Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Pilgub
Komite Rakyat Nasional: Pak Dedi Mulyadi Menggambarkan Sosok Seorang Pancasilais
2017-06-20 23:21:47
 

Ilustrasi. Kang Dedi Mulyadi.(Foto: @DediMulyadi71)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Juru bicara Komite Rakyat Nasional, Akhrom Saleh sampaikan pada kunjungannya beberapa waktu yang lalu di kediaman rumah Dedi Mulyadi yang menjabat Bupati Purwakarta untuk sekedar bersilahturahmi dan diskusi situasi politik Nasional pasca Pilgub DKI Jakarta.

Akrom Saleh, selaku Plt. Sekretaris Jenderal Komite Rakyat Nasional menyatakan rasa syukur alhamdulillah, karena Dedi Mulyadi sangat menyambut baik kedatangannya dengan hangat.

"Beliau sosok yang ramah dan terbuka, hingga kehadiran kami di rumah dinasnya tak terasa kaku. Benar-benar situasi mencair, seakan sudah mengenal lama antara kami dan pak Dedi Mulyadi," ungkapnya, di Jakarta pada. Minggu (18/6).

Menurutnya, sosok pimpinan seperti inilah menurut hematnya kini sudah langka, apalagi beliau rumah dinasnya terbuka untuk umum. "Ditambah, rumah dinasnya itu ditengah perkampungan perkotaan Purwakarta," ungkap Akrom Saleh.

"Memang benar kami sangat setuju Pimpinan semestinya selalu berada ditengah rakyatnya," tambah Akhrom.

Hal senada, kemudian disampaikan pula oleh Nurmansyah sebagai pengurus Dewan Pimpinan Nasional Komite Rakyat Nasional (KORNAS) salah satu Ketua Departemen OKK yang mengatakan, "Kehadiran kami disambut dengan hangat, berbicara politik A sampai Z, hingga perbincangan menjadi mengerucut dan berkesimpulan," ujar Nurmansyah.

"Dedi Mulyadi sebagai Bupati Purwakarta terkenal sosok keserderhanaannya, ditambah kami langsung membuktikan bahwasanya pak Dedi Mulyadi telah menerapkan esensi Pancasila dengan beradanya beliau ditengah-tengah rakyatnya, rumah dinasnya pun terbuka untuk umum," imbuhnya.

Disamping itu, kemukanya merasa kalau masyarakat turut dapat berfoto dan melepas lelah ditaman taman yang telah disediakan. "Tidak ada larangan sama sekali dari satpol pp," kata Nurmansyah.

Lebih lanjut, terkiat niatnya Dedi Mulyadi yang akan mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur Provinsi Jawa Barat pada Pilkada 2018 mendatang, pihaknya akan sangat menyambut dengan baik. "Pasalnya, pak Dedi sangat pantas memimpin Jawa Barat periode berikutnya," ujarnya.

"Bukan tanpa alasan kami sangat merespon positif niat baik beliau. Kan sosoknya pun sudah masuk tokoh nasional yang berkepribadian humanis dan toleransi antar sesama manusia. Inilah wujud esensi Pancasila," jelas Akhrom mengingatkan.

"Kami rasa, pak Dedi Mulyadi menggambarkan sosok seorang Pancasilais," tukasnya.

Dimana yang pertama dapat dinilai dari sisi kesederhanaannya, sosok yang toleransi dan membawa Purwakarta menjadi lebih baik lagi sehingga benar-benar kemajuan perekonomian Purwakarta dapat dirasakan masyarakat secara menyeluruh, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia artinya sila dalam pancasila menjadi nyata khususnya di Purwakarta," ucap Akhrom.

Oleh karenanya, kedepan Komite Rakyat Nasional menyambut baik, pencalonan Dedi Mulyadi sebagai Calon Gubernur Provinsi Jawa Barat.

"Kami merasa tergerak berperan serta dalam pemenangan. Beliau pantas memimpin Jawa Barat, serta pantas dibantu dalam pemenangannya, dan bakal bersinergis kerjasama dengan Komite Rakyat Nasiona (KORNAS) wilayah Provinsi Jawa Barat," tutup Akrom Saleh.(bh/mnd)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Polda Metro Tangkap Pria Penipu yang Pakai Akun Facebook Palsu dengan Profil Wanita

Kasus Kematian Corona Covid-19 Indonesia Tertinggi di Dunia

Polisi Ungkap 3 Kasus Penyebaran Hoax terkait Wabah Virus Covid-19

Gugus Tugas Covid-19: Penyemprotan Cairan Disinfektan Tidak Dianjurkan dengan Cara 'Fogging'

 

ads2

  Berita Terkini
 
Pemerintah Gratiskan Tarif Listrik Bagi Pelanggan PLN Daya 450 VA dan Potongan 50 Persen untuk 900 VA Selama 3 Bulan

Polda Metro Tangkap Pria Penipu yang Pakai Akun Facebook Palsu dengan Profil Wanita

Hafisz Thohir Nilai Tak Perlu Ada Pelebaran Defisit

Ahmad Yani: UU Karantina Kesehatan Dibuat Era Jokowi Tapi Yang Dipilih Perppu Lama, Tujuannya Apa?

303 Kajari Sidangkan 1.509 Perkara Secara Online

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2