Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Politik
Ketua DPR Imbau Elit Politik Kedepankan Persaingan yang Bermartabat
2019-01-30 06:38:20
 

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Elit politik wajib memberi gambaran kepada masyarakat tentang perilaku persaingan politik yang bermartabat. Terkait hal tersebut, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengimbau agar Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) untuk tetap mengedepankan etika berkompetisi yang sehat dan bermartabat. Gambaran mengenai kompetisi yang sehat dan bermartabat sangat diperlukan karena budaya berdemokrasi Indonesia masih menjalani proses pendewasaan.

"Masyarakat butuh pencerahan dan pembelajaran tentang persaingan politik yang sehat dan bermartabat itu. Pencerahan dan contoh pembelajaran itu tentu saja sangat diharapkan dari aktor-aktor politik yang langsung maupun tak langsung terlibat dalam persaingan politik itu," kata Bamsoet, sapaan akrabnya, dalam rilisnya kepada Parlementaria, Selasa (29/1/).

Bamsoet menyampaikan, panggung kompetisi Pemilihan Presiden (Pilpres) menyedot perhatian dan energi berbagai lapisan masyarakat, termasuk generasi milenial. Menuju Pilpres pada 17 April 2019, ruang publik telah dijejali dengan begitu banyak pernyataan, sejumlah kasus dan perilaku yang sama sekali tidak etis, karena ketidakmampuan untuk berkompetisi dengan sehat dan bermartabat.

"Ada upaya sistematis menunggangi keawaman publik tentang pilihan politik dengan membangun sentimen yang sangat tidak relevan dengan hakikat politik itu sendiri. Ada juga upaya merusak akal sehat publik dengan menyebarluaskan berita bohong (hoaks), kritik atau kecaman yang tidak berlandaskan data resmi, hingga penghinaan kepada simbol negara," tandas legislator dapil Jawa Tengah VII itu.

Ia meminta agar para calon tersebut tidak terperangkap dalam model persaingan yang tidak bermartabat itu. Begitu juga dengan para elit politik. “Semua kritik yang proporsional memang wajib direspons untuk memperjelas duduk permasalahan setiap persoalan. Namun, jika sekadar nyinyir, hendaknya tidak saling merespon agar ruang publik tidak gaduh,” ujar Politisi Partai Golkar itu.

Mengingat pelaksanaan kampanye Pilpres akan semakin intensif sepanjang dua bulan ke depan, Bamsoet berharap kedua kubu selalu mengedepankan perilaku persaingan politik yang sehat dan bermartabat. "Harap diingat bahwa berbagai elemen masyarakat, termasuk generasi milenial,selalu menyimak dengan seksama strategi masing-masing kubu dalam upaya meraih kemenangan. Dalam konteks itu, elit politik masa kini wajib memberi contoh yang baik kepada generasi milenial," pungkasnya.(dep,es/sf/DPR/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Prabowo: Saya Akan Jadi Presiden Untuk Semua Rakyat, Termasuk Pendukung Jokowi

Warisan Yang Akan Ditinggalkan Prabowo Untuk Indonesia

Prabowo Resmikan Masjid Nurul Wathan yang Dibangunnya

Fahri Hamzah Tegaskan Pentingnya Independensi Lembaga Perwakilan

 

  Berita Terkini
 
Real Count C1 TPS oleh BPN Sudah 600 Ribu Lebih, Prabowo-Sandi Menang 62 Persen

Pasca Pemilu, Muhammadiyah Memandang Perlunya Rekonsiliasi Nasional untuk Tegaknya Kedaulatan dan Persatuan Indonesia

Gus Fahrur: Siapapun Presiden Terpilih Harus Kita Hormati dan Dukung

Quick Count Jangan Jadi Alat Proganda Memframing Angka Hasil Real Count yang akan Dihitung KPU

Rizal Ramli: Kita Sepakat Pilpres, Tetapi Bila Super Curang Artinya Menantang People Power

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2