BeritaHUKUM.Com
Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
Lembaga Sandi Negara Benahi Sistem Pemulihan Aset Negara Berbasis Digital
JAKARTA, Berita HUKUM - Keamanan data, informasi dan komunikasi di institusi Kejaksaan Agung (Kejagu

Panglima TNI Berangkatkan Tim Seni Budaya TNI ke RRT
JAKARTA, Berita HUKUM - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko melepas Tim Seni Budaya TNI ke Republ

Kementerian Lingkungan Didemo, PT Baramulti Tbk dan Tata Group Merusak Lingkungan
JAKARTA, Berita HUKUM - Massa demonstran dari Aliansi Garda Nusantara Peduli Lingkungan dan Penyelam

RUU Otsus Papua, Kado Istimewa Untuk Masyarakat Papua
JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso menyatakan dengan masuknya Rancangan Unda

Lagi, Penyidik Gadungan KPK Dibekuk, Masyarakat Diminta Waspada
JAKARTA, Berita HUKUM - Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan pegawai Komisi Pemberantas

NCID: Jangan Lupa, yang Mengusulkan Kepala Daerah Dipilih oleh DPRD adalah Menterinya SBY
JAKARTA, Berita HUKUM - Direktur Eksekutif Nurjamana Center for Indonesian Demokrasi (NCID), Jajat N

Polisi Gerebek Markas Judi Online di Pekanbaru, 12 WNA Ditangkap
PEKANBARU, Berita HUKUM - Satuan Reskrim Polresta Pekanbaru dan Kantor Imigrasi menggerebek markas p

DPR Sahkan Keanggotaan Pansus RUU Pertembakauan
JAKARTA, Berita HUKUM - Rapat Paripurna pada, Selasa (16/09) mengesahkan nama-nama Anggota Panitia K

Untitled Document
   

  Berita Terkini >>
   
Lembaga Sandi Negara Benahi Sistem Pemulihan Aset Negara Berbasis Digital
Panglima TNI Berangkatkan Tim Seni Budaya TNI ke RRT
Kementerian Lingkungan Didemo, PT Baramulti Tbk dan Tata Group Merusak Lingkungan
RUU Otsus Papua, Kado Istimewa Untuk Masyarakat Papua
Lagi, Penyidik Gadungan KPK Dibekuk, Masyarakat Diminta Waspada
NCID: Jangan Lupa, yang Mengusulkan Kepala Daerah Dipilih oleh DPRD adalah Menterinya SBY

Untitled Document Untitled Document



  Berita Utama >
   
Lembaga Sandi Negara Benahi Sistem Pemulihan Aset Negara Berbasis Digital
Kementerian Lingkungan Didemo, PT Baramulti Tbk dan Tata Group Merusak Lingkungan
NCID: Jangan Lupa, yang Mengusulkan Kepala Daerah Dipilih oleh DPRD adalah Menterinya SBY
Malam Ini Udar Pristono dan Prawoto Masuk Rutan Salemba Cabang Kejagung
Sambut HUT ke 69 Tahun TNI akan Pamerkan Alutsista Baru
Mutasi Kepsek Diduga Bermasalah Dilaporkan ke PTUN

Untitled Document

SPONSOR & PARTNERS



















Kriminal    
 
KontraS
KontraS bongkar Perbudakan di Tangerang
Saturday 04 May 2013 14:08:51
 
Buruh Pabrik Kwali di Tangerang,Mendapat Perlakuan yang Mengenaskan (Foto: Ist)
TANGERANG, Berita HUKUM - Kontras bersama 2 korban, Lurah dari Lampung lapor ke Polda Metro, mendesak pembebasan korban lainya di pabrik Kwali, diwilayah Tigaraksa, Tangerang. KontraS dan korban turut serta dengan tim Polda Metro & Polresta Tigaraksa menggerebek pabrik Kwali di Kp Bayur Opak, Cadas, Tangerang.

Di pabrik Kwali tsb KontraS, Tim Polda, Polresta Tigaraksa mendapatkan 28 korban yang masih remaja, berasal dari Lampung, Cianjur, Bandung. Saat pengerebekan KontraS dan Tim Polisi dapatkan 5 orang dalam ruang penyekapan yang dikunci dari luar.

Jumlah sementara korban sekitar 36 orang. Dengan kondisi: seluruh badan seperty terbakar legam karena efek mengolah limbah timah. Bawah mata cenderung hitam, badan kurus, rambut kaku, luka pukulan, luka air timah, asma, batuk, gatal-gatal, kadas, kutu air,dll. Ke 28 korban semuanya tidak menggunakan baju, karena setiap orang hanya diperkenankan memiliki satu baju saja.

Kondisi tempat kerjapaksa kumuh, tertutup, panas, didalamnya terdapat tempat mengolah timah untuk pembuatan Kwali. Para korban dipekerjakan tanpa dibayar, jam kerja pkl 06.00 - 22.00, harus mmenuhi pembuatan Kwali sehari sebanyak 22 buah, jika tidak ada bonus penganiayaan.

Pakaian, uang dan mobilephone korban diambil oleh pelaku, korban dilarang bersosialisasi keluar tempat kerja. Sekitar 40 korban tidur diruangan berukuran ; 40 x 40 M, tanpa jendela /ventilasi, 1 WC. Tertutup, bau, pengap serta kotor.

Makanan yang diberikan ke korban hanya berlauk sambel dan tempe, dengan menu yang sama hampir setiap harinya", korban rata-rata usia 20-an, 5 diantaranya berusia dibawah 18 tahun.

Lokasi penyekapan dan pembuatan Kwali berada dalam satu komplek rumah pelaku yang megah, lantai dua. Saat pengumpulan korban, satu diantaranya hanya gunakan handuk kecil, karena baju dan celana yang satu-satunya dimiliki, sedang dijemur.

Istri pemilik pabrik menyita 22 mobilephone milik korban, dan para centeng menyita baju dan uang. Para korban terbiasa mandi dengan mengunakan sabun colek, di satu WC tanpa bak mandi, yang menyatu dengan ruang penyekapan.
Ke 28 korban ini dibawa ke Polres Tigaraksa,Tangerang untuk dimintai kesaksian, proses BAP masih berjalan sampai tulisanini diturunkan. Saat ini di Polresta Tigaraksa para korban tidak memiliki pakaian ganti, makanan, uang untuk bekal. Para korban masih ketakutan dan trauma tapi bahagia karena telah dibebaskan dari penyekapan. Para korban membutuhkan pakaian ganti, sandal, perlengkapan mandi, dokter dan obat-obatan. Para korban juga membutuhkan pendampingan psikologis untuk bebas dari rasa takut dan belajar kembali menata masa depannya. Para korban rindu keluarga sangat di Bandung, Cianjur, Lampung tapi mereka tak punya bekal untuk kembali ke keluarga. Esok kami akan bicara lagi dengan korban, bantu mereka bicara benar, bantu mereka keluar dari rasa takut, bantu mereka berani menatap masa depan,tutur tim dari Kontras.(bhc/rat)


Bookmark and Share

BeritaHUKUM.Com

   Berita Terkait

 
 
   
BeritaHUKUM.Com
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


BeritaHUKUM.Com
Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com