Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
'Calon Pimpinan KPK Harus Bersih dari Kasus HAM'
JAKARTA, Berita HUKUM - Pada hari Selasa siang (28/7), tepatnya pukul 15.00 Wib sore hari berlangsun

Hadirnya Pusat Kegiatan Masyarakat di Rusun Muara Baru Meningkatkan Kualitas Hidup Kaum Marginal
JAKARTA, Berita HUKUM - Didirikannya banyak rumah susun (Rusun) diperkotaan sebagai salah satu alter

OJK Beri Edukasi Keuangan Bagi Masyarakat dan UMKM di Gorontalo
GORONTALO, Berita HUKUM - Untuk meningkatkan Utilisasi sektor jasa keuangan, Otoritas Jasa Keuangan

Konser BIGBANG 2015 World Tour [MADE] in Jakarta di Gelar 1 Agustus 2015
JAKARTA, Berita HUKUM - Dalam rangka konser BIGBANG 2015 World Tour [MADE] in Jakarta, BoyBand asal

Presiden Jokowi akan Buka Kantor Khusus untuk Kembangkan Batam, Bintan, dan Karimun
SINGAPURA, Berita HUKUM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan, pemerintah ingin serius menyeles

Panglima TNI Lantik 117 Perwira Prajurit Karier
MAGELANG, Berita HUKUM - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bertindak selaku Inspektur Upacar

Pembeli Biji Ganja Online Ditangkap dan Direhabilitasi
JAKARTA, Berita HUKUM - Penjualan Narkoba melalui situs online kian merebak, tidak hanya dalam skala

Polda Metro Raih Penghargaan Ungkap Peredaran Narkoba Terbesar
JAKARTA, Berita HUKUM - Jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya meraih penghargaan dari

   

  Berita Terkini >>
   
'Calon Pimpinan KPK Harus Bersih dari Kasus HAM'
Hadirnya Pusat Kegiatan Masyarakat di Rusun Muara Baru Meningkatkan Kualitas Hidup Kaum Marginal
OJK Beri Edukasi Keuangan Bagi Masyarakat dan UMKM di Gorontalo
Konser BIGBANG 2015 World Tour [MADE] in Jakarta di Gelar 1 Agustus 2015
Presiden Jokowi akan Buka Kantor Khusus untuk Kembangkan Batam, Bintan, dan Karimun
Panglima TNI Lantik 117 Perwira Prajurit Karier

Untitled Document



  Berita Utama >
   
OJK Beri Edukasi Keuangan Bagi Masyarakat dan UMKM di Gorontalo
Laba BTN Meningkat Tajam 54,25% Semester I 2015
Diduga Korupsi Dana BLUD Puluhan Milyar, Kepala RSUD Labuang Baji Makassar Diperiksa Kejaksaan
DPR Apresiasi MOPD Tanpa Kekerasan
Praperadilan Dahlan Iskan Hari Ini di Gelar di PN Jaksel
KPK Harus Jadi Petarung

SPONSOR & PARTNERS



















Kriminal    
 
KontraS
KontraS bongkar Perbudakan di Tangerang
Saturday 04 May 2013 14:08:51
 
Buruh Pabrik Kwali di Tangerang,Mendapat Perlakuan yang Mengenaskan (Foto: Ist)
TANGERANG, Berita HUKUM - Kontras bersama 2 korban, Lurah dari Lampung lapor ke Polda Metro, mendesak pembebasan korban lainya di pabrik Kwali, diwilayah Tigaraksa, Tangerang. KontraS dan korban turut serta dengan tim Polda Metro & Polresta Tigaraksa menggerebek pabrik Kwali di Kp Bayur Opak, Cadas, Tangerang.

Di pabrik Kwali tsb KontraS, Tim Polda, Polresta Tigaraksa mendapatkan 28 korban yang masih remaja, berasal dari Lampung, Cianjur, Bandung. Saat pengerebekan KontraS dan Tim Polisi dapatkan 5 orang dalam ruang penyekapan yang dikunci dari luar.

Jumlah sementara korban sekitar 36 orang. Dengan kondisi: seluruh badan seperty terbakar legam karena efek mengolah limbah timah. Bawah mata cenderung hitam, badan kurus, rambut kaku, luka pukulan, luka air timah, asma, batuk, gatal-gatal, kadas, kutu air,dll. Ke 28 korban semuanya tidak menggunakan baju, karena setiap orang hanya diperkenankan memiliki satu baju saja.

Kondisi tempat kerjapaksa kumuh, tertutup, panas, didalamnya terdapat tempat mengolah timah untuk pembuatan Kwali. Para korban dipekerjakan tanpa dibayar, jam kerja pkl 06.00 - 22.00, harus mmenuhi pembuatan Kwali sehari sebanyak 22 buah, jika tidak ada bonus penganiayaan.

Pakaian, uang dan mobilephone korban diambil oleh pelaku, korban dilarang bersosialisasi keluar tempat kerja. Sekitar 40 korban tidur diruangan berukuran ; 40 x 40 M, tanpa jendela /ventilasi, 1 WC. Tertutup, bau, pengap serta kotor.

Makanan yang diberikan ke korban hanya berlauk sambel dan tempe, dengan menu yang sama hampir setiap harinya", korban rata-rata usia 20-an, 5 diantaranya berusia dibawah 18 tahun.

Lokasi penyekapan dan pembuatan Kwali berada dalam satu komplek rumah pelaku yang megah, lantai dua. Saat pengumpulan korban, satu diantaranya hanya gunakan handuk kecil, karena baju dan celana yang satu-satunya dimiliki, sedang dijemur.

Istri pemilik pabrik menyita 22 mobilephone milik korban, dan para centeng menyita baju dan uang. Para korban terbiasa mandi dengan mengunakan sabun colek, di satu WC tanpa bak mandi, yang menyatu dengan ruang penyekapan.
Ke 28 korban ini dibawa ke Polres Tigaraksa,Tangerang untuk dimintai kesaksian, proses BAP masih berjalan sampai tulisanini diturunkan. Saat ini di Polresta Tigaraksa para korban tidak memiliki pakaian ganti, makanan, uang untuk bekal. Para korban masih ketakutan dan trauma tapi bahagia karena telah dibebaskan dari penyekapan. Para korban membutuhkan pakaian ganti, sandal, perlengkapan mandi, dokter dan obat-obatan. Para korban juga membutuhkan pendampingan psikologis untuk bebas dari rasa takut dan belajar kembali menata masa depannya. Para korban rindu keluarga sangat di Bandung, Cianjur, Lampung tapi mereka tak punya bekal untuk kembali ke keluarga. Esok kami akan bicara lagi dengan korban, bantu mereka bicara benar, bantu mereka keluar dari rasa takut, bantu mereka berani menatap masa depan,tutur tim dari Kontras.(bhc/rat)


Bookmark and Share

   Berita Terkait

 
 
   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com