Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
'Komitmen' PT. WKS (Asia Pulp and Paper) Itu Berwajah Kematian
JAKARTA, Berita HUKUM - Pada tanggal 28 Februari 2015, Indra Pelani (21 tahun) dikabarkan tewas. Ind

Begal Motor Antar Kota Jakarta-Bekasi di Tembak
JAKARTA, Berita HUKUM - Aparat Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya menembak kaki begal penge

Kapolresta Palembang Instruksikan Tembak Ditempat Pelaku Begal Motor
PALEMBANG, Berita HUKUM - Kapolresta Palembang, Komisaris Besar Pol Sabarudin Ginting, mengintruksik

BMKG Prediksi Kemarau Mulai Bulan April
JAKARTA, Berita HUKUM - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemara

Presiden Obama Tanggapi Pidato Netanyahu Terkait Iran
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Presiden Barack Obama menepis peringatan yang disampaikan Perdana Me

Kenaikan Pangkat 22 Perwira Tinggi TNI
JAKARTA, Berita HUKUM - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko menerima laporan Korps Kenaikan Pangk

Kemendikbud: Perlakuan Berbeda Status Guru Bukan Diskriminasi
JAKARTA, Berita HUKUM - Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang permohonan uji materi Undang-Undan

Pihak Bareskrim Polri Tangkap ZA Terduga Saksi Kunci Kasus BW
JAKARTA, Berita HUKUM - Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri berhasil menangkap seoran

   

  Berita Terkini >>
   
'Komitmen' PT. WKS (Asia Pulp and Paper) Itu Berwajah Kematian
Begal Motor Antar Kota Jakarta-Bekasi di Tembak
Kapolresta Palembang Instruksikan Tembak Ditempat Pelaku Begal Motor
BMKG Prediksi Kemarau Mulai Bulan April
Presiden Obama Tanggapi Pidato Netanyahu Terkait Iran
Kenaikan Pangkat 22 Perwira Tinggi TNI

Untitled Document



  Berita Utama >
   
'Komitmen' PT. WKS (Asia Pulp and Paper) Itu Berwajah Kematian
BMKG Prediksi Kemarau Mulai Bulan April
Pihak Bareskrim Polri Tangkap ZA Terduga Saksi Kunci Kasus BW
Nota Kesepahaman TNI dan Polri
Soal Beras, Jokowi Kamu Ngapain Aja, Sih?
Karena Defisit, BPJS Kesehatan akan Menaikkan Iuran 43%

SPONSOR & PARTNERS



















White Crime    
 
Kasus Bank BJB
Kejagung Terus Kembangkan Kasus Kredit Puluhan Miliar
Monday 25 Feb 2013 20:52:39
 
Gedung Bundar JAMPIDSUS Kejaksaan Agung.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kejaksaan Agung hari ini menangani perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian dan penggunaan kredit Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB Tbk) cabang Surabaya kepada PT Cipta Inti Permindo (PT CIP), Senin (25/2).

Penyidik Kejagung mengagendakan 2 orang saksi, dan telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi Haedwig Andry Lesmana selaku Dirut PT Cipta Terang Abadi (PT CTA).

Haedwig hadir memenuhi panggilan pada pukul 10:00 WIB, yang pada pokok pemeriksaannya terkait pada persoalan masuknya aliran uang yang berasal dari pemberian kredit Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten cabang Surabaya ke PT CTA termasuk kedudukan tersangka YS di PT CTA tersebut.

Sementara itu saksi Carolina Gunadi hingga sore belum juga datang memenuhi panggilan penyidik.

Dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pemberian dan penggunaan fasilitas kredit ini, Kejaksaan Agung RI telah menetapkan 5 orang tersangka.

Para tersangka yakni YS Direktur PT CIP, berdasarkan surat perintah penyidikan nomor: Print-07/F.2/Fd.1/01/2013 tanggal 22 Januari 2013. DPS Direktur Komersil PT E Farm Bisnis Indonesia berdasarkan surat perintah penyidikan nomor: Print-08/F.2/Fd.1/01/2013 tanggal 22 Januari 2013.

DY karyawan PT Sang Hyang Seri (mantan Dirut PT E Farm Bisnis Indonesia) berdasarkan surat perintah penyidikan nomor: Print-09/F.2/Fd.1/01/2013 tanggal 22 Januari 2013.

ESD Manajer Komersil PT BJB Tbk berdasarkan surat perintah penyidikan nomor: Print-10/F.2/Fd.1/01/2013 tanggal 22 Januari 2013, dan EA Komisaris PT Radina Niaga Mulia berdasarkan surat perintah penyidikan nomor: Print-22/F.2/Fd.1/01/2013 tanggal 21 Februari 2013.

Status EA naik menjadi tersangka karena diduga terlibat dalam dugaan tindak pidana korupsi pemberian dan penggunaan fasilitas kredit tersebut, mengingat perusahaannya merupakan salah satu vendor penerima fasilitas kredit untuk melaksanakan pengadaan bahan baku pakan ikan, namun bukannya melaksanakan pengadaan tersebut, tetapi menyerahkannya kepada tersangka YS. Kasus ini merugikan keuangan negara sebesar Rp 55 Miliar.(bhc/mdb)


Bookmark and Share

   Berita Terkait Kasus Bank BJB

Kasus BJB Seakan Tiada Habisnya, Kejaksaan Panggil 12 Saksi
Kasus T-Tower Bank BJB, Penyidik Kejagung Kembali Periksa Tersangka Triwiyasa
Direktur PT CIP Kembali Diperiksa Terkait Kasus Kredit BJB
Penyidik Kejagung Belum Mampu Hadirkan 2 Saksi Kasus BJB
5 Bulan Jalani Perawatan, Elda Kembali Dipanggil Penyidik Kejagung
Kasus BJB dan PT CIP, Penyidik Panggil Kuasa Direksi PT STP
 
 
   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com