Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
Komisi VII DPR Desak Menteri ESDM Libatkan Pemda Papua dalam Renegoisasi Kontrak Freeport
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi VII DPR RI mendesak Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dalam pros

Menteri ESDM Harus Keluarkan Juknis untuk Implementasi PP No.70 2009
JAKARTA, Berita HUKUM - Bank Pembangunan Asia dalam Energi Outlook for Asia and the Pasific 2013, pe

Lux Luncurkan Sabun Mandi Pertama dengan Keharuman Mawar yang Tahan Lama
JAKARTA, Berita HUKUM - LUX Forever Collection dengan varian Love Forever dan Romance Forever, merup

Operasi Besar atas Mafia Italia, 163 Ditangkap
ITALIA, Berita HUKUM - Kepolisian Italia menangkap 163 orang di beberapa kota dalam operasi atas kel

Turning Target 25 Tahun Cemeti: Menafsir Jejak, Mengkritisi untuk Nanti
JAKARTA, Berita HUKUM - Galeri Nasional Indonesia berkerjasama dengan Cemeti Art House (stakehoulder

Kuasa Hukum BG Tuding, Tim 9 Bentukan Jokowi Anti Polri
JAKARTA, Berita HUKUM - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) membentuk Tim Independen ya

Frost & Sullivan: Perkiraan 2015 Pertumbuhan Kendaraan Mencapai 1.268 Juta Unit
JAKARTA, Berita HUKUM - Pengamat pertumbuhan ekonomi Frost & Sullivan mengharapkan meningkatnya juml

Pelatihan Pemanfaatan Sosial Media
JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Kepala Pusat Penerangan (Wakapuspen) TNI Laksma TNI FX. Agus Susilo me

   

  Berita Terkini >>
   
Komisi VII DPR Desak Menteri ESDM Libatkan Pemda Papua dalam Renegoisasi Kontrak Freeport
Menteri ESDM Harus Keluarkan Juknis untuk Implementasi PP No.70 2009
Lux Luncurkan Sabun Mandi Pertama dengan Keharuman Mawar yang Tahan Lama
Operasi Besar atas Mafia Italia, 163 Ditangkap
Turning Target 25 Tahun Cemeti: Menafsir Jejak, Mengkritisi untuk Nanti
Kuasa Hukum BG Tuding, Tim 9 Bentukan Jokowi Anti Polri

Untitled Document



  Berita Utama >
   
Menteri ESDM Harus Keluarkan Juknis untuk Implementasi PP No.70 2009
Turning Target 25 Tahun Cemeti: Menafsir Jejak, Mengkritisi untuk Nanti
Kuasa Hukum BG Tuding, Tim 9 Bentukan Jokowi Anti Polri
Frost & Sullivan: Perkiraan 2015 Pertumbuhan Kendaraan Mencapai 1.268 Juta Unit
H. Rhoma Irama Siap Pimpin Partai Bulan Bintang
Mahasiswa dan Dosen Dukung KPK

SPONSOR & PARTNERS



















Kriminal    
 
KontraS
KontraS bongkar Perbudakan di Tangerang
Saturday 04 May 2013 14:08:51
 
Buruh Pabrik Kwali di Tangerang,Mendapat Perlakuan yang Mengenaskan (Foto: Ist)
TANGERANG, Berita HUKUM - Kontras bersama 2 korban, Lurah dari Lampung lapor ke Polda Metro, mendesak pembebasan korban lainya di pabrik Kwali, diwilayah Tigaraksa, Tangerang. KontraS dan korban turut serta dengan tim Polda Metro & Polresta Tigaraksa menggerebek pabrik Kwali di Kp Bayur Opak, Cadas, Tangerang.

Di pabrik Kwali tsb KontraS, Tim Polda, Polresta Tigaraksa mendapatkan 28 korban yang masih remaja, berasal dari Lampung, Cianjur, Bandung. Saat pengerebekan KontraS dan Tim Polisi dapatkan 5 orang dalam ruang penyekapan yang dikunci dari luar.

Jumlah sementara korban sekitar 36 orang. Dengan kondisi: seluruh badan seperty terbakar legam karena efek mengolah limbah timah. Bawah mata cenderung hitam, badan kurus, rambut kaku, luka pukulan, luka air timah, asma, batuk, gatal-gatal, kadas, kutu air,dll. Ke 28 korban semuanya tidak menggunakan baju, karena setiap orang hanya diperkenankan memiliki satu baju saja.

Kondisi tempat kerjapaksa kumuh, tertutup, panas, didalamnya terdapat tempat mengolah timah untuk pembuatan Kwali. Para korban dipekerjakan tanpa dibayar, jam kerja pkl 06.00 - 22.00, harus mmenuhi pembuatan Kwali sehari sebanyak 22 buah, jika tidak ada bonus penganiayaan.

Pakaian, uang dan mobilephone korban diambil oleh pelaku, korban dilarang bersosialisasi keluar tempat kerja. Sekitar 40 korban tidur diruangan berukuran ; 40 x 40 M, tanpa jendela /ventilasi, 1 WC. Tertutup, bau, pengap serta kotor.

Makanan yang diberikan ke korban hanya berlauk sambel dan tempe, dengan menu yang sama hampir setiap harinya", korban rata-rata usia 20-an, 5 diantaranya berusia dibawah 18 tahun.

Lokasi penyekapan dan pembuatan Kwali berada dalam satu komplek rumah pelaku yang megah, lantai dua. Saat pengumpulan korban, satu diantaranya hanya gunakan handuk kecil, karena baju dan celana yang satu-satunya dimiliki, sedang dijemur.

Istri pemilik pabrik menyita 22 mobilephone milik korban, dan para centeng menyita baju dan uang. Para korban terbiasa mandi dengan mengunakan sabun colek, di satu WC tanpa bak mandi, yang menyatu dengan ruang penyekapan.
Ke 28 korban ini dibawa ke Polres Tigaraksa,Tangerang untuk dimintai kesaksian, proses BAP masih berjalan sampai tulisanini diturunkan. Saat ini di Polresta Tigaraksa para korban tidak memiliki pakaian ganti, makanan, uang untuk bekal. Para korban masih ketakutan dan trauma tapi bahagia karena telah dibebaskan dari penyekapan. Para korban membutuhkan pakaian ganti, sandal, perlengkapan mandi, dokter dan obat-obatan. Para korban juga membutuhkan pendampingan psikologis untuk bebas dari rasa takut dan belajar kembali menata masa depannya. Para korban rindu keluarga sangat di Bandung, Cianjur, Lampung tapi mereka tak punya bekal untuk kembali ke keluarga. Esok kami akan bicara lagi dengan korban, bantu mereka bicara benar, bantu mereka keluar dari rasa takut, bantu mereka berani menatap masa depan,tutur tim dari Kontras.(bhc/rat)


Bookmark and Share

   Berita Terkait

 
 
   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com