Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
Alasan Mengapa Korban Gelombang Panas Pakistan Capai 1.300 Jiwa
PAKISTAN, Berita HUKUM - Beberapa hari setelah gelombang panas di Pakistan merenggut sekitar 1.300 n

Peraturan JHT Mengagetkan, Politisi Gerindra Kecam BPJS Ketenagakerjaan
JAKARTA, Berita HUKUM - Perubahan mekanisme pemberian manfaat salah satu program Badan Penyelenggara

Lagi-Lagi, Bus TransJakarta Terbakar di Halte UI Salemba
JAKARTA, Berita HUKUM - Pagi ini jam 08:30 Wib bus bernomor body LRN-045 Transjakarta mengalami keba

Tenik Hartono Dan Yoland Handoko Perkuat Indonesia Fashion Forward
JAKARTA, Berita HUKUM - Jakarta Fashion Week, fashion week utama di Indonesia, hari ini mengumumkan

Solar Impulse Pecahkan Rekor Penerbangan Solo Tanpa Henti
HAWAII, Berita HUKUM - Pesawat Solar Impulse -yang menggunakan tenaga surya- sudah memecahkan rekor

Puluhan Warga Nigeria Ditembak Mati Setelah Sholat
NIGERIA, Berita HUKUM - Sekitar 150 orang, termasuk 48 warga yang baru saja selesai sholat di masjid

TNI dan Bakamla Tandatangani MoU
JAKARTA, Berita HUKUM - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko bersama dengan Kepala Badan Keamanan

Masalah Sinabung, Mensos: Target Desember Semuanya Selesai, Per KK Akan Mendapatkan 0,5 Ha
JAKARTA, Berita HUKUM - Pihak pemerintah pusat mengatakan melalui Menteri Sosial RI, Khofifah Indar

   

  Berita Terkini >>
   
Alasan Mengapa Korban Gelombang Panas Pakistan Capai 1.300 Jiwa
Peraturan JHT Mengagetkan, Politisi Gerindra Kecam BPJS Ketenagakerjaan
Lagi-Lagi, Bus TransJakarta Terbakar di Halte UI Salemba
Tenik Hartono Dan Yoland Handoko Perkuat Indonesia Fashion Forward
Solar Impulse Pecahkan Rekor Penerbangan Solo Tanpa Henti
Puluhan Warga Nigeria Ditembak Mati Setelah Sholat

Untitled Document



  Berita Utama >
   
Peraturan JHT Mengagetkan, Politisi Gerindra Kecam BPJS Ketenagakerjaan
Lagi-Lagi, Bus TransJakarta Terbakar di Halte UI Salemba
Kemensos Siapkan Pabrik Anggaran Rp20 Miliar untuk Penyandang Disabilitas dan Membagikan ABD
Gerindra Desak Pemerintah Jelaskan Masuknya Ribuan TKA Asal China ke Indonesia
Said Iqbal: PP Tersebut 'Inkonstitusional' Secara Proses, Kami Akan Melakukan Judicial Review
Syukuran HUT Ke 69 Bhayangkara, Kapolri Ucapkan Terima Kasih

SPONSOR & PARTNERS



















White Crime    
 
Kasus Bank BJB
Kejagung Terus Kembangkan Kasus Kredit Puluhan Miliar
Monday 25 Feb 2013 20:52:39
 
Gedung Bundar JAMPIDSUS Kejaksaan Agung.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kejaksaan Agung hari ini menangani perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian dan penggunaan kredit Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB Tbk) cabang Surabaya kepada PT Cipta Inti Permindo (PT CIP), Senin (25/2).

Penyidik Kejagung mengagendakan 2 orang saksi, dan telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi Haedwig Andry Lesmana selaku Dirut PT Cipta Terang Abadi (PT CTA).

Haedwig hadir memenuhi panggilan pada pukul 10:00 WIB, yang pada pokok pemeriksaannya terkait pada persoalan masuknya aliran uang yang berasal dari pemberian kredit Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten cabang Surabaya ke PT CTA termasuk kedudukan tersangka YS di PT CTA tersebut.

Sementara itu saksi Carolina Gunadi hingga sore belum juga datang memenuhi panggilan penyidik.

Dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pemberian dan penggunaan fasilitas kredit ini, Kejaksaan Agung RI telah menetapkan 5 orang tersangka.

Para tersangka yakni YS Direktur PT CIP, berdasarkan surat perintah penyidikan nomor: Print-07/F.2/Fd.1/01/2013 tanggal 22 Januari 2013. DPS Direktur Komersil PT E Farm Bisnis Indonesia berdasarkan surat perintah penyidikan nomor: Print-08/F.2/Fd.1/01/2013 tanggal 22 Januari 2013.

DY karyawan PT Sang Hyang Seri (mantan Dirut PT E Farm Bisnis Indonesia) berdasarkan surat perintah penyidikan nomor: Print-09/F.2/Fd.1/01/2013 tanggal 22 Januari 2013.

ESD Manajer Komersil PT BJB Tbk berdasarkan surat perintah penyidikan nomor: Print-10/F.2/Fd.1/01/2013 tanggal 22 Januari 2013, dan EA Komisaris PT Radina Niaga Mulia berdasarkan surat perintah penyidikan nomor: Print-22/F.2/Fd.1/01/2013 tanggal 21 Februari 2013.

Status EA naik menjadi tersangka karena diduga terlibat dalam dugaan tindak pidana korupsi pemberian dan penggunaan fasilitas kredit tersebut, mengingat perusahaannya merupakan salah satu vendor penerima fasilitas kredit untuk melaksanakan pengadaan bahan baku pakan ikan, namun bukannya melaksanakan pengadaan tersebut, tetapi menyerahkannya kepada tersangka YS. Kasus ini merugikan keuangan negara sebesar Rp 55 Miliar.(bhc/mdb)


Bookmark and Share

   Berita Terkait Kasus Bank BJB

Kasus BJB Seakan Tiada Habisnya, Kejaksaan Panggil 12 Saksi
Kasus T-Tower Bank BJB, Penyidik Kejagung Kembali Periksa Tersangka Triwiyasa
Direktur PT CIP Kembali Diperiksa Terkait Kasus Kredit BJB
Penyidik Kejagung Belum Mampu Hadirkan 2 Saksi Kasus BJB
5 Bulan Jalani Perawatan, Elda Kembali Dipanggil Penyidik Kejagung
Kasus BJB dan PT CIP, Penyidik Panggil Kuasa Direksi PT STP
 
 
   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com