BeritaHUKUM.Com
Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
JHM Mendesak Kanal di Tapin Segera Ditutup
JAKARTA, Berita HUKUM - Campaign Manager Yayasan Jaringan Hijau Mandiri (JHM), Bambang menegaskan pi

Jaksa Agung: Pemulihan Aset Negara Sejajar dengan Pemberantasan Korupsi
JAKARTA, Berita HUKUM - Jaksa Agung Basrief Arief menyatakan pemulihan aset negara sejajar nilainya

Ahli: Putusan Arbitrase Jangan Mudah Dibatalkan
JAKARTA, Berita HUKUM - Para pengusaha luar negeri memandang Indonesia sebagai unfriendly country un

DPR Dukung Kemenpora Selesaikan Masalah Stadion Lebak Bulus
JAKARTA, Berita HUKUM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana merobohkan Stadion Lebak Bulus, di

Din Buka Jambore Nasional HW PTM 2014 di Solo
SURAKARTA, Berita HUKUM - Seluruh perguruan tinggi dan sekolah tinggi Muhammadiyah, agar menghidupka

Demo Menolak FPI di Samarinda Diserang Kelompok Orang Yang Tak Dikenal
SAMARINDA, Berita HUKUM - Aksi demo simpatik gabungan Pemuda Kalimantan Timur Bersatu (PKTB) menolak

Presiden SBY Letakan Batu Pertama Pusat Budaya Indonesia Di Timor Leste
DILI, Berita HUKUM - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan peletakan batu pertama pemba

Melodi Led Zeppelin Dianggap Terbaik
LONDON, Berita HUKUM - Tembang Karya Led Zeppelin berjudul Whole Lotta Love terpilih sebagai lagu de

Untitled Document
   

  Berita Terkini >>
   
JHM Mendesak Kanal di Tapin Segera Ditutup
Jaksa Agung: Pemulihan Aset Negara Sejajar dengan Pemberantasan Korupsi
Ahli: Putusan Arbitrase Jangan Mudah Dibatalkan
DPR Dukung Kemenpora Selesaikan Masalah Stadion Lebak Bulus
Din Buka Jambore Nasional HW PTM 2014 di Solo
Demo Menolak FPI di Samarinda Diserang Kelompok Orang Yang Tak Dikenal

Untitled Document Untitled Document



  Berita Utama >
   
JHM Mendesak Kanal di Tapin Segera Ditutup
Jaksa Agung: Pemulihan Aset Negara Sejajar dengan Pemberantasan Korupsi
Gerindra Tolak Kriminalisasi Logo Garuda Merah
Pemuda Kaltim Bersatu Ancam Turunkan Massa Demo Tolak Kedatangan Ketua FPI
M Taufik: Koalisi Merah Putih Tetap Solid
Ketua MK: Tiada Independensi, Pengadilan Mudah Dipengaruhi

Untitled Document

SPONSOR & PARTNERS



















White Crime    
 
Kasus Bank BJB
Kejagung Terus Kembangkan Kasus Kredit Puluhan Miliar
Monday 25 Feb 2013 20:52:39
 
Gedung Bundar JAMPIDSUS Kejaksaan Agung.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kejaksaan Agung hari ini menangani perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian dan penggunaan kredit Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB Tbk) cabang Surabaya kepada PT Cipta Inti Permindo (PT CIP), Senin (25/2).

Penyidik Kejagung mengagendakan 2 orang saksi, dan telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi Haedwig Andry Lesmana selaku Dirut PT Cipta Terang Abadi (PT CTA).

Haedwig hadir memenuhi panggilan pada pukul 10:00 WIB, yang pada pokok pemeriksaannya terkait pada persoalan masuknya aliran uang yang berasal dari pemberian kredit Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten cabang Surabaya ke PT CTA termasuk kedudukan tersangka YS di PT CTA tersebut.

Sementara itu saksi Carolina Gunadi hingga sore belum juga datang memenuhi panggilan penyidik.

Dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pemberian dan penggunaan fasilitas kredit ini, Kejaksaan Agung RI telah menetapkan 5 orang tersangka.

Para tersangka yakni YS Direktur PT CIP, berdasarkan surat perintah penyidikan nomor: Print-07/F.2/Fd.1/01/2013 tanggal 22 Januari 2013. DPS Direktur Komersil PT E Farm Bisnis Indonesia berdasarkan surat perintah penyidikan nomor: Print-08/F.2/Fd.1/01/2013 tanggal 22 Januari 2013.

DY karyawan PT Sang Hyang Seri (mantan Dirut PT E Farm Bisnis Indonesia) berdasarkan surat perintah penyidikan nomor: Print-09/F.2/Fd.1/01/2013 tanggal 22 Januari 2013.

ESD Manajer Komersil PT BJB Tbk berdasarkan surat perintah penyidikan nomor: Print-10/F.2/Fd.1/01/2013 tanggal 22 Januari 2013, dan EA Komisaris PT Radina Niaga Mulia berdasarkan surat perintah penyidikan nomor: Print-22/F.2/Fd.1/01/2013 tanggal 21 Februari 2013.

Status EA naik menjadi tersangka karena diduga terlibat dalam dugaan tindak pidana korupsi pemberian dan penggunaan fasilitas kredit tersebut, mengingat perusahaannya merupakan salah satu vendor penerima fasilitas kredit untuk melaksanakan pengadaan bahan baku pakan ikan, namun bukannya melaksanakan pengadaan tersebut, tetapi menyerahkannya kepada tersangka YS. Kasus ini merugikan keuangan negara sebesar Rp 55 Miliar.(bhc/mdb)


Bookmark and Share

BeritaHUKUM.Com

   Berita Terkait Kasus Bank BJB

Kasus BJB Seakan Tiada Habisnya, Kejaksaan Panggil 12 Saksi
Kasus T-Tower Bank BJB, Penyidik Kejagung Kembali Periksa Tersangka Triwiyasa
Direktur PT CIP Kembali Diperiksa Terkait Kasus Kredit BJB
Penyidik Kejagung Belum Mampu Hadirkan 2 Saksi Kasus BJB
5 Bulan Jalani Perawatan, Elda Kembali Dipanggil Penyidik Kejagung
Kasus BJB dan PT CIP, Penyidik Panggil Kuasa Direksi PT STP
 
 
   
BeritaHUKUM.Com
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


BeritaHUKUM.Com
Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com