Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
Panglima TNI Bekali 341 Siswa SMA Taruna Nusantara
JAKARTA, Berita HUKUM - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko memberikan pembekalan kepada 341 sisw

Karena Defisit, BPJS Kesehatan akan Menaikkan Iuran 43%
JAKARTA, Berita HUKUM - Iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) akan dinaikan. Hal ini tidak

Empat Pesawat F-16 Laksanakan Latihan Kilat dan Cakra di Lanud Halim
JAKARTA, Berita HUKUM - Sejak Minggu (1/3) Empat Pesawat Tempur dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi

Keppres Diperlukan untuk Susun Struktur Barekraf
JAKARTA, Berita HUKUM - Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Barekraf) Triawan Munaf menghadap Presiden Jok

Mahfud MD Terkejut karena Drajat dan Tjatur Mundur dari PAN
JAKARTA, Berita HUKUM - Mahfud MD tokoh nasional yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) men

Pegawai KPK Gelar Aksi Tolak Pelimpahan Kasus BG ke Kejaksaan
JAKARTA, Berita HUKUM - Hari Selasa (3/3) ini ratusan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mel

Netanyahu Bukan Bermaksud Tidak Hormati Obama
WASHINGTON, Berita HUKUM - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kembali mengatakan bahwa prog

Fredrich Yunadi Siap Jadi Ketua Umum PERADI 2015-2020
JAKARTA, Berita HUKUM - Advokat atau Pengacara dianggap oleh sebagian kalangan sudah kehilangan wiba

   

  Berita Terkini >>
   
Panglima TNI Bekali 341 Siswa SMA Taruna Nusantara
Karena Defisit, BPJS Kesehatan akan Menaikkan Iuran 43%
Empat Pesawat F-16 Laksanakan Latihan Kilat dan Cakra di Lanud Halim
Keppres Diperlukan untuk Susun Struktur Barekraf
Mahfud MD Terkejut karena Drajat dan Tjatur Mundur dari PAN
Pegawai KPK Gelar Aksi Tolak Pelimpahan Kasus BG ke Kejaksaan

Untitled Document



  Berita Utama >
   
Karena Defisit, BPJS Kesehatan akan Menaikkan Iuran 43%
Keppres Diperlukan untuk Susun Struktur Barekraf
Mahfud MD Terkejut karena Drajat dan Tjatur Mundur dari PAN
Fredrich Yunadi Siap Jadi Ketua Umum PERADI 2015-2020
Komite II DPD RI Kritisi Kinerja Pemerintah Kabupaten Kota di Aceh
Zulkifli Berkicau 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un...' setelah Terpilih Ketum Baru PAN

SPONSOR & PARTNERS



















Peradilan    
 
Susno Duadji
Kejaksaan Agung Akan Tetap Eksekusi Susno Duadji
Thursday 18 Apr 2013 22:16:48
 
Mantan Kabareksrim Polri, Komjen Pol Susno Duadji saat diwawancarai dengan Wartawan.(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Basrief Arief (Jaksa Agung RI), menegaskan kasus korupsi terpidana Susno Duadji akan tetap dieksekusi, walaupun ada kesalahan administrasi dalam penulisan nomor perkara pada putusan Pengadilan Tinggi (PT), hal itu tidak akan membatalkan pihak berwajib untuk mengeksekusi Susno.

Menurut Basrief, di Gedung Komisi Yudisial (KY), Jakarta, Rabu (17/4), "masalah yang diperkarakan pihak Susno itu kan hanya masalah administratif, soal kekhilafan penulisan itu tidak membatalkan putusan," ujarnya.

Lanjut Basrief, putusan Kasasi Mahkamah Agung (MA) tetap sah meskipun tidak mencantumkan perintah pemidanaan, putusan itu menolak permohonan Kasasi Susno sehingga kembali merujuk pada putusan sebelumnya yaitu putusan di PT yang menyatakan dia bersalah.

"Jangan diartikan sendiri bahwa putusan MA itu tidak memuat pemidanaan dan sebagainya hanya dengan membayar biaya perkara Rp 2500.

ďAkan tetap melaksanakan eksekusi terhadap Susno, kami akan tetap mengupayakan melakukan eksekusi sesuai dengan pasal 270 KUHAP," pungkasnya.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan Susno bersalah dalam dua perkara korupsi, yakni kasus penanganan perkara PT Salmah Arowana Lestari (SAL) dan kasus dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008. Dalam kasus PT SAL, Susno terbukti bersalah menyalahgunakan kewenangannya saat menjabat Kepala Bareskrim Polri dengan menerima hadiah sebesar Rp 500 juta untuk mempercepat penyidikan kasus tersebut. Adapun, dalam kasus Pilkada Jabar, Susno yang saat itu menjabat Kepala Polda Jabar dinyatakan bersalah memotong dana pengamanan sebesar Rp 4,2 miliar untuk kepentingan pribadi.

Susno yang telah pensiun dari Polri Juli 2012 itu mengajukan banding, tetapi ditolak oleh Pengadilan Tinggi Jakarta sehingga dia tetap dihukum 3 tahun 6 bulan penjara. Setelah dikeluarkan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada 9 November 2011 lalu, Susno kemudian mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung, namun permohonan kasasi ini ditolak.(dbs/bhc/opn)


Bookmark and Share

   Berita Terkait Susno Duadji

Timwas Century Akan Panggil Susno Duadji
Susno ke Suka Miskin? Ini Jawaban Ditjen PAS
Susno di Lapas Cibinong, Basrief: Itu Sudah Permintaan
Status DPO Susno Dicabut, Basrief Sampaikan Terima Kasih
Susno Duadji Akhirnya Menyerahkan Diri
Eksekusi Susno, Jamintel: Buron Akhirnya Terkapar Sendiri
 
 
   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com