Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
Konsultasi DPR-Presiden Digelar Kamis atau Senin Mendatang
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua DPR Setya Novanto didampingi Wakil Ketua DPR Agus Hermanto, Taufik Kur

Terkait Pemblokiran Situs Media-media Islam, Kominfo Jangan Gegabah!
JAKARTA, Berita HUKUM - Sebagai mantan Jendral Polri, saya kaget ada pembredelan media, apalagi juml

Orang Tertua Dunia Meninggal
OSAKA, Berita HUKUM - Orang tertua di dunia telah meninggal di Jepang, beberapa pekan setelah meraya

YLKI: Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak Tanpa Empati
JAKARTA, Berita HUKUM - Harapan masyarakat ada kehidupan dan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di

Panglima TNI Pimpin Sertijab 4 Pejabat Tinggi di TNI
JAKARTA, Berita HUKUM - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko memimpin upacara serah terima jabatan

Sirkuit Sentul 2015 Gandeng ABM Enterprise Jadikan Balap ISSOM Ajang STC
JAKARTA, Berita HUKUM - Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) 2015 akan hadir dengan format

Pemberangusan 19 Situs Cara Totaliter Bungkam Perbedaan
JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Sekretaris Jenderal Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) W.

Kerja Tim Angket Sudah Final
JAKARTA, Berita HUKUM - Panitia Hak Angket atau investigasi DPRD DKI Jakarta telah merampungkan hasi

   

  Berita Terkini >>
   
Konsultasi DPR-Presiden Digelar Kamis atau Senin Mendatang
Terkait Pemblokiran Situs Media-media Islam, Kominfo Jangan Gegabah!
Orang Tertua Dunia Meninggal
YLKI: Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak Tanpa Empati
Panglima TNI Pimpin Sertijab 4 Pejabat Tinggi di TNI
Sirkuit Sentul 2015 Gandeng ABM Enterprise Jadikan Balap ISSOM Ajang STC

Untitled Document



  Berita Utama >
   
Terkait Pemblokiran Situs Media-media Islam, Kominfo Jangan Gegabah!
YLKI: Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak Tanpa Empati
Pemberangusan 19 Situs Cara Totaliter Bungkam Perbedaan
Kerja Tim Angket Sudah Final
Dianggap Melawan Hukum, Dua Polres Aceh di Praperadilan
BNN Rilis 10 Nama Tahanan yang Kabur dari Rutan

SPONSOR & PARTNERS



















White Crime    
 
Kasus Bank BJB
Kejagung Terus Kembangkan Kasus Kredit Puluhan Miliar
Monday 25 Feb 2013 20:52:39
 
Gedung Bundar JAMPIDSUS Kejaksaan Agung.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kejaksaan Agung hari ini menangani perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian dan penggunaan kredit Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB Tbk) cabang Surabaya kepada PT Cipta Inti Permindo (PT CIP), Senin (25/2).

Penyidik Kejagung mengagendakan 2 orang saksi, dan telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi Haedwig Andry Lesmana selaku Dirut PT Cipta Terang Abadi (PT CTA).

Haedwig hadir memenuhi panggilan pada pukul 10:00 WIB, yang pada pokok pemeriksaannya terkait pada persoalan masuknya aliran uang yang berasal dari pemberian kredit Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten cabang Surabaya ke PT CTA termasuk kedudukan tersangka YS di PT CTA tersebut.

Sementara itu saksi Carolina Gunadi hingga sore belum juga datang memenuhi panggilan penyidik.

Dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pemberian dan penggunaan fasilitas kredit ini, Kejaksaan Agung RI telah menetapkan 5 orang tersangka.

Para tersangka yakni YS Direktur PT CIP, berdasarkan surat perintah penyidikan nomor: Print-07/F.2/Fd.1/01/2013 tanggal 22 Januari 2013. DPS Direktur Komersil PT E Farm Bisnis Indonesia berdasarkan surat perintah penyidikan nomor: Print-08/F.2/Fd.1/01/2013 tanggal 22 Januari 2013.

DY karyawan PT Sang Hyang Seri (mantan Dirut PT E Farm Bisnis Indonesia) berdasarkan surat perintah penyidikan nomor: Print-09/F.2/Fd.1/01/2013 tanggal 22 Januari 2013.

ESD Manajer Komersil PT BJB Tbk berdasarkan surat perintah penyidikan nomor: Print-10/F.2/Fd.1/01/2013 tanggal 22 Januari 2013, dan EA Komisaris PT Radina Niaga Mulia berdasarkan surat perintah penyidikan nomor: Print-22/F.2/Fd.1/01/2013 tanggal 21 Februari 2013.

Status EA naik menjadi tersangka karena diduga terlibat dalam dugaan tindak pidana korupsi pemberian dan penggunaan fasilitas kredit tersebut, mengingat perusahaannya merupakan salah satu vendor penerima fasilitas kredit untuk melaksanakan pengadaan bahan baku pakan ikan, namun bukannya melaksanakan pengadaan tersebut, tetapi menyerahkannya kepada tersangka YS. Kasus ini merugikan keuangan negara sebesar Rp 55 Miliar.(bhc/mdb)


Bookmark and Share

   Berita Terkait Kasus Bank BJB

Kasus BJB Seakan Tiada Habisnya, Kejaksaan Panggil 12 Saksi
Kasus T-Tower Bank BJB, Penyidik Kejagung Kembali Periksa Tersangka Triwiyasa
Direktur PT CIP Kembali Diperiksa Terkait Kasus Kredit BJB
Penyidik Kejagung Belum Mampu Hadirkan 2 Saksi Kasus BJB
5 Bulan Jalani Perawatan, Elda Kembali Dipanggil Penyidik Kejagung
Kasus BJB dan PT CIP, Penyidik Panggil Kuasa Direksi PT STP
 
 
   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com