Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
RUU HIP
MS Kaban: Ide PDIP Ubah RUU HIP jadi RUU PIP Suatu Kelicikan Politik, Panglima TNI Kenapa Diam?
2020-07-07 12:20:36
 

Mantan Menhut MS Kaban yang juga sebagai mantan Ketum Partai Bulan Bintang (PBB).(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Usulan F PDIP untuk mengubah RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) menjadi RUU Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) merupakan suatu kelicikan politik.

Penegasan itu disampaikan mantan Menhut MS Kaban. Menurut Kaban, usulan itu juga menunjukkan pangakuan bahwa RUU HIP bertentangan dengan amanat UUD 45, yakni mengubah dasar NKRI.

"Usulan PDIP merubah RUU HIP menjadi RUU PIP suatu kelicikan politik dan itu menunjukkan pengakuan bahwa RUU HIP bertentangan dengan amanat UUD45, merobah dasar NKRI. Makar dasar negara di depan mata. NKRI dengan falsafah dasar negara Pancasila final," tegas mantan Ketum Partai Bulan Bintang (PBB) itu di akun Twitter @hmskaban.

MS Kaban juga mengingatkan Presiden RI, Ketua DPR, Ketua MPR RI untuk tidak main-main politik dengan RUU HIP.

"Mengingatkan Presiden RI, Ketua DPR RI, Ketua MPR RI jangan main-main politik dengan RUU HIP dengarlah suara tokoh-tokoh masyarakat dan ummat Islam. Taruhannya NKRI. Memaksakan RUU HIP berarti membatalkan kesepakatan Pancasila 18845 dan Dekrit 5759. Panglima TNI dan Kapolri kenapa jadi pendiam. Salam NKRI," tulis @hmskaban.

Soal usulan PDIP RUU HIP diubah menjadi RUU PIP, Partai Demokrat menolak keras. Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR Fraksi Demokrat Bambang Purwanto menilai penggantian nomenklatur RUU HIP menjadi RUU PIP sama saja, hanya ganti baju.

"Bukannya merespon pemilik mandat (agar ditarik) malah ada wacana mengganti nomenklaturnya dengan RUU PIP (Pembinaan Ideologi Pancasila) tentu sama saja hanya ganti baju ada apa? kok ngotot banget," kata Bambang kepada wartawan (3/7).

Sebelumnya, politisi Demokrat Jovan Latuconsina mengibaratkan RUU HIP seperti Robot Gedeg dan RUU PIP Robot Gebleg. "Ibarat orang... Nama awalnya Robot Gedeg, trus diganti jadi Robot Gebleg... tapi orangnya tetap sama... iya gak sih...?" sindir Jovan di akun @jovanltconsina.

Demikian juga F PKS. Fraksi PKS tetap meminta agar RUU HIP dibatalkan meskipun namanya diubah menjadi RUU PIP.

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengatakan dilanjutkannya RUU tersebut meskipun berganti nama hanya akan menimbulkan kesan mengelabui masyarakat.

"Kalau RUU ini tetap jalan dengan alasan apapun, apakah mengubah nama atau mengubah isi sekalipun, ini menambah panjang polemik dan seolah mengelabuhi aspirasi rakyat yang ingin RUU disetop. Dan itu disampaikan secara jelas dan tegas oleh ormas seperti NU, Muhammadiyah, MUI, Purnawirawan TNI/Polri dan lain-lain bahkan hingga berujung aksi massa yang meluas dimana-mana," kata Jazuli (28/6).(eramuslim/gelora/bh/sya)



 
   Berita Terkait > RUU HIP
 
  Anggota DPR Siap Kawal RUU HIP Sampai Dibatalkan Dari Prolegnas
  Ubah RUU HIP Jadi RUU BPIP, Umat Minta BPIP Dibubarkan!
  PKS Minta RUU HIP Tetap Dicabut Dan Tidak Perlu Diganti, Pancasila Sudah Final
  Baleg DPR Terima Aspirasi Perwakilan Demonstran yang Tolak RUU HIP
  Demo Didepan Gedung DPR, Slamet Maarif: Jika Masih Membahayakan NKRI Akan Kita Tolak!
 
ads1

  Berita Utama
Muncul Skenario Anies-AHY 2024, Politikus Demokrat: Pasangan Yang Saling Melengkapi

Dampak Resesi Dunia, Gus Jazil: Kita Beli Produk Lokal dari UMKM

Wasekjen Demokrat: Kok Partai Pendukung Pemerintah Kebakaran Jenggot Karena Pernyataan Mas Ibas?

Para Tokoh Bangsa Deklarasikan Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI)

 

ads2

  Berita Terkini
 
KKP dan Polri Berhasil Gagalkan Penyelundupan Ikan Ilegal Sebanyak 54,978 Ton Senilai Rp 2,2 Miliar

Muncul Skenario Anies-AHY 2024, Politikus Demokrat: Pasangan Yang Saling Melengkapi

Ledakan 'Non-Nuklir Terbesar' Beirut 'Hhancur Separuh Kota dan Picu Krisis Kemanusiaan'

Polda Metro Ungkap Praktik Dokter Gigi Abal-abal di Perumnas Aren Jaya

Efektif, Resonan, Berpengaruh

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2