Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
GP Ansor
Memimpin Indonesia Ketua GP Ansor Ingatkan Jusuf Kalla Agar Bersikap Adil
Saturday 11 Oct 2014 01:06:54
 

Foto dari Kiri ke Kanan: Nusron Wahid menemani Jusuf Kalla dan Oesman Sapta dalam acara Konferensi Besar ke 19 GP Ansor dan Pra Muktamar ke 33 NU.(Foto: BH/mat)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Bersikap adil yaitu dengan mampu menempatkan diri pada hubungan eksekutif, legislatif maupun yudikatif merupakan satu masukan utama yang disampaikan oleh Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Nusron Wahid, pada Wakil Presiden terpilih, Jusuf Kalla (JK), saat membuka Konferensi Besar ke 19 GP Ansor dan Pra Muktamar ke 33 Nahdlatul Ulama, Jum’at (10/10) di Jakarta.

Nusron melihat Indonesia sebagai bangsa budaya timur, demokrasi seharusnya berjalan dengan santun dan rendah hati. Demokrasi tidak seharusnya menjadi alat untuk ajang berbalas dendam, seperti yang akhir-akhir ini terjadi dalam kegaduhan politik pada lingkup eksekutif maupun legislatif paska pemilihan Presiden maupun pada pemilihan ketua DPR maupun MPR.

“Kami harap saat memimpin Indonesia periode 2014-2019 agar Pak Jusuf Kalla selalu mengendepankan sikap adil. Tidak ada kepentingan politik atau golongan tertentu. Karena Indonesia adalah Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah harga mati untuk kita selalu bela,” papar Nusron, dalam sambutannya.

Selain dapat bersikap adil, Nusron pun mengingatkan agar kedepan, Pemerintah wajib mengentaskan kemiskinan selain mencegah dan memberantas korupsi tanpa pandang bulu. Akan hal pengentasan kemiskinan, Nusron meminta agar adanya legal akses soal keuangan, khususnya kepada pemodal disetiap Pesantren.

“Saya juga minta agar pak JK ini mampu mengentaskan kemiskinan. Terutama pada sejumlah wilayah yang didalamnya banyak terdapat warga Ansor. Dengan membuat legal akses soal keuangan. Kami harap adanya kemudahan bagi pemodal khususnya untuk memajukan pesantren,” ungkap Nusron.

Dalam kesempatan yang sama Jusuf Kalla menyambut baik keinginan Nusron, demi memenuhi rasa keadilan.

“Sebelumnya saya ucapkan terimakasih bagi warga Ansor yang telah mendukung kami dalam pilpres. Saya akan coba dalam pemerintahan kedepan agar roda ekonomi dapat bergerak dimulai dari bawah. Sederhananya jika saat ini ada 100 orang kaya, mungkin cuma 10 orang Islam yang kaya. Maka hal itu akan kita putar menjadi 95 orang Islam yang kaya. Tapi saya juga minta agar siapapun Ustadnya harus juga kreatif, namun tidak lepas dari aturan,” papar Jusuf Kalla, menjawab permintaan sang Ketua Umum GP Ansor tersebut saat didaulat berbicara diatas panggung.

Dalam kesempatan Konferensi Besar ke 19 GP Ansor dan Pra Muktamar ke 33 Nahdlatul Ulama tersebut tampak hadir Osman Sapta, Wakil Ketua MPR terpilih dari DPD, Hasan Basri, Wakil Ketua BPK, Rahmat Waliyanto, Wakil Ketua Komisaris Otoritas Jasa Keuangan dan Diding S. Anwar, Direktur Utama Perum Jamkrindo.(bhc/mat)



 
   Berita Terkait > GP Ansor
 
  Ketum GP Ansor Sebut Tak Pernah Bubarkan Pengajian Ustadz Syafiq Riza Basalamah
  Ketua Umum GP Ansor, Gus Yaqut: Jika Terbukti Bupati Fahmi Massiara HTI Jangan Dipilih
  Pernah Tolak UAS, Ketua GP Ansor Jepara Terciduk Bawa Bini Orang ke Hotel
  Masyarakat Harus Lihat Peluang Baik dalam Penggunaan Teknologi Informasi
  GP Ansor Gelar Kirab Satu Negeri 2018
 
ads1

  Berita Utama
Inilah 10 Kasus Korupsi Terbesar di Indonesia, Rugikan Negara Ratusan Triliun Rupiah

Buruh Tolak Tapera, Khawatir Dana Iuran Dikorup

6 General Manager UBPP LM PT Antam periode 2010-2021 Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Komoditi Emas 109 Ton

Jaksa Agung: Kerugian Negara Kasus Dugaan Korupsi Timah Tembus Rp 300 Triliun

 

ads2

  Berita Terkini
 
Muhammadiyah Konsisten Membela Palestina dari Dulu Hingga Kini

Inilah 10 Kasus Korupsi Terbesar di Indonesia, Rugikan Negara Ratusan Triliun Rupiah

Buruh Tolak Tapera, Khawatir Dana Iuran Dikorup

Kepala Otorita IKN Mendadak Mundur Jelang Upacara 17 Agustus

6 General Manager UBPP LM PT Antam periode 2010-2021 Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Komoditi Emas 109 Ton

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2