Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Badai
Korban Tewas Akibat Tornado di AS Dikhawatirkan Melampaui 100 Orang
2021-12-14 05:41:55
 

Seorang penyintas mengumpulkan barang-barang tersisa dari sebuah rumah yang hancur di Mayfield.(Foto: GETTY IMAGES)
 
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Jumlah korban tewas akibat tornado yang melanda sejumlah kota di Kentucky, Amerika Serikat, bisa melampaui 100 orang, kata gubernur negara bagian tersebut.

Andy Beshear mengatakan tornado ini adalah yang paling mematikan dalam sejarah Negara Bagian Kentucky. Sejauh ini jumlah korban tewas yang dikonfirmasi telah mencapai sedikitnya 83 orang, termasuk belasan orang di sebuah pabrik lilin. Adapun 14 orang lainnya menjadi korban di empat negara bagian tetangga.

"Tiada yang masih berdiri di jalur yang dilalui tornado," kata Beshear.

Usaha pencarian korban terus dilakukan di enam wilayah negara bagian AS yang disapu tornado kencang dan menyebabkan setidaknya 83 orang tewas.

Belasan orang lain masih dinyatakan hilang dan seluruh kota hancur akibat sekitar 30 tornado pada Jumat (10/12).

Presiden Joe Biden telah menyatakan keadaan bencana di Kentucky, negara bagian yang terdampak paling parah.

Anggota kongres lokal, James Comer, yang bekerja dengan tim penyelamat di Kota Mayfield yang hancur mengatakan tornado kemarin adalah yang terlebar yang pernah dia lihat.

"Ini adalah kerusakan terparah yang disebabkan tornado yang pernah saya lihat seumur hidup. Kami sudah pernah melihat tornado sepanjang itu, tapi belum pernah ada yang selebar ini," kata dia.

Empat puluh orang diselamatkan dari sebuah pabrik lilin yang runtuh di Mayfield, namun 60 orang lainnya dinyatakan masih hilang. Sementara Gubernur Kentucky, Andy Beshear, yang telah mengunjungi lokasi, berkata sepertinya tidak mungkin menemukan korban selamat lagi.

"Setidaknya ada tumpukan besi sepanjang 2,5 meter dengan mobil-mobil di atasnya, bertong-tong bahan kimia juga ada di sana. Jika ada orang lain yang ditemukan hidup-hidup, itu adalah keajaiban," ujarnya.

Seorang karyawan di pabrik lilin itu meminta tolong di Facebook dari bawah reruntuhan, sementara suara teman-temannya mengerang kesakitan di belakangnya.
"Kami semua terperangkap, tolong, semuanya, panggilkan kami bantuan," kata Kyanna Parsons-Perez - yang kemudian berhasil diselamatkan - dalam tayangan di CNN.
Seorang warga Mayfield, Tony Meeker, menggambarkan momen saat tornado menghantam.

"Entah dari mana terdengar suara sirene, tak lama setelah itu telinga kami seperti copot. Maksud saya, sepertinya tekanan udara jatuh tiba-tiba. Dan rasanya seperti rumah kita akan terbang, terbawa angin," ujarnya.

"Semua terlihat seperti ada bom meledak. Saya tidak tahu bagaimana ada yang bisa bertahan hidup. Saya merasa buruk untuk mereka yang tidak bisa bertahan hidup atau terjebak. Saya yakin mereka merasa ketakutan."

Beshear berkata, tornado membumihanguskan semua tempat di sepanjang 365 km perjalannya, termasuk area Kota Dawson Spring.

"Satu blok dari rumah kakek-nenek saya, tidak ada lagi rumah yang berdiri dan kami tidak tahu di mana semua penduduknya," kata dia.







Aerial view of damage in Mayfield


SUMBER GAMBAR,REUTERS



Keterangan gambar,


Petugas mengatakan Mayfield sebagai "titik nol" angin puting beliung.




Angin puting beliung juga menjatuhkan salah satu gudang Amazon di Edwardsville, Illiois, menewaskan enam orang. Polisi berkata, mereka masih belum tahu berapa jumlah korban yang hilang.

Pendiri Amazon, Jeff Bezos, berkata "hatinya remuk" dan meminta dukungan dari masyarakat.

Presiden Biden menandatangani Deklarasi Darurat Bencana Federal, dan mengucurkan dana bantuan bagi Kentucky. Dia juga mengatakan jatuhnya korban tewas karena tornado ini adalah sebuah "tragedi".

Biden juga berkata tim dari badan kebencanaan Fema akan ke Kentucky pada Minggu untuk menyediakan bantuan, termasuk tempat tinggal sementara bagi mereka yang rumahnya hancur atau rusak parah.

Puluhan ribu orang di negara bagian tersebut hingga saat ini tak punya akses ke listrik dan air bersih.






