatu peristiwa yang negatif. Kami selaku panitia melihat bahwa adanya upaya yang sistematis untuk melakukan LABELING dan FRAMING oleh gerakan anti Islam yang ditujukan untuk mengalihkan dan membelokkan kegiatan do'a dan munajat sebagai peristiwa yang terkait erat dengan kekerasan. Labeling dan framing yang dilakukan terhadap kegiatan Do'a dan Munajat adalah merupakan kejahatan terhadap akal sehat dan intelektualisme.

6. Kami selaku panitia menyerukan kepada umat Islam dan rakyat Indonesia untuk TIDAK termakan dengan pengalihan issue dan penonjolan squel kecil peristiwa pencopetan dalam acara do'a dan munajat pada kamis malam jumat (212) yang lalu. Urusan proses hukum pidana yang akan dijadikan pintu masuk menggoreng issue tersebut harus dijalankan sebagai proses hukum yang adil dan bukan upaya untuk menzhalimi panitia atau personil panitia.

Demikian pernyataan pers, atas nama ketua panitia malam do'a dan Munajat 212, Habib Idrus alHabsyi S.FIL,i pada, Sabtu (23/2).(bh/ws)




 

 
   Berita Terkait > Kekerasan terhadap Wartawan
 
  AJI: Kekerasan terhadap 20 Jurnalis Saat Aksi 22 Mei Harus Diusut
  AJI: Ada 7 Jurnalis Menjadi Korban Saat Meliput Aksi Demo 22 Mei
  Rekam Aksi Beringas Brimob Saat demo, Wartawan CNN Dianiaya
  Wartawan Korban Penganiyaan Mengklarifikasi terkait Jumpa Pers Pemda Kaur
  Oknum Ajudan Bupati Kaur, Aniaya Wartawan Online Hingga Matanya Bengkak Berdarah
 
ads

  Berita Utama
Gugat Hasil Pilpres ke MK, Prabowo-Sandi Ingin Tegakkan Kedaulatan Rakyat

Sandiaga Uno: Sulit Mengakui Pemilu 2019 Ini Jurdil

AJI: Ada 7 Jurnalis Menjadi Korban Saat Meliput Aksi Demo 22 Mei

Pemerhati Hukum Siber: Pembatasan Akses Media Sosial Adalah Kebijakan Yang Aneh

 

  Berita Terkini
 
5 Hal yang Bisa Anda Lakukan Membantu Mengurangi Pemanasan Global

Prof Amien Rais 'Yatim' Secara Politik?

Ketum KNPI Haris Pertama Sebut Luhut Binsar Pandjaitan Cocoknya Jadi Menteri ESDM atau KLH

Desa Jawi Melalui Dana Desa Memenuhi Kebutuhan PKK

Desa Geramat Bangun Jalan Lingkungan dengan Dana Desa

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2