Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
Everton Cetak Laba Rp 546,8 Miliar
INGGRIS, Berita HUKUM - Everton menyatakan telah mencetak laba sebesar 28,2 juta atau Rp546,8 milia

Ahok Datangi KPK, Lapor PD Dharma Jaya Mengenai Daging Sapi
JAKARTA, Berita HUKUM - Plt. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, atau akrab dipanggil Ahok

Kemhan akan Gelar Pameran Indo Defence 2014 Expo dari 56 Negara
JAKARTA, Berita HUKUM - Rencananya pada tanggal 5 - 8 November 2014 mendatang Kementerian Pertahanan

Tata Kelola Hutan dan Lahan Gambut yang Lebih Baik
JAKARTA, Berita HUKUM - Provinsi Riau adalah provinsi ke-7 yang menandatangani nota kesepahaman deng

700 Peserta Akan Gelar Produk Pertahanan Negara
JAKARTA, Berita HUKUM - Pameran industri pertahanan berskala Internasional akan digelar melalui Indo

Ahmad Dhani Kecewa, Kementerian Seni dan Industri Kreatif Dipertidak
JAKARTA, Berita HUKUM - Di Rumah Pinang Mas Pondok Indah Jakarta Selatan, Ahmad Dhani mengumumkan re

Panglima TNI Bekali Wawasan Kebangsaan Anggota DPD RI
JAKARTA, Berita HUKUM - Panglima TNI Jenderal Dr. Moeldoko memberikan Pembekalan dan Pemantapan Wawa

Fadli Zon: Kita Masih Waras, Tak Mau Buat Presiden Tandingan
JAKARTA, Berita HUKUM - Koalisi Indonesia Hebat (KIH) menggelar rapat Paripurna tandingan sebagai ta

   

  Berita Terkini >>
   
Everton Cetak Laba Rp 546,8 Miliar
Ahok Datangi KPK, Lapor PD Dharma Jaya Mengenai Daging Sapi
Kemhan akan Gelar Pameran Indo Defence 2014 Expo dari 56 Negara
Tata Kelola Hutan dan Lahan Gambut yang Lebih Baik
700 Peserta Akan Gelar Produk Pertahanan Negara
Ahmad Dhani Kecewa, Kementerian Seni dan Industri Kreatif Dipertidak

Untitled Document



  Berita Utama >
   
Ahok Datangi KPK, Lapor PD Dharma Jaya Mengenai Daging Sapi
Kemhan akan Gelar Pameran Indo Defence 2014 Expo dari 56 Negara
700 Peserta Akan Gelar Produk Pertahanan Negara
Ahmad Dhani Kecewa, Kementerian Seni dan Industri Kreatif Dipertidak
Fadli Zon: Kita Masih Waras, Tak Mau Buat Presiden Tandingan
Ketua DPRD Samarinda: Mantan Kadis Bina Marga Harus Menjelaskan Dibatalkannya Lelang Proyek Semani Tahap II

SPONSOR & PARTNERS



















White Crime    
 
Kasus Bank BJB
Kejagung Terus Kembangkan Kasus Kredit Puluhan Miliar
Monday 25 Feb 2013 20:52:39
 
Gedung Bundar JAMPIDSUS Kejaksaan Agung.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kejaksaan Agung hari ini menangani perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian dan penggunaan kredit Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB Tbk) cabang Surabaya kepada PT Cipta Inti Permindo (PT CIP), Senin (25/2).

Penyidik Kejagung mengagendakan 2 orang saksi, dan telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi Haedwig Andry Lesmana selaku Dirut PT Cipta Terang Abadi (PT CTA).

Haedwig hadir memenuhi panggilan pada pukul 10:00 WIB, yang pada pokok pemeriksaannya terkait pada persoalan masuknya aliran uang yang berasal dari pemberian kredit Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten cabang Surabaya ke PT CTA termasuk kedudukan tersangka YS di PT CTA tersebut.

Sementara itu saksi Carolina Gunadi hingga sore belum juga datang memenuhi panggilan penyidik.

Dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pemberian dan penggunaan fasilitas kredit ini, Kejaksaan Agung RI telah menetapkan 5 orang tersangka.

Para tersangka yakni YS Direktur PT CIP, berdasarkan surat perintah penyidikan nomor: Print-07/F.2/Fd.1/01/2013 tanggal 22 Januari 2013. DPS Direktur Komersil PT E Farm Bisnis Indonesia berdasarkan surat perintah penyidikan nomor: Print-08/F.2/Fd.1/01/2013 tanggal 22 Januari 2013.

DY karyawan PT Sang Hyang Seri (mantan Dirut PT E Farm Bisnis Indonesia) berdasarkan surat perintah penyidikan nomor: Print-09/F.2/Fd.1/01/2013 tanggal 22 Januari 2013.

ESD Manajer Komersil PT BJB Tbk berdasarkan surat perintah penyidikan nomor: Print-10/F.2/Fd.1/01/2013 tanggal 22 Januari 2013, dan EA Komisaris PT Radina Niaga Mulia berdasarkan surat perintah penyidikan nomor: Print-22/F.2/Fd.1/01/2013 tanggal 21 Februari 2013.

Status EA naik menjadi tersangka karena diduga terlibat dalam dugaan tindak pidana korupsi pemberian dan penggunaan fasilitas kredit tersebut, mengingat perusahaannya merupakan salah satu vendor penerima fasilitas kredit untuk melaksanakan pengadaan bahan baku pakan ikan, namun bukannya melaksanakan pengadaan tersebut, tetapi menyerahkannya kepada tersangka YS. Kasus ini merugikan keuangan negara sebesar Rp 55 Miliar.(bhc/mdb)


Bookmark and Share

   Berita Terkait Kasus Bank BJB

Kasus BJB Seakan Tiada Habisnya, Kejaksaan Panggil 12 Saksi
Kasus T-Tower Bank BJB, Penyidik Kejagung Kembali Periksa Tersangka Triwiyasa
Direktur PT CIP Kembali Diperiksa Terkait Kasus Kredit BJB
Penyidik Kejagung Belum Mampu Hadirkan 2 Saksi Kasus BJB
5 Bulan Jalani Perawatan, Elda Kembali Dipanggil Penyidik Kejagung
Kasus BJB dan PT CIP, Penyidik Panggil Kuasa Direksi PT STP
 
 
   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com