Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Perampokan
Kerugian Akibat Perampokan Kantor Pegadaian Syariah Mencapai Rp 6,7 Miliar
Thursday 07 Feb 2013 00:49:54
 

Kasat Reskrim, Kompol Veby DP Hutagalung.(Foto: BeritaHUKUM.com/gaj)
 
SAMARINDA, Berita HUKUM - Kasus perampokan bersenjata pada kantor Pegadaian Syariah Jl. Basuki Rahmat Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) Senin (4/2) sekitar pukul 09:30 WITA dengan membawa kabur barang yang kebanyakan dari emas dan uang, dan menyandera seorang Satpam dengan cara mengikatnya dengan tali sepatu serta mulut dan matanya ditutup pakai lakban, serta menodongkan senjata api pada seorang karyawan untuk membukakan brankas emas dan membawanya kabur.

Kapolres Samarinda, Kombes Arip Prapto melalui Kasat Reskrim Kompol Veby DP Hutagalung, di ruang kerjanya Rabu (6/2) mengatakan, usai kejadian pihak Pegadaian langsung melaporkan dan membuat Berita Acara pelaporan (BAP) dan hingga saat ini berdasarkan laporan pihak Pegadaian kerugian akibat aksi kejahatan Perampokan tersebut mencapai nilai Rp 6,7 Miliar, ujar Veby.

Dari laporan tersebut, kata Veby, barang yang diambil selain milik Pegadaian sendiri maupun milik pihak ketiga yaitu nasabah yang menggadaikan emasnya disana, sebut Veby.

"Laporan dari pihak pegadaian yaitu kerugian sekitar Rp 6,7 Miliar, barang tersebut milik pegadaian sendiri maupun milik pihak ketiga atau nasabah yang menggadaikan barangnya," ujar Veby.

Kasat Reskrim Kompol Veby DP Hutagalung juga mengatakan, akibat maraknya kasus perampokan dengan kekerasan di kota Tepian Samarinda maka Kapolres memerintakan untuk tembak terhadap pelaku kejahatan atau bandit dengan membentuk Tim Anti Bandit, dimana Polres Samarinda di Back Up Polda kaltim serta jajaran Polsek untuk melakukan pencarian terhadap pelaku serta melakukan tindakan tembak apabila ada terjadi pelaku kejahatan dan kekerasan yang mengganggu keamanan kota tepian, tegas Kompol Veby.

Mengenai kasus perampokan pada Pegadaian Syariah yang teridentifikasi pelaku berjumlah 4 orang yang menggunakan senjata api, pihaknya beserta jajarannya telah melakukan penyebaran di lapangan untuk mencari keberadaan pelaku, dan sampai hari ini sudah memeriksa 5 orang saksi.

"Sementara petugas sudah menyebar dan mencari serta mengejar para pelaku, dan sampai saat ini telah memeriksa keterangan dari 5 orang saksi diantaranya dua orang satpam dan satu orang karyawan," pungkas Veby.(bhc/gaj)



 

 
   Berita Terkait > Perampokan
 
  Polisi Menangkap 7 Tersangka Kasus Perampok Modus Gembos Ban di SPBU Daan Mogot
  Polisi Tetapkan 2 Tersangka Baru Kasus Rekayasa Perampokan Truk Kontainer senilai Rp1,9 Milliar
  Satu dari Tiga Pelaku Perampok Uang Setoran SPBU Tewas di Dor
  Perampokan Disertai Pembantaian Sadis di Jalan Merak Samarinda
  Perampokan di Pulomas, 6 Orang Korban Tewas
 
ads

  Berita Utama
SMS Hary Tanoe, Lieus: Keresahan Tokoh terhadap Kondisi Penegakan Hukum di Tanah Air

Tempat Ahok Bukan di Mako Brimob, Namanya Juga Lapas Mana ada yang Kondusif dan Nyaman

Polisi Menangkap 7 Tersangka Kasus Perampok Modus Gembos Ban di SPBU Daan Mogot

Kronologi OTT Kasus Suap Gubernur Bengkulu dan Istri, KPK Sita Rp 1 M

 

  Berita Terkini
 
SMS Hary Tanoe, Lieus: Keresahan Tokoh terhadap Kondisi Penegakan Hukum di Tanah Air

AKBP Tatan Dirsan Layak Ditiru, Hujan Deras dan Banjir Dilalui Demi Tugas pada Malam Takbiran

Valentino Rossi Juara MotoGP Assen

Hacker Berulah, Microsoft Kebobolan Data Rahasia Besar

Haedar Nashir: Mengajak Orang untuk Menyelamatkan Bangsa Itu Musuhnya Berat

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2