Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Korea Utara
Korea Utara Klaim Uji Coba 'Senjata Baru'
2019-04-20 07:24:08
 

Kim Jong-un menghadiri latihan terbang pesawat Angkatan Udara Korut pada 16 April.(Foto: Istimewa)
 
KOREA UTARA, Berita HUKUM - Korea Utara mengklaim telah menguji coba senjata model baru "yang dipandu secara taktis".

Klaim yang dirilis kantor berita Korea Utara, KCNA, itu tidak menjelaskan secara rinci. Yang jelas, sebagaimana disebutkan dalam laporan itu, senjata tersebut dipasangi "hulu ledak yang kuat".

Uji coba senjata ini merupakan yang pertama dilakukan Korut sejak Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menggelar pertemuan pada Februari lalu tanpa menghasilkan kesepakatan.

Analis bidang Korut, Ankit Pandam, menyebut klaim uji coba senjata dikemukakan Korut menyusul latihan militer AS-Korea Selatan yang baru digelar. Dia menilai hal itu dilakukan sebagai aksi balasan.

Apa klaim Korut?
Menurut KCNA, uji coba itu disaksikan Kim Jong-un.

Senjata itu, seperti dilaporkan KCNA, punya "mode panduan penerbangan yang unik". Ditambahkan, uji coba itu "dilakukan dalam berbagai mode penembakan dengan target yang berbeda".

Kim Jong-un mengatakan pengembangan senjata itu memiliki "makna yang sangat berarti dalam meningkatkan kekuatan tempur Tentara Rakyat".

Tiada rincian lain yang dipaparkan, termasuk jenis misil yang diluncurkan. Namun kata 'taktis' secara implisit bermakna senjata itu termasuk senjata dengan jangkauan pendek ketimbang rudal balistik jarak jauh yang dipandang AS sebagai ancaman.

Foto-foto satelit lokasi nuklir utama Korut pekan lalu menunjukkan ada pergerakan. Sejumlah pengamat menilai itu adalah indikasi bahwa Korut tengah memproses materi radioaktif menjadi bahan bakar bom.

Tahun lalu, Kim Jong-un mengatakan dirinya akan berhenti menguji coba nuklir dan meluncurkan rudal balistik antarbenua ketika kemampuan nuklir Pyongyang telah "diverifikasi".

Sebelumnya, Korut mengklaim telah mengembangkan bom nuklir yang sedemikian kecil sehingga dapat dimasukkan pada rudal jarak jauh serta rudal balistik yang berpotensi mencapai daratan AS.(BBC/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Polda Metro Jaya Bekuk Pengedar Narkoba Jaringan Malaysia-Batam-Jakarta

Willem Wandik: Usai Pulkam, Mahasiswa Harus Kembali Kuliah

Indonesia Darurat Asap, Presiden Segeralah Bertindak!

Jokowi Tolak Penyadapan KPK Seizin Pihak Eksternal, Padahal Memang Tak Ada di Draf Revisi UU KPK

 

  Berita Terkini
 
Korupsi Berkomplot Anggota DPRD Kaltim, KPADK Minta Jaksa Agung Periksa Kembali 6 Tersangka

Legislator Anggap Karhutla Sebagai Bentuk Kegagalan Pemerintah

Tolak Bantuan DKI Jakarta Atasi Karhutla, Warga Riau Sebut Pemprov Riau Sombong

Polda Metro Jaya Bekuk Pengedar Narkoba Jaringan Malaysia-Batam-Jakarta

Serangan Kilang Minyak Arab Saudi: AS Sebut Data Intelijen Menunjukkan Keterlibatan Iran

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2