Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Korea Utara
Korea Utara Gelorakan Perang Nuklir
Wednesday 27 Mar 2013 19:25:25
 

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.(Foto: Ist)
 
KOREA UTARA, Berita HUKUM - Keinginan menggelar perang nuklir seperti benar-benar menancap di dada para pemimpin Korea Utara, setelah mereka menyatakan kesiapannya menggempur Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Kantor Kementerian Luar Negeri Korea Utara dalam sebuah pernyataan, Rabu (27/3), menyatakan, negaranya akan terus menginformasikan kepada Dewan Keamanan PBB mengenai situasi terkini, terutama soal perang.

"Setelah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Luar Negeri, negara Demokratik Korea secara terbuka menginformasikan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa Semenanjung Korea sekarang dalam kondisi perang nuklir yang kian mendidih," demikian bunyi pernyataan Kementerian. "Ini disebabkan oleh provokasi Amerika Serikat dan Korea Selatan."

Pyongyang menyatakan, militernya akan menempatkan unit-unit artilerinya di seluruh wilayah, termasuk unit artileri jarak jauh dan unit roket strategis ke dalam posisi tugas tempur guna menggempur sasaran musuh di Amerika Serikat, beberapa pangkalan militernya, Hawaii, dan Guam.

Retorika yang digelorakan Korea Utara mendapatkan perhatian penuh dari sekutu dekatnya, Cina. Negeri Tirai Bambu ini mengatakan, situasinya saat ini "sensitif."

Seperti dikutip dari tempo.co, Dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera, Leonid Petrov, ahli Korea di Universitas Nasional Australia di Sydney, mengatakan, "Utara sengaja mencari perhatian dari masyarakat internasional karena posisinya terpojok." Rezim Korea Utara, Petrov menjelaskan, menginginkan rakyat bersatu di belakang pemimpin muda Kim Jung-un.

Namun Petrov ragu Korea Utara akan melakukan serangan terlebih dahulu. "Kemampuan negeri itu terbatas untuk menggempur sasaran di Amerika Serikat," kata Petrov. Tetapi, jika sesuatu terjadi, ia menjelaskan lagi, antara Korea Utara dan Amerika Serikat, "Korea Selatan benar-benar akan menderita."

Korea Selatan dan Amerika Serikat, belum lama ini, meningkatkan latihan militer bersama hingga April 2013. Latihan tersebut dianggap oleh Korea Utara sebagai bentuk provokasi perang dari Washington, termasuk dengan cara mengerahkan pesawat pengebom B-52.(tmp/bhc/rby)



 

 
   Berita Terkait > Korea Utara
 
  Militer AS 'Mendeteksi Korut Lakukan Uji Rudal Balistik yang Gagal'
  Korea Selatan Ancam Bumihanguskan Pyongyang
  Kim Jong-un Klaim Korut Segera Uji Hulu Ledak Nuklir
  Korut Tembakkan 2 Rudal Balistik Jarak Pendek
  Obama Jatuhkan Sanksi terhadap Korea Utara
 
ads

  Berita Utama
Tim Advokasi Saksi Mengklarifikasi dan Mencounter Informasi Beredar Kasus Terdakwa Ahok

Makan Siang dengan Presiden Joko Widodo, Haedar Sampaikan Masalah Mendesak

Fahri Hamzah Siap Jadi Pengusul untuk Gulirkan Pansus Makar

Satu dari Tiga Pelaku Perampok Uang Setoran SPBU Tewas di Dor

 

  Berita Terkini
 
PP 72/2016 Menggunting Pengawasan DPR pada Kementerian BUMN

Proyek Kementerian PUPR Rp 98 Milyar di Long Apari Terhambat Diduga Berbau Korupsi

Tim Advokasi Saksi Mengklarifikasi dan Mencounter Informasi Beredar Kasus Terdakwa Ahok

Kenaikan Tarif Administrasi STNK dan BPKB Timbulkan Efek Luas

Usai Debat, Cagub Agus Yudhoyono 'Stage Diving' Lagi

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 4
Cilandak - Jakarta Selatan 12430
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Info iklan | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2