Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Lingkungan    
Sampah
Legislator Sayangkan Adanya Ribuan Ton Sampah Plastik di Pantai Kuta
2018-01-05 20:49:13
 

Ilustrasi. Pantai Kuta bertabur sampah plastik.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Anggota Komisi X DPR RI Marlinda Irwanti menyayangkan banyaknya sampah plastik di Pantai Kuta, Bali beberapa hari belakangan ini. Pasalnya, selama ini Bali menjadi salah satu icon destinasi wisata unggulan di Indonesia yang sangat terkenal di mancanegara. Perisitiwa tersebut tentu akan mengurangi keindahan pantai tersebut.

"Pariwisata Bali adalah salah satu icon destinasi wisata di Indonesia yang sudah sangat terkenal di luar negeri, sehingga menjadi kewajiban kita semua untuk menjaga Bali. Banyaknya sampah di Pantai Kuta dalam beberapa hari belakangan ini tentu sangat mengurangi keindahan Pantai Kuta tersebut. Saya sangat menyayangkannya," ungkap Linda, begitu Marlinda biasa disapa, melalui pesan singkatnya kepada Parlementaria, Kamis (4/1).

Oleh karena itu, politisi dari Fraksi Partai Golkar ini menilai perlu segera dilakukan kordinasi yang intensif dari Kementerian Pariwisata yang notabene sebagai mitra kerja Komisi X DPR RI, dengan Dinas Pariwisata dan Pemerintah Daerah setempat untuk segera menyelesaikan permasalahan sampah tersebut.

Adanya dugaan ribuan ton sampah yang membanjiri Pantai Kuta merupakan kiriman dari Banyuwangi, Jawa Timur menurut Marlinda hal itu sejatinya harus dibicarakan dan dikordinasikan juga dengan Pemda Banyuwangi untuk ikut mencarikan solusinya, dan bukan sekedar saling menuduh. Pasalnya, tidak tertutup kemungkinan banyaknya sampah di Pantai Kuta itu juga akan berakibat pada penurunan jumlah wisatawan di pantai tersebut, serta Bali pada umumnya. Penurunan wisawatan itu juga berdampak bagi daerah-daerah lain sekitar Bali, seperti Jawa Timur.

"Tidak bisa dipungkiri, perekonomian Bali juga ikut menopang atau menghidupkan pariwisata daerah sekitarnya seperti Jawa Timur. Sebut saja ketika ada peristiwa bom di Bali beberapa waktu silam, terjadi penurunan wisatawan di Bali, dan ini tidak hanya berdampak bagi masyarakat Bali saja, tapi juga bagi seluruh wilayah Indonesia, khususunya daerah sekitar Bali, seperti Jawa Timur. Contohnya, pengrajin batik yang ikut merosot pendapatannya ketika itu. Oleh karena itu saya berharap agar segera dilakukan kordinasi antara Kementerian Pariwisata, Pemda Bali, Pemda Banyuwangi atau Pemda Jawa Timur untuk segera mencari solusi atas peristiwa ini. Tidak hanya itu, perlunya sosialisasi akan kesadaran wisata bahwa Bali adalah icon Indonesia dan destinasi pariwisata dunia yang harus dijaga oleh seluruh masyarakat Indonesia, tidak hanya masyarakat Bali saja," pungkas Linda.(ayu/sc/DPR/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Sampah
 
  Legislator Sayangkan Adanya Ribuan Ton Sampah Plastik di Pantai Kuta
  Pemprov DKI akan Membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Sunter
  Hasil Audit Sampah Plastik di Indonesia #BreakFreeFromPlastic
  Koalisi Tegaskan Pengelolaan Sampah Nasional Harus Holistik
  Mengolah Sampah dengan Teknologi Zero Waste
 
ads

  Berita Utama
Ketua DPR Tegaskan Tidak Ada Fraksi DPR Setujui LGBT

Musim Pilkada di Daerah, BUMD Terancam Jadi 'ATM'

Satu Lagi Janji Ditunaikan: Ini Syarat untuk Miliki Rumah DP Nol Rupiah

Tambang Minyak, Mineral dan Batubara Jangan Dijadikan Komoditas Politik

 

  Berita Terkini
 
Pemerintah Diminta Prioritaskan Pengangkatan Tenaga Honorer Jadi PNS

Komisi IV Minta Kementerian KLH Buat Skala Prioritas Perubahan Peruntukan DPCLS

Impor Garam Tanpa Rekomendasi KKP Melanggar Undang-Undang

Negara Harus Tegas Tolak Perilaku LGBT

Jual Nama Jaksa, Staf Kejaksaan Dituding Nipu Orang Tua Terdakwa Rp100 Juta

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2