Rescuers search through rubble of Mayfield candle factory


SUMBER GAMBAR,GETTY IMAGES



Keterangan gambar,


Tim penyelamat mencari korban selamat di reruntuhan sebuah pabrik lilin di Mayfield.





Dana darurat juga tersedia untuk negara bagian lain yang terdampak - Missouri, Arkansas, Illinois, Tennessee dan Mississippi - jika mereka membutuhkan, kata Presiden Biden.

Kerusakan di mana-mana

Oleh: Nomia Iqbal, BBC News, Bowling Green, Kentucky

Kerusakan yang ditinggalkan angin puting beliung ini sangat luar biasa. Garis yang dilewati badai memorak-porandakan kawasan di Bowling Green, selatan Kentucky.

Belasan rumah rusak parah atau benar-benar hancur. Kabel-kabel listrik menggantung di jalanan dan pohon-pohon tercerabut hingga ke akarnya. Mainan, buku, baju, semuanya berantakan di pekarangan.

Di salah satu rumah, separuh atapnya jatuh ke garasi hingga mengubur mobil pemiliknya. Seorang pria mendatangi pintu rumah yang telah rusak bersama anak-anaknya dan mengintip ke dalam. Bibinya yang berusia 97 tahun tinggal di sana, katanya, dan dia tidak bisa menghubunginya.

"Kami khawatir. Dia tidak punya telepon genggam," ujarnya. "Ya Tuhan, saya berharap dia bisa menyelamatkan diri."

Beberapa menit kemudian setelah berbicara dengan seorang saudaranya melalui telepon, wajahnya tampak lega. "Dia sedang di bak mandi saat kejadian tapi bisa keluar dengan selamat. Dia baik-baik saja, dia baik-baik saja."

Di ujung jalan, sebuah pompa bensin hancur berantakan, dan hanya satu pompa saja yang tersisa. Satu unit pendingin ruangan yang biasanya ada di bagian atas kios copot sepenuhnya dari atap dan terbang hingga ke seberang jalan.

Saat matahari mulai terbenam, suasanya sunyi. Satu-satunya suara dan kilatan cahanya yang ada datang dari mobil-mobil polisi yang berpatroli di area itu.

Insiden lain di Kentucky termasuk kereta yang keluar dari rel saat angin kencang meniup di Hopkins County. Satu kereta terbang 75 meter hingga ke atas bukit dan satu lagi menimpa sebuah rumah. Tidak ada yang terluka dalam insiden ini.

Petugas lokal mengatakan dua anak dilaporkan hilang selama angin puting beliung namun kemudian ditemukan hidup-hidup di dalam bak mandi yang terdorong keluar oleh angin.

Tiga orang tewas di Tennesee, kata petugas lokal tanpa memberikan detail lebih lanjut. Dua orang meninggal dunia di Arkansas, salah satunya berada di panti jompo yang separuhnya runtuh. Satu orang tewas di Missouri.

Angin tornado terpanjang dalam sejarah AS adalah sepanjang 352,4 kilometer di Missouri pada 1925 yang menewaskan 695 orang.(BBC/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Badai
 
  Korban Tewas Akibat Tornado di AS Dikhawatirkan Melampaui 100 Orang
  Bencana Siklon Seroja Hantam NTT, ISJN Galang Bantuan
  10 Kereta Cepat Senilai Rp1,5 Triliun Jadi Besi Cacahan Akibat Tendam Banjir Topan Hagibis
  Topan Lekima di China: 28 Orang Tewas dan Satu Juta Orang Mengungsi
  Thailand Dihantam Pabuk, Badai Terburuk dalam Puluhan Tahun
 
ads1

  Berita Utama
KPK Tetapkan Hakim Agung Sudrajad Dimyati dan 9 Orang sebagai Tersangka Kasus Dugaan Suap Perkara di MA

Heboh Video! Antrian Panjang di SPBU Kota Manna Bengkulu Selatan, BBM Langka?

Tarif Ojol Naik, Wakil Ketua MPR: Pemerintah Tidak Memahami Kesulitan Hidup Rakyat

Pemerintah Umumkan Harga BBM Pertalite Naik dari Rp 7.650 Menjadi Rp 10.000

 

ads2

  Berita Terkini
 
Anies akan Mampu Melakukan Perubahan dan Perbaikan Pembangunan Bangsa

Polisi Tetapkan 6 Tersangka, Kasus Tragedi Kanjuruhan Malang

Komunitas Bentor Polewali Dukung Firli Bahuri Maju Capres di Pilpres 2024

Tindakan Represif Personel TNI terhadap Suporter di Stadion Kanjuruhan Malang Bakal Diproses Pidana

Buntut Tragedi Kanjuruhan, Kapolres Malang dan 9 Komandan Brimob Dicopot dari Jabatannya

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2