Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Virus Corona
Krisis Ekonomi Akibat Covid-19: IMF Perkirakan 'Luka Ekonomi' karena Krisis Global Akibat Pandemi Lebih Buruk dari Perkiraan
2020-06-26 06:23:06
 

Seorang warga terdampak pandemi Covid-19 memperlihatkan uangnya kepada petugas untuk difoto sebagai tanda bukti saat pengambilan bantuan sosial (bansos) Dana Desa di Desa Papar, Kediri, Jawa Timur, Mei lalu.(Foto: ANTARA FOTO)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan pandemi virus corona merusak ekonomi dunia lebih buruk dari angka perkiraan yang dikeluarkan sebelumnya.

IMF kini memprediksi output ekonomi dunia tahun ini akan menyusut hampir 5%, atau hampir 2% lebih buruk dari perkiraan yang dirilis pada bulan April.

Dalam laporan terbaru yang dikeluarkan pada Rabu (24/06), disebutkan dengan penurunan maka dunia bakal kehilangan output ekonomi senilai US$12 triliun selama dua tahun.

China adalah satu-satunya negara besar yang diperkirakan akan tetap mencatat pertumbuhan walaupun hanya 1% tahun ini, sementara sejumlah negara Eropa Barat, termasuk Inggris dan Prancis, diperkirakan akan mengalami penyusutan lebih dari 10%, sebagaimana dilaporkan oleh wartawan BBC urusan ekonomi, Andrew Walker.

Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, sudah memperingatkan bahwa berbagai peristiwa telah menggugurkan perkiraan versi bulan April. Ditambahkan arah perekonomian global kini lebih buruk.<

Tak biasa

Perkiraan yang suram itu antara lain mencerminkan kenyataan bahwa data sejak April menunjukkan penurunan lebih tajam dibanding perkiraan sebelumnya.

Namun IMF memperkirakan konsumsi konsumen akan sangat terpengaruh. Laporan IMF menggarisbawahi bahwa ada sesuatu yang tidak biasa dalam tren penurunan ini.



Kristalina Georgieva, IMF,virus coronaHak atas fotoAFP
Image captionDirektur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, mengatakan secara umum arah perekonomian global tahun ini lebih buruk.

Biasanya konsumen menggunakan tabungan, atau mendapat bantuan dari keluarga dan sistem jaminan sosial untuk mengurangi fluktuasi pengeluaran.

Penurunan ekonomi biasanya berpengaruh lebih kecil terhadap konsumsi konsumen dibanding terhadap investasi bisnis, lapor Andrew Walker.

Tetapi kali ini, karantina wilayah dan jaga jarak secara sukarela karena masyarakat khawatir tertular virus corona menyebabkan permintaan turun.

Pedagang kaki lima, Italia, virus coronaHak atas fotoEPA/GIUSEPPE LAMI
Image captionSeorang pedagang makanan kaki lima di Italia menggelar unjuk rasa untuk menuntut bantuan ekonomi agar usaha makanan kaki lima bisa bertahan.

Menurut IMF, warga diperkirakan akan lebih banyak "menabung untuk jaga-jaga", mengurangi konsumsi karena masa depan yang tidak menentu.

Laporan IMF juga memperingatkan kemungkinan timbulnya "luka" ekonomi. Dengan adanya lebih banyak perusahaan yang bangkrut dan orang lebih lama menganggur maka lebih sulit bagi roda perekonomian untuk menggelinding lebih cepat sebagaimana diharapkan.

Penurunan dramatis

Kontraksi terbesar dalam kegiatan ekonomi tahun ini, menurut IMF, terjadi di negara-negara maju khususnya di Eropa. Inggris kemungkinan besar masuk kategori salah satu yang terburuk.

Bagi 16 negara yang secara khusus dijabarkan perkiraannya oleh IMF, terjadi penurunan tahun ini dibanding proyeksii bulan April.

Warga di Beijng, ekonomi China, virus corona.Hak atas fotoROMAN PILIPEY/EPA
Image captionKarantina wilayah di China karena pandemi Covid-19 menyebabkan pengangguran dan membuat perekonomian menyusut.

Perubahan terbesar diperkirakan akan dialami India.

IMF sebelumnya memperkirakan India akan mengalami pertumbuhan jauh lebih lamban, tetapi tetap tumbuh. Sekarang India diperkirakan akan mengalami kontraksi tajam 4,5%.

Dari 16 negara yang disertai analisis, satu-satunya negara yang diperkirakan akan tetap tumbuh adalah China, tetapi hanya 1% yang tetap mencerminkan penurunan dramatis.

Penilaian Dana Moneter Internasional ini sekali lagi menunjukkan dampak ekonomi yang sangat buruk akibat dari pandemi virus corona dan langkah-langkah yang ditempuh untuk mengatasinya.(BBC/bh/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Wakapolri Ditunjuk Jadi Wakil Ketua Pelaksana II Penanganan Covid-19 dan PEN

Wahh Parah! Data Penerima Bansos Ternyata Belum Di-Update Sejak 2015

Muncul Skenario Anies-AHY 2024, Politikus Demokrat: Pasangan Yang Saling Melengkapi

Dampak Resesi Dunia, Gus Jazil: Kita Beli Produk Lokal dari UMKM

 

ads2

  Berita Terkini
 
Terungkap!! Dalang Pembunuhan Warga Negara Taiwan Juga Janjikan 'Tugas Lain'

Sesalkan Jokowi Teken PP 41/2020, PKS: Bisa Gerus Independensi KPK!

Siapa Agnes Chow, Aktivis Perempuan yang Disebut 'Mulan yang Asli' dan 'Dewi Demokrasi'?

Terjerat UU Tindak Pidana Korupsi, Jaksa Pinangki Terancam Hukuman Maksimal 5 Tahun Penjara

PA 212: Sebaran Baliho Habib Rizieq Bentuk Perlawanan Pada Neo PKI

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2