Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
Garnier Pure Active Gandeng Sheryl Sheinafia Jadi Brand Ambassadornya
JAKARTA, Berita HUKUM - Dalam kesempatan kali ini, Garnier mengumumkan salah satu aktris dengan seg

Budi Waseso: Masih Ada 67 Kasus Korupsi, Saya Minta Usut!
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisaris Jenderal Budi Waseso menyebut, masih ada 67 kasus korupsi yang dat

Gubernur Didesak Evaluasi Kinerja Kadis Sosial Aceh
ACEH, Berita HUKUM - Solidaritas untuk Rakyat Daerah Terpencil (SuRaDT) menilai kinerja kepala dinas

Perempuan PKS Dorong Pengentasan Kemiskinan di Forum Internasional ICAPP Azerbaijan
JAKARTA, Berita HUKUM - Para politisi dan pimpinan partai perlu memiliki komitmen yang kuat dalam me

Silaturahmi KMP dan Perkenalan Jajaran Baru DPP PKS
JAKARTA, Berita HUKUM - Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) di Jl. T.B S

Tak Ada Kata Cuti untuk Tetap Memikirkan Masalah Sosial Bangsa
JAKARTA, Berita HUKUM - Sebuah tradisi baru dimulai oleh Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, anggota F

Masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) Harus Diperketat
JAKARTA, Berita HUKUM - Serbuan tenaga kerja asing (TKA) yang masuk ke Indonesia membawa efek negat

Seluruh Fraksi DPR Sepakat Bahas RUU Paten
JAKARTA, Berita HUKUM - Seluruh fraksi di DPR RI menyetujui dibahasnya RUU Paten. Hal tersebut menja

   

  Berita Terkini >>
   
Garnier Pure Active Gandeng Sheryl Sheinafia Jadi Brand Ambassadornya
Budi Waseso: Masih Ada 67 Kasus Korupsi, Saya Minta Usut!
Gubernur Didesak Evaluasi Kinerja Kadis Sosial Aceh
Perempuan PKS Dorong Pengentasan Kemiskinan di Forum Internasional ICAPP Azerbaijan
Silaturahmi KMP dan Perkenalan Jajaran Baru DPP PKS
Tak Ada Kata Cuti untuk Tetap Memikirkan Masalah Sosial Bangsa

Untitled Document



  Berita Utama >
   
Budi Waseso: Masih Ada 67 Kasus Korupsi, Saya Minta Usut!
Silaturahmi KMP dan Perkenalan Jajaran Baru DPP PKS
Ini Pernyataan PPWI Terkait Penahanan 2 Jurnalis di Aceh
'Tak Ada Angin Tak Ada Hujan' PAN Bergabung ke Pemerintahan Jokowi-JK
'Selamatkan Perekonomian Indonesia, Pemerintah Harus Ambil Tindakan Non Konvensional'
Rachmawati Jadi Ketua Kehormatan Panitia Persiapan Reunifikasi Korea untuk Asia Pasifik

SPONSOR & PARTNERS



















Internasional    
 
Korea Utara
Korea Utara Gelorakan Perang Nuklir
Wednesday 27 Mar 2013 19:25:25
 
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.(Foto: Ist)
KOREA UTARA, Berita HUKUM - Keinginan menggelar perang nuklir seperti benar-benar menancap di dada para pemimpin Korea Utara, setelah mereka menyatakan kesiapannya menggempur Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Kantor Kementerian Luar Negeri Korea Utara dalam sebuah pernyataan, Rabu (27/3), menyatakan, negaranya akan terus menginformasikan kepada Dewan Keamanan PBB mengenai situasi terkini, terutama soal perang.

"Setelah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Luar Negeri, negara Demokratik Korea secara terbuka menginformasikan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa Semenanjung Korea sekarang dalam kondisi perang nuklir yang kian mendidih," demikian bunyi pernyataan Kementerian. "Ini disebabkan oleh provokasi Amerika Serikat dan Korea Selatan."

Pyongyang menyatakan, militernya akan menempatkan unit-unit artilerinya di seluruh wilayah, termasuk unit artileri jarak jauh dan unit roket strategis ke dalam posisi tugas tempur guna menggempur sasaran musuh di Amerika Serikat, beberapa pangkalan militernya, Hawaii, dan Guam.

Retorika yang digelorakan Korea Utara mendapatkan perhatian penuh dari sekutu dekatnya, Cina. Negeri Tirai Bambu ini mengatakan, situasinya saat ini "sensitif."

Seperti dikutip dari tempo.co, Dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera, Leonid Petrov, ahli Korea di Universitas Nasional Australia di Sydney, mengatakan, "Utara sengaja mencari perhatian dari masyarakat internasional karena posisinya terpojok." Rezim Korea Utara, Petrov menjelaskan, menginginkan rakyat bersatu di belakang pemimpin muda Kim Jung-un.

Namun Petrov ragu Korea Utara akan melakukan serangan terlebih dahulu. "Kemampuan negeri itu terbatas untuk menggempur sasaran di Amerika Serikat," kata Petrov. Tetapi, jika sesuatu terjadi, ia menjelaskan lagi, antara Korea Utara dan Amerika Serikat, "Korea Selatan benar-benar akan menderita."

Korea Selatan dan Amerika Serikat, belum lama ini, meningkatkan latihan militer bersama hingga April 2013. Latihan tersebut dianggap oleh Korea Utara sebagai bentuk provokasi perang dari Washington, termasuk dengan cara mengerahkan pesawat pengebom B-52.(tmp/bhc/rby)


Bookmark and Share

   Berita Terkait Korea Utara

Pasukan Korut Siaga Penuh, Korsel Siap Merespons
Aktivis Perdamaian Gelar Aksi di Zona Demiliterisasi Korea
Korut Klaim Sanggup Ciptakan Hulu Ledak Nuklir untuk Rudal
Korut Luncurkan Rudal dari Kapal Selam
Kim Jong-Un Mendaki Gunung Tertinggi di Korea Utara
Korut Ancam akan Serang Amerika Serikat
 
 
   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com