Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Opini Hukum    
Habib Rizieq
Nguber HRS, Ada Apa dengan Bima Arya?
2020-11-30 09:27:19
 

Habib Rizieq Shihab.(Foto: Istimewa)
 
Oleh: H. Tony Rosyid

TIGA HARI ini, nama Wali Kota Bogor Bima Arya jadi pembicaraan publik. Pasalnya, Sang Wali Kota lagi nguber Habib Rizieq Shihab terkait hasil tes swabnya di Rumah Sakit Ummi.

Gak dapat hasil tes itu, Bima Arya hendak melaporkan pihak rumah sakit ke polisi. Tuduhannya? Rumah sakit dianggap tak transparan.

Kenapa Bima Arya kejar Habib Rizieq? Ini menarik untuk ditelusuri. Sebab, semangat memburu hasil swab oleh publik dianggap aneh. Ngapain Wali Kota ngurusin hasil swab Habib Rizieq? Kenapa tidak ngurusin hasil swab warga lainnya?

Sebaliknya, kapada lima anak buah (PNS Kota Bogor) yang korupsi 17,2 M dana BOS, Sang Wali Kota minta Penangguhan tahanan. Yang jelas-jelas melakukan tindak pidana korupsi dibelain, yang tes kesehatan diuber. Publik menilai, apa yang dilakukan Wali Kota ini aneh!

Publik bertanya: apakah ini murni inisiatif dan berasal dari rasa ingin tahu Bima Arya? Atau ada pihak lain di belakang Bina Arya yang berkepentingan terhadap hasil swab Habib Rizieq?

Masuk pada pertanyaan normatif, apa ada keharusan bagi pasien untuk memberi tahu hasil tes swabnya ke kepala daerahnya?

Kalau Habib Rizieq di rumah pribadi, ada interaksi dan berkerumun bersama warga yg lain, maka walikota punya kewenangan untuk meminta yang bersangkutan melakukan a, b, c, dst .. Ini tugas walikota sebagai pamong

Tapi, kalau Habib Rizieq berada di dalam sebuah Rumah Sakit, dimana ia dalam pengawasan dokter, maka mau dites suhu, mau di-USG, mau di-CT Scan, mau di-Swab, itu semua urusan dokter dan tim medis di Rumah Sakit. Gak ada urusannya dengan Wali Kota. Keputusan medis itu urusan dokter. Ini diatur dengan permenkes, kode etik Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan lain-lain.

Pemeriksaan pasien itu keputusan medis, bukan keputusan politis .. !

Walikota, Camat, Gubernur dan jajaran pemerintahan yang lain tidak punya kewenangan dan tidak boleh ikut-ikutan dalam keputusan medis ini. Itu otoritas rumah sakit.

Perlu Bima Arya tahu, ini adalah pemahaman amat dasar soal otoritas. Mosok gak paham sih. Payah!

Apa yang dilakukan Bima Arya sebagai Wali Kota Bogor dianggap melampaui batas otoritasnya. Over laping. Wali Kota Bogor perlu belajar etika kedokteran, kata MER-C. Wajar jika publik bertanya: ada maksud apa dibalik upaya Bima Arya memburu hasil swab Habib Rizieq?

Penulis adalah Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa.(tr/bh/sya)




 
   Berita Terkait > Habib Rizieq
 
  Habib Rizieq dan Dirut RS UMMI Jadi Tersangka Kasus Tes Swab
  Kerja Komnas HAM Sungguh Mengecewakan
  KontraS: Penembakan Laskar FPI adalah Pelanggaran HAM
  Pesantren HRS Digugat, Marzuki Alie Kirim Pesan Tegas ke Mahfud MD: Aset Umat Jangan Dihabisi
  Habib Rizieq Shihab Minta Kasus Tewasnya 6 Laskar FPI Dikabarkan ke Seluruh Dunia
 
ads1

  Berita Utama
SPM Belum Memenuhi Syarat, PKS: Batalkan Kenaikan Tarif Jalan Tol!

DPR Minta Pemerintah Cepat Tangani Gempa Sulbar dan Banjir Kalsel

Syekh Ali Jaber Wafat, Sempat Berjuang Lawan Covid-19 Hingga Hasilnya Negatif dan Lalu Masuk ICU

Haedar Nashir: Waspada Terhadap Covid-19 adalah Bentuk Ketaqwaan

 

ads2

  Berita Terkini
 
Andi Samsan Nganro, Terpilih Menjadi Wakil Ketua MA Bidang Yudisial

Jokowi Teken Perpres 7/2021, Penceramah dan Pengelola Rumah Ibadah akan Diberi Pelatihan Pencegahan Ekstremisme

Senior dan Junior Polri Solid Kawal Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Jalani Uji Kelayakan

DPR RI Sepakat dan Setuju Listyo Sigit Prabowo Jadi Kapolri

Pemerintah Diminta Evaluasi Soal Kebijakan Distribusi Pupuk Subsidi

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2