Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
PKS
PKS: Mau Nasi Goreng Atau Sop Buntut Sekalipun, Kami Tetap Oposisi
2019-07-28 11:29:09
 

Politisi PKS, Mardani Ali Sera.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengaku hubungan komunikasi partainya dengan partai besutan Prabowo Subianto Gerindra baik-baik saja.

"PKS dengan Gerindra bukan hanya sekutu tapi segajah," ujarnya saat berbicara di diskusi publik di daerah Jakarta Pusat, Sabtu (27/7).

"Dari awal Pak Prabowo yang mengucapkan selamat kepada Jokowi, ya monggo. Tapi dari awal juga kami menyatakan kami tetap oposisi," tambahnya.

Mardani menilai, dengan kebesaran hati seyogyanya Gerindra ikut gabung dengan oposisi karena oposisi itu sehat.

"Mau nasi goreng atau sop buntut rekonsiliasi selesai dengan edukasi publik yang menyatakan kami oposisi," terangnya.

"PKS insya Allah istiqomah berjuang sebagai penyeimbang agar tidak terjadi demokrasi otoriter di negeri ini."

Saat ditanya apakah sikap Mardani mewakili seluruh kader PKS, ia menjawab intinya sikap PKS akan ditentukan nanti di Majelis Syuro.

"Tapi teman-teman tegas menyatakan kami oposisi. kita harus memberikan contoh kalau oposisi itu mulia. Bahkan peemerintahan kuat harus punya oposisi," pungkasnya.

Sementara, Pengamat Politik Prof. Siti Zuhro, menilai Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh sedang ingin menunjukan diri ke masyarakat. Bahwa dirinya juga bisa melakukan manuver politik.

Dia mencoba memimin partai yang ada, tentu dalam koalisi itu minus PDI-P," ujarnya saat menjadi narasumber di acara 'Utak-atik Manuver Politik', Sabtu (27/7).

Menurut Siti Zuhro, ketika Prabowo berhasil mencuri hati, Nasdem tampaknya mulai gusar. "Dapat dilihat dari berkumpulnya (Surya Paloh dan Anies Baswedan, red) kemarin di Gondangdia," ucapnya.

Kondisi saat ini mungkin kurang baik bagi sejumlah partai koalisi. Hal itu akibat komunikasi yang menjadi tidak efektif usai pertemuan Jokowi-Prabowo di MRT beberapa waktu lalu.

"Ada kesalahpahaman, sehingga muncul pak Surya memimpin dan ber-statement ke publik, dan bersamaan mengundang Gubernur DKI Anies," tegasnya.

"Politik itu siapa mendapat apa, politik berperan apa. Karena politik itu berhitung," imbuh Siti.

Hal lain yang cukup menyita perhatian, adalah adanya satu partai yang lugas dan tegas dengan sikap politiknya. Sebut saja PKS, yang menyatakan akan mengambil sikap oposisi.

"Itu cara PKS berpolitik praktis. Dan jangan-jangan nanti PKS yang meraup keuntungan karena konsistensinya," pungkas Siti Zuhro.(ad/aut/RMOL/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Miliki Tugas Yang Rentan, Kemenkumham Dorong Perbaikan BHP

Jaksa Agung Harus Non Partisan, Pengamat: Yang Penting Jangan Terafiliasi dengan Parpol

Buku Merah: Polisi 'Semestinya' Tindak Lanjuti Temuan Investigasi IndonesiaLeaks

BW: Sejarah Mencatat KPK Resmi 'Dihabisi' di Era Jokowi

 

  Berita Terkini
 
Sedulur Jokowi Apresiasi Sikap Tegas Presiden Jokowi akan Copot Menteri Jika Tidak Serius Kerja

Legislator Kritisi Tingginya Angka Pengangguran di Indonesia

Sindir RY, Gerindra Ingatkan Bahaya DNA Koruptor di Bogor

Miliki Tugas Yang Rentan, Kemenkumham Dorong Perbaikan BHP

Hati-Hati! Jangan Beli 4 Tipe Ponsel Android ini, Nanti Nyesel..

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2