Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
Perempuan Indonesia Miliki Tantangan 3 Besar Saat Rambah Dunia Usaha
JAKARTA, Berita HUKUM - Pemerintah diminta membuat kebijakan yang bisa mendorong kaum perempuan untu

Kemenpora Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H
JAKARTA, Berita HUKUM - Menpora Imam Nahrawi bersama jajaran Eselon I dan II di Kementerian Pemuda d

Laba BNI Syariah Mengalami Kenaikan Tajam Sebesar 39 Persen
JAKARTA, Berita HUKUM - PT. Bank BNI Syariah (BNI Syariah) mencatat kenaikan laba bersih sebesar Rp1

Tiga Menteri Sepakati Kemudahan Izin Usaha Mikro Kecil
JAKARTA, Berita HUKUM - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, dan Me

Pemburu Harta Karun Temukan Emas Batangan Ratusan Miliar
FLORIDA, Berita HUKUM - Seorang pemburu harta karun yang menemukan emas batangan dari reruntuhan kap

Antri Eksekusi Mati, Napi Nigeria Ini Masih Aktif Transaksi Narkoba
JAKARTA, Berita HUKUM - Jaringan narkotika yang dikendalikan dari balik penjara masih marak. Silvest

Melewati 100 Hari Kerja Kemensos
JAKARTA, Berita HUKUM - Banyak catatan yang diutarakan oleh Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa

Anis Matta: PKS Siap Dukung Jokowi, Asal..
JAKARTA, Berita HUKUM - Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, P

   

  Berita Terkini >>
   
Perempuan Indonesia Miliki Tantangan 3 Besar Saat Rambah Dunia Usaha
Kemenpora Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H
Laba BNI Syariah Mengalami Kenaikan Tajam Sebesar 39 Persen
Tiga Menteri Sepakati Kemudahan Izin Usaha Mikro Kecil
Pemburu Harta Karun Temukan Emas Batangan Ratusan Miliar
Antri Eksekusi Mati, Napi Nigeria Ini Masih Aktif Transaksi Narkoba

Untitled Document



  Berita Utama >
   
Perempuan Indonesia Miliki Tantangan 3 Besar Saat Rambah Dunia Usaha
Laba BNI Syariah Mengalami Kenaikan Tajam Sebesar 39 Persen
Adian Husaini: 'Tersenyumlah Pak Prabowo, Anda Telah Menang'
Cara Unik Masyarakat Dukung KPK
Menteri ESDM Harus Keluarkan Juknis untuk Implementasi PP No.70 2009
Turning Target 25 Tahun Cemeti: Menafsir Jejak, Mengkritisi untuk Nanti

SPONSOR & PARTNERS



















Internasional    
 
Korea Utara
Korea Utara Gelorakan Perang Nuklir
Wednesday 27 Mar 2013 19:25:25
 
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.(Foto: Ist)
KOREA UTARA, Berita HUKUM - Keinginan menggelar perang nuklir seperti benar-benar menancap di dada para pemimpin Korea Utara, setelah mereka menyatakan kesiapannya menggempur Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Kantor Kementerian Luar Negeri Korea Utara dalam sebuah pernyataan, Rabu (27/3), menyatakan, negaranya akan terus menginformasikan kepada Dewan Keamanan PBB mengenai situasi terkini, terutama soal perang.

"Setelah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Luar Negeri, negara Demokratik Korea secara terbuka menginformasikan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa Semenanjung Korea sekarang dalam kondisi perang nuklir yang kian mendidih," demikian bunyi pernyataan Kementerian. "Ini disebabkan oleh provokasi Amerika Serikat dan Korea Selatan."

Pyongyang menyatakan, militernya akan menempatkan unit-unit artilerinya di seluruh wilayah, termasuk unit artileri jarak jauh dan unit roket strategis ke dalam posisi tugas tempur guna menggempur sasaran musuh di Amerika Serikat, beberapa pangkalan militernya, Hawaii, dan Guam.

Retorika yang digelorakan Korea Utara mendapatkan perhatian penuh dari sekutu dekatnya, Cina. Negeri Tirai Bambu ini mengatakan, situasinya saat ini "sensitif."

Seperti dikutip dari tempo.co, Dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera, Leonid Petrov, ahli Korea di Universitas Nasional Australia di Sydney, mengatakan, "Utara sengaja mencari perhatian dari masyarakat internasional karena posisinya terpojok." Rezim Korea Utara, Petrov menjelaskan, menginginkan rakyat bersatu di belakang pemimpin muda Kim Jung-un.

Namun Petrov ragu Korea Utara akan melakukan serangan terlebih dahulu. "Kemampuan negeri itu terbatas untuk menggempur sasaran di Amerika Serikat," kata Petrov. Tetapi, jika sesuatu terjadi, ia menjelaskan lagi, antara Korea Utara dan Amerika Serikat, "Korea Selatan benar-benar akan menderita."

Korea Selatan dan Amerika Serikat, belum lama ini, meningkatkan latihan militer bersama hingga April 2013. Latihan tersebut dianggap oleh Korea Utara sebagai bentuk provokasi perang dari Washington, termasuk dengan cara mengerahkan pesawat pengebom B-52.(tmp/bhc/rby)


Bookmark and Share

   Berita Terkait Korea Utara

Korut Ancam akan Serang Amerika Serikat
Kim Jong-Un 'Tampil' di Depan Umum
Korea Selatan dan Utara Saling Tembak
Kapal Korsel dan Korut Lepas Tembakan
Korea Utara Kembali Uji Coba Rudal
Dua Korea Saling Lepas Tembakan
 
 
   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com