Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
Mantan GAM di Gunung Halimon akan Kibarkan Merah Putih Raksasa
ACEH, BeritaHUKUM - Mantan Menteri Pertahanan Gerarakan Aceh Merdeka (GAM) Zakaria Saman dan TNI mej

Gerindra: 'Dulu Katanya Panggil Programmer 2 Minggu Selesai, Kenapa Sekarang Harus Minta Bantuan Singapura?'
JAKARTA, Berita HUKUM - Keputusan pemerintah menandatangani MoU E-Government dengan Singapura mengun

Kasad Jenderal TNI Mulyono Serahkan Jabatan Pangkostrad Kepada Mayjen TNI Edy Rahmayadi
DEPOK, Berita HUKUM - Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono secara resmi menyerahkan j

Lanud Halim Perdanakusuma Resmi Bentuk 'KOPEL' Olahraga Satuan
JAKARTA, Berita HUKUM - Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Umar Sugeng Hariyono, S.IP.,S.

Kebakaran PT Mandom, Said Iqbal: Indikasinya Lalai dan Kurang Peduli Program K3
JAKARTA, Berita HUKUM - Kebakaran hebat hingga menewaskan banyak pekerja di pabrik PT Mandom Indones

Taliban Memiliki Pemimpin Baru
AFGHANISTAN, Berita HUKUM - Sumber yang dekat dengan pemimpin Taliban Afghanistan mengatakan bahwa k

Amnesty International Tuduh Israel 'Melakukan Kejahatan Perang'
ISRAEL, Berita HUKUM - Kelompok pegiat hak asasi manusia Amnesty International menyatakan mereka mem

827 Pasangan Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Telah Terdaftar
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan update data pendaftaran pasangan calon

   

  Berita Terkini >>
   
Mantan GAM di Gunung Halimon akan Kibarkan Merah Putih Raksasa
Gerindra: 'Dulu Katanya Panggil Programmer 2 Minggu Selesai, Kenapa Sekarang Harus Minta Bantuan Singapura?'
Kasad Jenderal TNI Mulyono Serahkan Jabatan Pangkostrad Kepada Mayjen TNI Edy Rahmayadi
Lanud Halim Perdanakusuma Resmi Bentuk 'KOPEL' Olahraga Satuan
Kebakaran PT Mandom, Said Iqbal: Indikasinya Lalai dan Kurang Peduli Program K3
Taliban Memiliki Pemimpin Baru

Untitled Document



  Berita Utama >
   
Mantan GAM di Gunung Halimon akan Kibarkan Merah Putih Raksasa
Gerindra: 'Dulu Katanya Panggil Programmer 2 Minggu Selesai, Kenapa Sekarang Harus Minta Bantuan Singapura?'
Kebakaran PT Mandom, Said Iqbal: Indikasinya Lalai dan Kurang Peduli Program K3
BMKG: Kekeringan karena Dampak El Nino Sudah Mencapai Moderate
Sikap Menteri BUMN Rini Terkait Perpanjang Konsesi JICT Dipertanyakan
Agar Tak Bebankan Rakyat, Peraturan Soal Denda Iuran BPJS Kesehatan Perlu Direvisi

SPONSOR & PARTNERS



















Internasional    
 
Korea Utara
Korea Utara Gelorakan Perang Nuklir
Wednesday 27 Mar 2013 19:25:25
 
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.(Foto: Ist)
KOREA UTARA, Berita HUKUM - Keinginan menggelar perang nuklir seperti benar-benar menancap di dada para pemimpin Korea Utara, setelah mereka menyatakan kesiapannya menggempur Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Kantor Kementerian Luar Negeri Korea Utara dalam sebuah pernyataan, Rabu (27/3), menyatakan, negaranya akan terus menginformasikan kepada Dewan Keamanan PBB mengenai situasi terkini, terutama soal perang.

"Setelah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Luar Negeri, negara Demokratik Korea secara terbuka menginformasikan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa Semenanjung Korea sekarang dalam kondisi perang nuklir yang kian mendidih," demikian bunyi pernyataan Kementerian. "Ini disebabkan oleh provokasi Amerika Serikat dan Korea Selatan."

Pyongyang menyatakan, militernya akan menempatkan unit-unit artilerinya di seluruh wilayah, termasuk unit artileri jarak jauh dan unit roket strategis ke dalam posisi tugas tempur guna menggempur sasaran musuh di Amerika Serikat, beberapa pangkalan militernya, Hawaii, dan Guam.

Retorika yang digelorakan Korea Utara mendapatkan perhatian penuh dari sekutu dekatnya, Cina. Negeri Tirai Bambu ini mengatakan, situasinya saat ini "sensitif."

Seperti dikutip dari tempo.co, Dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera, Leonid Petrov, ahli Korea di Universitas Nasional Australia di Sydney, mengatakan, "Utara sengaja mencari perhatian dari masyarakat internasional karena posisinya terpojok." Rezim Korea Utara, Petrov menjelaskan, menginginkan rakyat bersatu di belakang pemimpin muda Kim Jung-un.

Namun Petrov ragu Korea Utara akan melakukan serangan terlebih dahulu. "Kemampuan negeri itu terbatas untuk menggempur sasaran di Amerika Serikat," kata Petrov. Tetapi, jika sesuatu terjadi, ia menjelaskan lagi, antara Korea Utara dan Amerika Serikat, "Korea Selatan benar-benar akan menderita."

Korea Selatan dan Amerika Serikat, belum lama ini, meningkatkan latihan militer bersama hingga April 2013. Latihan tersebut dianggap oleh Korea Utara sebagai bentuk provokasi perang dari Washington, termasuk dengan cara mengerahkan pesawat pengebom B-52.(tmp/bhc/rby)


Bookmark and Share

   Berita Terkait Korea Utara

Aktivis Perdamaian Gelar Aksi di Zona Demiliterisasi Korea
Korut Klaim Sanggup Ciptakan Hulu Ledak Nuklir untuk Rudal
Korut Luncurkan Rudal dari Kapal Selam
Kim Jong-Un Mendaki Gunung Tertinggi di Korea Utara
Korut Ancam akan Serang Amerika Serikat
Kim Jong-Un 'Tampil' di Depan Umum
 
 
   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com