Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
Peran Perempuan Berantas Korupsi
SURABAYA, Berita HUKUM - Ratusan perempuan menyimak paparan yang disampaikan Wakil Ketua KPK Adnan P

Kematian Musisi BB King Diselidiki Sebagai Pembunuhan
LAS VEGAS, Berita HUKUM - Polisi memulai penyelidikan terhadap kematian legenda musik blues, BB King

Hampir Separuh Warga Dunia Terhubung Internet Akhir 2015
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Hampir separuh penduduk dunia akan menggunakan internet pada akhir t

Pesawat Tenaga Surya Coba Lintasi Samudera Pasifik
CINA, Berita HUKUM - Setelah sukses mencapai Cina dari Uni Emirat Arab, pesawat tenaga surya Solar I

KPK: Kasus Hadi Poernomo Tetap Berlanjut
JAKARTA, Berita HUKUM - KPK tetap melanjutkan penyidikan dugaan korupsi penerimaan seluruh permohona

Inilah Kekacauan Baru Oligarki Kekuasaan yang Akan Diciptakan Jokowi
JAKARTA, Berita HUKUM - Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla akan kembali berhadapan dengan ‘kekacau

Menkes Nila Melantik Surya Chandra Surapaty sebagai Kepala BKKBN
JAKARTA, Berita HUKUM - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek hari ini melantik dr. Surya Chandra Surapat

Mahasiswa Dibohongi Jokowi Bukan Hal Baru
JAKARTA, Berita HUKUM - Penyataan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang mera

   

  Berita Terkini >>
   
Peran Perempuan Berantas Korupsi
Kematian Musisi BB King Diselidiki Sebagai Pembunuhan
Hampir Separuh Warga Dunia Terhubung Internet Akhir 2015
Pesawat Tenaga Surya Coba Lintasi Samudera Pasifik
KPK: Kasus Hadi Poernomo Tetap Berlanjut
Inilah Kekacauan Baru Oligarki Kekuasaan yang Akan Diciptakan Jokowi

Untitled Document



  Berita Utama >
   
Inilah Kekacauan Baru Oligarki Kekuasaan yang Akan Diciptakan Jokowi
Menkes Nila Melantik Surya Chandra Surapaty sebagai Kepala BKKBN
Pimpinan KPK Minta Perlindungan Hukum ke MK
Sudah Ratusan WNA Ditangkap, Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Jakarta Dijadikan Markas Penipu Online
Jelang ‪#‎Muktamar47‬ PP Muhammadiyah, Keluarkan Maklumat ! Menolak Kebijakan BBM Pemerintah
Ical Bawa Nama JK, Agung Tidak Peduli!

SPONSOR & PARTNERS



















Peradilan    
 
Kasus Import Daging
LHI Dijanjikan Rp 40 Miliar Untuk Muluskan Kouta Impor Daging Sapi
Wednesday 24 Apr 2013 13:03:05
 
Juard Effendy (depan) dan Arya Abdi Effendi, terdakwa suap impor daging sapi saat akan menjalani sidang perdana di Pengdailan Tipikor Jakarta, Rabu (24/4).(Foto: BeritaHUKUM.com/din)
JAKARTA, Berita HUKUM - Luthfi Hasan Ishaaq (LHI), mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan tersangka kasus dugaan suap kuota impor daging sapi dijanjikan uang Rp 40 miliar oleh perusahaan importir PT Indoguna Utama. Uang itu untuk memuluskan kuota impor daging sapi pada perusahaan tersebut.

Pernyataan itu diungkapkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang perdana dua tersangka dari PT Indoguna Utama yakni Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi di Pengdailan Tipikor Jakarta, Rabu (24/4).

M Rum, JPU yang membacakan dakwaan dua tersangka itu mengatakan bahwa PT Indoguna memberikan janji pada Luthfi Hasan.

"Memberi atau menjanjikan sesuatu dari seluruh uang yang dijanjikan Rp 40 miliar kepada Lutfhi selaku anggota Komisi I DPR RI periode 2009-2014, yang juga menjabat sebagai Presiden PKS melalui Ahmad Fathanah, agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu," katanya.

Pemberian uang dan janji itu dapat mempengaruhi pejabat Kementerian Pertanian (Kementan) terkait proyek kuota pengurusan impor daging sapi agar bisa dilakukan oleh PT Indoguna Utama. Apalagi, yang menjabat Menteri Pertanian, Suswono berasal dari partai yang sama dengan Luthfi Hasan yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Janji itu agar mempengaruhi pejabat Kementan untuk kuota pengurusan impor daging sapi, agar dilakukan oleh PT Indoguna," tambahnya.

Mengenai pertemuan di Medan antara Luthfi Hasan, Suswono, dan Dirut PT Indoguna Utama yakni Maria Elisabeth Liman, KPU menyatakan pertemuan itu membahas kuota impor daging sapi.

"Pertemuan dilakukan di kamar Luthfi Hasan Ishaaq di nomor 9006 Hotel Aryaduta Medan. Peretmuan itu dilakukan lima orang yakni Maria Elisabeth Liman, Ahmad Fatnah, Lutfi Hasan, Suswono, dan Suharno," tambah JPU lainnya, Surya Nelli.(bhc/din)


Bookmark and Share

   Berita Terkait Kasus Import Daging

MA Tambah Hukuman Luthfi Hasan Ishaaq Jadi 18 Tahun
Suap Import Daging, Maria Elizabeth Divonis 2 Tahun 3 Bulan Penjara
Suap LHI, Maria Elizabeth Liman Dituntut 4,5 Tahun Bui
Kasus Suap Impor Daging, KPK Tahan Maria Elisabeth Liman
Luthfi Hasan Ishaaq Divonis 16 Tahun Penjara
Jelang Vonis, Luthfi: Saya Hanya Berharap yang di Atas
 
 
   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com