Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
RSIA Ibnu Sina Jalin Kerjasama dengan Majelis Taklim Telkomsel
JAKARTA, Berita HUKUM - Dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan yang optimal khususnya kepada mas

Anggota Komisi IX DPR RI Bersilaturahmi dengan Kader Partai Gerindra
ACEH, Berita HUKUM - Teungku Khaidir S.Ip dari Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia

PT Bumi Flora 'Perbudak' Pekerja Tanpa Bayar Upah, Disnaker Terkesan Tutup Mata
ACEH, Berita HUKUM - 'Perbudakan' buruh kembali terjadi di kabupaten Aceh Timur, Aceh. Hal ini dilak

Fahri Hamzah: Menteri Jangan Ikut Campur Urusan Baju!
JAKARTA, Berita HUKUM - Belum usai polemik atas penjualan Gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negar

Gandeng KPK, Kementerian Luar Negeri Buktikan Komitmen Antikorupsi
JAKARTA, Berita HUKUM - Sekali merengkuh dayung, dua-tiga pulau terlampaui. Kira-kira, begitulah pri

Tim Horas USU Minta Gubsu Segara Cairkan Janji Dana Hibah 500 Juta
MEDAN, Berita HUKUM - Prestasi Tim Horas USU patut diapreasiasi apalagi telah menyabet juara 1 dan j

Jokowi, Hebohisme, dan Ironi-ironi
Oleh: Edy Mulyadi

DUNIA sudah mengenal berbagai macam isme. Ada kapitalisme, sosialisme, liberali

Mekanisme Pengangkatan Wagub Menjadi Gubernur dalam Perpu Pilkada kembali Digugat
JAKARTA, Berita HUKUM - Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemi

   

  Berita Terkini >>
   
RSIA Ibnu Sina Jalin Kerjasama dengan Majelis Taklim Telkomsel
Anggota Komisi IX DPR RI Bersilaturahmi dengan Kader Partai Gerindra
PT Bumi Flora 'Perbudak' Pekerja Tanpa Bayar Upah, Disnaker Terkesan Tutup Mata
Fahri Hamzah: Menteri Jangan Ikut Campur Urusan Baju!
Gandeng KPK, Kementerian Luar Negeri Buktikan Komitmen Antikorupsi
Tim Horas USU Minta Gubsu Segara Cairkan Janji Dana Hibah 500 Juta

Untitled Document



  Berita Utama >
   
PT Bumi Flora 'Perbudak' Pekerja Tanpa Bayar Upah, Disnaker Terkesan Tutup Mata
Fahri Hamzah: Menteri Jangan Ikut Campur Urusan Baju!
Mekanisme Pengangkatan Wagub Menjadi Gubernur dalam Perpu Pilkada kembali Digugat
Pemko Langsa 'Picik' Setiap Turun Hujan Air Membanjiri Rumah Warga
KPK Temukan Kelemahan Sistem pada BPJS Ketenagakerjaan
Transportasi Publik Belum Memadai, Terburu-buru Larang Motor Melintas Jl Thamrin

SPONSOR & PARTNERS



















Internasional    
 
Korea Utara
Korea Utara Gelorakan Perang Nuklir
Wednesday 27 Mar 2013 19:25:25
 
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.(Foto: Ist)
KOREA UTARA, Berita HUKUM - Keinginan menggelar perang nuklir seperti benar-benar menancap di dada para pemimpin Korea Utara, setelah mereka menyatakan kesiapannya menggempur Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Kantor Kementerian Luar Negeri Korea Utara dalam sebuah pernyataan, Rabu (27/3), menyatakan, negaranya akan terus menginformasikan kepada Dewan Keamanan PBB mengenai situasi terkini, terutama soal perang.

"Setelah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Luar Negeri, negara Demokratik Korea secara terbuka menginformasikan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa Semenanjung Korea sekarang dalam kondisi perang nuklir yang kian mendidih," demikian bunyi pernyataan Kementerian. "Ini disebabkan oleh provokasi Amerika Serikat dan Korea Selatan."

Pyongyang menyatakan, militernya akan menempatkan unit-unit artilerinya di seluruh wilayah, termasuk unit artileri jarak jauh dan unit roket strategis ke dalam posisi tugas tempur guna menggempur sasaran musuh di Amerika Serikat, beberapa pangkalan militernya, Hawaii, dan Guam.

Retorika yang digelorakan Korea Utara mendapatkan perhatian penuh dari sekutu dekatnya, Cina. Negeri Tirai Bambu ini mengatakan, situasinya saat ini "sensitif."

Seperti dikutip dari tempo.co, Dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera, Leonid Petrov, ahli Korea di Universitas Nasional Australia di Sydney, mengatakan, "Utara sengaja mencari perhatian dari masyarakat internasional karena posisinya terpojok." Rezim Korea Utara, Petrov menjelaskan, menginginkan rakyat bersatu di belakang pemimpin muda Kim Jung-un.

Namun Petrov ragu Korea Utara akan melakukan serangan terlebih dahulu. "Kemampuan negeri itu terbatas untuk menggempur sasaran di Amerika Serikat," kata Petrov. Tetapi, jika sesuatu terjadi, ia menjelaskan lagi, antara Korea Utara dan Amerika Serikat, "Korea Selatan benar-benar akan menderita."

Korea Selatan dan Amerika Serikat, belum lama ini, meningkatkan latihan militer bersama hingga April 2013. Latihan tersebut dianggap oleh Korea Utara sebagai bentuk provokasi perang dari Washington, termasuk dengan cara mengerahkan pesawat pengebom B-52.(tmp/bhc/rby)


Bookmark and Share

   Berita Terkait Korea Utara

Kim Jong-Un 'Tampil' di Depan Umum
Korea Selatan dan Utara Saling Tembak
Kapal Korsel dan Korut Lepas Tembakan
Korea Utara Kembali Uji Coba Rudal
Dua Korea Saling Lepas Tembakan
Korea Utara ingin Rekonsiliasi dengan Selatan
 
 
   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com