Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Tangerang Selatan
Ketum LSM Teropong: Abraham Samad Bukan Kelasnya Menjadi Walikota Tangsel
2019-05-14 21:06:19
 

Drs. H. Bima Arie Purnama, MM. MBA, Ketua Umum LSM Teropong.(Foto: Istimewa)
 
TANGERANG SELATAN, Berita HUKUM - Berkaitan dengan pemberitaan dibeberapa media online beberapa pekan yang lalu, terkait usulan dari Ketua umum LSM Gerakan Masyarakat Pemburu Koruptor (GEMPUR) Saprudin Roy yang berencana untuk mengusung mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi kandidat calon Walikota Tangsel periode 2021-2016, mendapat berbagai tanggapan dari beberapa tokoh di Tangerang Selatan (Tangsel).

Ketua Umum LSM TEROPONG (Kajian dan Aksi) Drs. H. Bima Arie Purnama, MM. MBA, saat disambangi dikantor TEROPONG dikawasan Pondok Aren, Tangsel pada, Selasa (14/5) mengatakan bahwa, sah-sah saja jika GEMPUR mengusulkan Abraham Samad menjadi calon Walikota Tangsel. Akan tetapi yang menjadi pertanyaannya adalah, maukah Abraham Samad dicalonkan menjadi Walikota Tangsel ?.

“Menurut saya kelasnya Abraham Samad sebagai mantan ketua KPK yang kredibel dan baik adalah sebagai Wakil Presiden RI atau minimal sebagai Jaksa Agung RI. Karena jabatan Walikota untuk Abraham Samad itu justru akan menurunkan kelasnya beliau sebagai mantan ketua KPK dan kewibawaan lembaga KPK. Justru Tangerang Selatan saat ini memerlukan sosok pemimpin putra/i daerah yang bersih, jujur dan dicintai oleh masyarakatnya. Dan dari pengamatan lemabaga LSM TEROPONG yang dipimpinya, TEROPONG memandang bahwa saat ini Tangerang Selatan masih banyak memiliki Putra dan Putri daerah yang baik dan berkualitas untuk memimpin Tangsel.

“Tangsel masih punya banyak calon pemimpin daerah yang baik dan berkualitas. Hj. Andiara Aprilia Hikmat (DPD), H. Moch. Ramli (H.Abie) Ketua DPRD Tangsel, H. Muhammad (Sekda Tangsel), H. Benyamin Davnie (Wakil Walikota Tangsel), H. Sukarya (Politisi Golkar) adalah putra/i Tangsel yang menurut pengamatan TEROPONG, sangat layak dan cocok untuk menjadi kandidat Walikota Tangsel berikutnya,” tutur H. Bima.

Ketua umum TEROPONG yang juga pengusaha nasional tersebut menambahkan bahwa, berdasarkan kajian TEROPONG, Tangsel sebaiknya dipimpin oleh putra dan putri daerahnya sendiri yang memiliki kualitas, kapasitas serta kapabilitas dan juga integritas yang baik. Dan dari keempat tokoh yang disebutkan oleh TEROPONG tersebut, relatif bersih dan sukses dibidangnya masing-masing saat ini serta dikenal dan dicintai oleh masyarakat Tangerang Selatan,” tandasnya.

Sementara itu, H. Toto Prayitno tokoh Muhammadiyah Tangsel yang juga seorang Pengusaha nasional dibidang berbagai perusahaan jasa dan memiliki Puluhan ribu karyawan diseluruh wilayah Indonesia tersebut, saat dikonfirmasi via telpon pada Selasa (14/5/19) terkait bakal calon Walikota Tangsel pengganti Airin Rachmi Diany menyampaikan pandangannya serta beberapa kriteria.

“Calon Walikota Tangsel kedepannya haruslah laki-laki, hal tersebut terkait sikap Paternalistik yang masih kuat disebagian besar masyarakat Banten umumnya dan Tangsel khususnya. Dia juga harus Kapabel yang cakap dan punya managerial pengelolaan Pemerintahan daerah yang baik. Punya Akseptabel, punya visi dan misi yang baik tentang pembangunan Tangsel akan seperti apa dan dibawa kemana serta bisa diterima oleh mayoritas masyarakat Tangsel yang heterogen dari berbagai macam lapisan masyarakar agama, suku, ras dan golongan (Bhineka Tunggal Ika) serta calon Walikota Tangsel haruslah vigur yang matang dalam segala hal. Baik matang sebagai seorang leader (mengatur anak buah dan masyarakatnya) maupun matang dalam hal ekonomi (sudah mapan) agar dia hanya fokus untuk mensejahterakan masyarakatnya dan tidak lagi mencari uang dari posisi jabatannya. Dari beberapa kriteria diatas, menurut saya H. Yoyok Adi Sunaryo Vila Dago adalah sosok yang pantas menjadi calon Walikota Tangsel,” pungkas H. Toto.(BTL/rilisnews/bh/sya)




 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Wahh, Total Utang Rp 40 Triliun, Benarkah Kasus BUMN Jiwasraya Seseram Ini?

Aturan Munas Partai Golkar Tidak Boleh Bertentangan dengan Pasal 50

Komentar Beberapa Tokoh terkait Penolakan Ahok Menjadi Pejabat BUMN

ASPEK Indonesia: Menaker Mau Hapus UMK Kabupaten/ Kota, Dipastikan Rakyat Makin Miskin

 

ads2

  Berita Terkini
 
Komisi II DPRD Kaltim Konslutasi ke Kementrian ESDM

Kapolda Targetkan Ada Perwakilan Putra Putri Gorontalo Diterima di AKPOL

First Travel: Aset-aset Dirampas Negara, Pengacara Korban: 'Ini Uang Jamaah, Kok Jadi Tidak Ada Solusi?'

Palestina Kecam AS Soal Permukiman Yahudi di Tepi Barat: Ancaman Keamanan dengan Terapkan 'Hukum Rimba'

Fahri Hamzah: Pilkada Langsung Cukup di Tingkat II

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2