Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    
Palestina
Konferensi Liga Parlemen Dunia untuk Palestina Hasilkan Beberapa Butir Resolusi
2020-02-11 16:27:20
 

Komite Sentral memilih dua Vice President, yakni Fadli Zon yang tak lain adalah Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI.(Foto: Istimewa)
 
MALAYSIA, Berita HUKUM - Konferensi Liga Parlemen Dunia untuk Al-Quds (Palestina) ketiga yang mengambil tema 'Towards Effective Strategy to Defend Jerusalem' ini menghasilkan beberapa butir resolusi untuk isu Palestina, termasuk memilih kepemimpinan baru Liga Parlemen.

Dalam konferensi yang dilaksanakan di Malaysia pada Sabtu dan Minggu 8-9 Februari 2020 ini, seluruh pembicara dan peserta dari seluruh negara mengecam proposal yang ditawarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk masa depan Palestina yang berjudul "Deal of The Century".

Mereka menganggap, ide Trump tersebut menggambarkan rencana agresi baru pada rakyat Palestina, serta peningkatan historis mereka atas tanah air mereka. Hal tersebut nyata-nyata merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan hak asasi manusia. Berdasarkan berbagai pertimbangan dan usulan yang diberikan oleh seluruh negara, peserta konferensi merumuskan dan menekankan lima hal terkait Palestina.

Pertama, Liga Parlemen Dunia untuk Palestina mendukung hak Palestina untuk kembali dan menentukan nasib sendiri. Serta mendukung sepenuhnya negara Palestina menjadi negara yang berdaulat dan merdeka dengan dengan Yerusalem sebagai ibukotanya.

Keputusan kedua, seluruh parlemen liga Dunia menolak dan mengutuk apa yang disebut "Deal of The Century" atau "Kesepakatan Abad Ini" yang merupakan kelanjutan kebijakan Amerika sistematis yang bias terhadap pendudukan dan diskriminasi Israel terhadap rakyat Palestina. Hal ini merupakan pelanggaran berat hukum internasional dan hak asasi manusia.

Ketiga, segala negosiasi dan kesepakatan yang tidak memberikan hak penuh kepada rakyat Palestina akan berakhir dengan kegagalan, dan hanya akan menghasilkan lebih banyak permusuhan dan kebencian. Hal tersebut akan mencegah pencapaian perdamaian dan stabilitas di kawasan dan dunia.

Keputusan lainnya, peserta dari 40 negara tersebut juga menegaskan bahwa mereka berdiri bersama rakyat Palestina berjuang dengan segenap daya upaya menolak agresi Zionis Israel dan tindakan pelanggaran terhadap rakyat Palestina dan hak-hak mereka dan mereka. Serta menyerukan persatuan seluruh rakyat dunia, rakyat Palestina, dunia Arab, dan umat Islam dan membentuk front internasional untuk menghadapi agresi dan pelanggaran yang terus berulang ini.

Tidak hanya itu, dalam Konferensi yan dibuka dan direstui Perdana Menteri Malaysia YAB Tun Dr. Mahathir Mohammad dan ditutup oleh Wakil Perdana Menteri Dato' Seri Dr Wan Azizah binti Wan Ismail ini, seluruh peserta bersepakat membentuk komite regional yang dibagi berdasarkan wilayah. Hal ini untuk memastikan perjuangan dunia membebaskan Palestina berjalan efektif, progresif dan membuahkan hasil yang terukur.

Pada kesempatan itu Konferensi Liga Parlemen juga memutuskan formasi baru Komite Sentral atau kepemimpinan organisasi global. Agar berjalan efektif dan mampu menyerap aspirasi umat Islam dan pegiat kemanusiaan di seluruh belahan dunia, maka Presiden Liga Parlemen Dunia untuk Al-Quds Syekh Hamid Abdullah al-Ahmar (Parlemen Yaman) dan Komite Sentral memilih dua Vice President, yakni Fadli Zon yang tak lain adalah Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, serta Mr. Nuredin Nabaty dari Parlemen Turki. Keduanya akan membantu mengkoordinir gerakan solidaritas dan perjuangan parlemen dunia untuk Al-Quds.(ayu/es/DPR/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Palestina
 
  Konferensi Liga Parlemen Dunia untuk Palestina Hasilkan Beberapa Butir Resolusi
  Indonesia Harus Tolak Peta Jalan Damai Israel - Palestina Usulan AS
  Bentrokan Israel dan Milisi Palestina di Gaza: Mengapa Hamas Memilih Menahan Diri?
  Hidayat Nur Wahid: Kita Membantu Palestina karena Alasan Kemanusian
  Palestina Kecam AS Soal Permukiman Yahudi di Tepi Barat: Ancaman Keamanan dengan Terapkan 'Hukum Rimba'
 
ads1

  Berita Utama
Polri Siap Tangani Kejahatan Potensial Selama PSBB

KPK Tegaskan Tolak Pembebasan Koruptor Karena COVID-19

Muhammad Syarifuddin Resmi Jabat Ketua Mahkamah Agung yang ke 14

Surat Terbuka Sohibul Iman Presiden PKS Kepada Presiden RI Joko Widodo

 

ads2

  Berita Terkini
 
Polri: Operasi Keselamatan 2020 Utamakan Pencegahan Penularan Covid-19

Polri Siap Tangani Kejahatan Potensial Selama PSBB

Polisi Tindak Tegas Bagi Warga Langgar PSBB, Ini Pasalnya

KPK Tegaskan Tolak Pembebasan Koruptor Karena COVID-19

Polri Diingatkan agar Tidak Keluar dari 'Due Process of Law'

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2