Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
Keputusan bahwa Hamas Bukan Kelompok Teroris
PALESTINA, Berita HUKUM - Pengadilan tertinggi Uni Eropa membatalkan keputusan Uni Eropa untuk mempe

UU Aparatur Sipil Negara Kembali Digugat ke MK
JAKARTA, Berita HUKUM - Seorang PNS Pertanahan di Kabupaten Kutai Timur Ricky Elviandi Afrizal menga

Dituduh Tolak Perangi Boko Haram, 54 Serdadu Dihukum Mati
NIGERIA, Berita HUKUM - Mahkamah Militer Nigeria menjatuhkan hukuman mati terhadap 54 serdadu karena

KPK Temukan Kelemahan Sistem pada BPJS Ketenagakerjaan
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaporkan hasil kajian sistem Jaminan So

Transportasi Publik Belum Memadai, Terburu-buru Larang Motor Melintas Jl Thamrin
JAKARTA, Berita HUKUM - Aturan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai hari Rabu (17/12) menerapkan la

F-Golkar Minta DPR Kembalikan Surat Kubu Agung
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Fraksi Partai Golkar Ade Komarudin meminta pimpinan DPR mengembalikan

Mutasi Pejabat di Lingkungan Humas Polri, Boy Rafli Jabat Kapolda Banten
JAKARTA, Berita HUKUM - Sesuai dengan Surat Telegram Rahasia Nomor: ST/2500/XII/2014, Brigjen. Pol.

Resmi Jabat Wagub, Djarot Langsung Garap APBD
JAKARTA, Berita HUKUM - Usai dilantik menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, sejumlah tugas sudah menan

   

  Berita Terkini >>
   
Keputusan bahwa Hamas Bukan Kelompok Teroris
UU Aparatur Sipil Negara Kembali Digugat ke MK
Dituduh Tolak Perangi Boko Haram, 54 Serdadu Dihukum Mati
KPK Temukan Kelemahan Sistem pada BPJS Ketenagakerjaan
Transportasi Publik Belum Memadai, Terburu-buru Larang Motor Melintas Jl Thamrin
F-Golkar Minta DPR Kembalikan Surat Kubu Agung

Untitled Document



  Berita Utama >
   
KPK Temukan Kelemahan Sistem pada BPJS Ketenagakerjaan
Transportasi Publik Belum Memadai, Terburu-buru Larang Motor Melintas Jl Thamrin
F-Golkar Minta DPR Kembalikan Surat Kubu Agung
Pemerintah Optimistis Kurs Rupiah Awal Tahun Depan Akan Stabil
Lenny Kravitz akan Konser pada Maret 2015 di Indonesia
64 Tewas, Hujan Deras Hambat Pencarian Korban Longsor

SPONSOR & PARTNERS



















Kriminal    
 
KontraS
KontraS bongkar Perbudakan di Tangerang
Saturday 04 May 2013 14:08:51
 
Buruh Pabrik Kwali di Tangerang,Mendapat Perlakuan yang Mengenaskan (Foto: Ist)
TANGERANG, Berita HUKUM - Kontras bersama 2 korban, Lurah dari Lampung lapor ke Polda Metro, mendesak pembebasan korban lainya di pabrik Kwali, diwilayah Tigaraksa, Tangerang. KontraS dan korban turut serta dengan tim Polda Metro & Polresta Tigaraksa menggerebek pabrik Kwali di Kp Bayur Opak, Cadas, Tangerang.

Di pabrik Kwali tsb KontraS, Tim Polda, Polresta Tigaraksa mendapatkan 28 korban yang masih remaja, berasal dari Lampung, Cianjur, Bandung. Saat pengerebekan KontraS dan Tim Polisi dapatkan 5 orang dalam ruang penyekapan yang dikunci dari luar.

Jumlah sementara korban sekitar 36 orang. Dengan kondisi: seluruh badan seperty terbakar legam karena efek mengolah limbah timah. Bawah mata cenderung hitam, badan kurus, rambut kaku, luka pukulan, luka air timah, asma, batuk, gatal-gatal, kadas, kutu air,dll. Ke 28 korban semuanya tidak menggunakan baju, karena setiap orang hanya diperkenankan memiliki satu baju saja.

Kondisi tempat kerjapaksa kumuh, tertutup, panas, didalamnya terdapat tempat mengolah timah untuk pembuatan Kwali. Para korban dipekerjakan tanpa dibayar, jam kerja pkl 06.00 - 22.00, harus mmenuhi pembuatan Kwali sehari sebanyak 22 buah, jika tidak ada bonus penganiayaan.

Pakaian, uang dan mobilephone korban diambil oleh pelaku, korban dilarang bersosialisasi keluar tempat kerja. Sekitar 40 korban tidur diruangan berukuran ; 40 x 40 M, tanpa jendela /ventilasi, 1 WC. Tertutup, bau, pengap serta kotor.

Makanan yang diberikan ke korban hanya berlauk sambel dan tempe, dengan menu yang sama hampir setiap harinya", korban rata-rata usia 20-an, 5 diantaranya berusia dibawah 18 tahun.

Lokasi penyekapan dan pembuatan Kwali berada dalam satu komplek rumah pelaku yang megah, lantai dua. Saat pengumpulan korban, satu diantaranya hanya gunakan handuk kecil, karena baju dan celana yang satu-satunya dimiliki, sedang dijemur.

Istri pemilik pabrik menyita 22 mobilephone milik korban, dan para centeng menyita baju dan uang. Para korban terbiasa mandi dengan mengunakan sabun colek, di satu WC tanpa bak mandi, yang menyatu dengan ruang penyekapan.
Ke 28 korban ini dibawa ke Polres Tigaraksa,Tangerang untuk dimintai kesaksian, proses BAP masih berjalan sampai tulisanini diturunkan. Saat ini di Polresta Tigaraksa para korban tidak memiliki pakaian ganti, makanan, uang untuk bekal. Para korban masih ketakutan dan trauma tapi bahagia karena telah dibebaskan dari penyekapan. Para korban membutuhkan pakaian ganti, sandal, perlengkapan mandi, dokter dan obat-obatan. Para korban juga membutuhkan pendampingan psikologis untuk bebas dari rasa takut dan belajar kembali menata masa depannya. Para korban rindu keluarga sangat di Bandung, Cianjur, Lampung tapi mereka tak punya bekal untuk kembali ke keluarga. Esok kami akan bicara lagi dengan korban, bantu mereka bicara benar, bantu mereka keluar dari rasa takut, bantu mereka berani menatap masa depan,tutur tim dari Kontras.(bhc/rat)


Bookmark and Share

   Berita Terkait

 
 
   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com