Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Politik
Moralitas dan Spiritualitas Solusi Masalah Politik Nasional Maupun Global
2024-04-08 12:26:41
 

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir.(Foto: Istimewa)
 
YOGYAKARTA, Berita HUKUM - Dunia sedang tidak baik-baik saja, semua negara mengalami problematika yang hampir sama, dibutuhkan moralitas dan spiritualitas sebagai jangkar solusi untuk menghadapi dinamika tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir pada Sabtu (6/4) di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta. Menurut Haedar, sistem mapan di sebuah negara juga tidak menjamin dunia akan tetap terus baik-baik saja.

Di hadapan awak media Haedar menyebutkan, persoalan yang menjangkiti dunia global saat ini meliputi krisis iklim akibat ulah tangan manusia, korupsi, sampai dengan eksploitasi sumber daya alam (SDA) yang tidak bertanggung jawab dan nir-moral.

Selain itu, Guru Besar Ilmu Sosiologi ini juga menyinggung tentang negara-negara maju yang menerapkan standar ganda untuk urusan Hak Asasi Manusia (HAM). Mereka mengusung HAM, tapi di sisi lain juga masih mendukung terjadinya konflik maupun agresi militer.

"Politik global yang masih mengalami perang, Ukraina Rusia, Israel dan Palestina, menjadi problem moral manusia modern. Yang mengedepankan HAM, tapi ada standar ganda karena masih saja terus terjadi agresi militer dengan jutaan korban manusia," tutur Haedar.

Dalam pandangannya, situasi politik global yang terjadi sekarang juga membutuhkan moralitas dan spiritualitas. Bahkan moralitas dan spiritualitas ini tidak hanya dibutuhkan oleh negara berbasis agama, tapi juga negara-negara sekuler hanya saja dengan tumpuan nilai yang berbeda.

"Hanya berbeda di negara-negara yang sekuler moralitasnya berada pada nilai universalisme. Tapi pada negara agama moralitasnya berada pada nilai agama, kitab suci, wahyu ilahi, bukan pada dasar pemikiran manusia," kata Haedar.

Tidak hanya menjadi jangkar solusi atas masalah di dalam politik global, moralitas dan spiritualitas juga dibutuhkan di setiap sendi kehidupan. Moralitas dan spiritualitas sebagai jangkar juga meniscayakan untuk menjadi rem bagi ambisiusnya manusia untuk kekuasaan.

"Politik juga memerlukan moralitas dan spiritualitas, sebab sebagus apapun sistem itu jika sekelompok manusia ingin memenangkan pertandingan, maka yang terjadi adalah hukum Machiavellian atau penghalalan segala cara. itu terjadi karena manusia terlalu ambisius untuk memenangkan," katanya.

Dalam konteks Indonesia, moralitas dan spiritualitas menurut Haedar bertumpu pada tiga nilai utama yaitu Pancasila, Agama, dan Kebudayaan Luhur Bangsa. Ketiganya saling mengisi, dan tidak saling bertentangan.

Menurutnya, meskipun Indonesia bukan negara agama, tapi agama tidak bisa dilepaskan dari kehidupan bangsa. Sebab agama sejalan dan hidup bersama bangsa Indonesia, dari nilai agama ini juga membantu manusia Indonesia untuk memiliki rem ambisi yang menghalalkan segala cara.(muhammadiyah/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Politik
 
  Moralitas dan Spiritualitas Solusi Masalah Politik Nasional Maupun Global
  Tahun Politik Segera Tiba, Jaga Kerukunan Serta Persatuan Dan Kesatuan
  Memasuki Tahun Politik, HNW Ingatkan Pentingnya Siaran Pemberitaan yang Sehat
  Syahganda Nainggolan Desak Jokowi Terbitkan Inpres Agar Menteri Tak Bicara Politik Sampai 2023
  Hadapi Tahun Politik 2024, Syarief Hasan: Pentingnya Mengedepankan Politik Yang Santun
 
ads1

  Berita Utama
Inilah 10 Kasus Korupsi Terbesar di Indonesia, Rugikan Negara Ratusan Triliun Rupiah

Buruh Tolak Tapera, Khawatir Dana Iuran Dikorup

6 General Manager UBPP LM PT Antam periode 2010-2021 Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Komoditi Emas 109 Ton

Jaksa Agung: Kerugian Negara Kasus Dugaan Korupsi Timah Tembus Rp 300 Triliun

 

ads2

  Berita Terkini
 
Muhammadiyah Konsisten Membela Palestina dari Dulu Hingga Kini

Inilah 10 Kasus Korupsi Terbesar di Indonesia, Rugikan Negara Ratusan Triliun Rupiah

Buruh Tolak Tapera, Khawatir Dana Iuran Dikorup

Kepala Otorita IKN Mendadak Mundur Jelang Upacara 17 Agustus

6 General Manager UBPP LM PT Antam periode 2010-2021 Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Komoditi Emas 109 Ton

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2