BeritaHUKUM.Com
Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
Peter Gabriel Raih Penghargaan Musik
LONDON, Berita HUKUM - Mantan vokalis band Genesis, Peter Gabriel, dianugerahi Penghargaan Progressi

Soal RUU Pilkada, SBY: Minimalkan Ekses, Sesuaikan Dengan Semangat Reformasi
JAKARTA, Berita HUKUM - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat bicara soal Rancangan Undang-

Microsoft Beli Minecraft US$2,5 Miliar
WASHINGTON, Berita HUKUM - Perusahaan komputer Microsoft membeli Mojang, perusahaan Swedia pembuat v

Presiden Cabut Wewenang Hansip dan Wankamra dalam Ketertiban Umum
JAKARTA, Berita HUKUM - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Peraturan Presiden Nomor 88

Raker Komisi VII DPR Singgung Blok Cepu
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi VII DPR yang bertugas dalam ruang lingkup energy sumber daya mineral,

Batas Wilayah yang Cacat Hukum Hilangkan Pendapatan Daerah
JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Presiden Boediono mengingatkan para pemimpin daerah dan kota agar lebi

Dugaan Gratifikasi Jerat Dua Pejabat Kementerian Hukum dan HAM
JAKARTA,Berita HUKUM - Dua pejabat di lingkungan kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) ditet

Pansus DPR dan Pemerintah Setujui Revisi UU Hak Cipta
JAKARTA, Berita HUKUM - Rapat Kerja Pansus RUU Hak Cipta DPR dan Pemerintah menyetujui revisi RUU te

Untitled Document
   

  Berita Terkini >>
   
Peter Gabriel Raih Penghargaan Musik
Soal RUU Pilkada, SBY: Minimalkan Ekses, Sesuaikan Dengan Semangat Reformasi
Microsoft Beli Minecraft US$2,5 Miliar
Presiden Cabut Wewenang Hansip dan Wankamra dalam Ketertiban Umum
Raker Komisi VII DPR Singgung Blok Cepu
Batas Wilayah yang Cacat Hukum Hilangkan Pendapatan Daerah

Untitled Document Untitled Document



  Berita Utama >
   
Raker Komisi VII DPR Singgung Blok Cepu
Batas Wilayah yang Cacat Hukum Hilangkan Pendapatan Daerah
Dugaan Gratifikasi Jerat Dua Pejabat Kementerian Hukum dan HAM
WALHI: Rencana Reklamasi Teluk Benoa di Paksakan Mengubah Tata Ruang
Bank BNI Luncurkan BNI Emerald World Debit Mastercard
Menkokesra Sebut Beras Raskin Rusak Akibat Masa Simpan

Untitled Document

SPONSOR & PARTNERS



















White Crime    
 
Kasus Pengadaan Alat Laboratorium
Kasus Korupsi di UM, Muncul Nama Baru
Saturday 09 Mar 2013 09:57:31
 
Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.(Foto: Ist)
JATIM, Berita HUKUM - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mengaku bisa mengembangkan pengusutan perkara dugaan korupsi proyek pengadaan peralatan laboratorium di F-MIPA Universitas Negeri Malang (UM) dari fakta-fakta persidangan. Nama selain tiga terdakwa perkara ini, Abdullah Fuad, Sutoyo dan Handoyo, yang diduga kuat ikut berperan dalam korupsi ini akan diusut.

Hal itu disampaikan Kepala Kejati Jatim Arminsyah kepada wartawan. “Kalau nama-nama yang di persidangan berperan dalam korupsi ini, itu bisa dikembangkan. Tapi kalau hanya diberi duit tapi tidak terkait dengan korupsi ini, tentu tidak bisa juga untuk diusut,” ujarnya.

Jawaban Kajati itu disampaikan terkait kesaksian Mindo Rosalina di sidang perkara ini pekan lalu. Dia menerangkan bahwa saat mengurus rencana proyek pengadaan peralatan laboratorium F-MIPA di UM, awal 2009 lalu, dia diantar Subur, anggota DPRD setempat dari Partai Demokrat, menemui Rektor UM Suparno. Dia mengaku bertemu Rektor dua kali, yakni di Malang dan saat penandatangan kontrak proyek di Jakarta. “Saya hanya ingat wajah Pak Rektor,” ucapnya.

Di Malang, kepada wartawan Suparno telah memberikan bantahan kesaksian Mindo itu. Dia bahkan mengaku siap untuk bersaksi untuk mempertegas bahwa dirinya tidak pernah terlibat pada dugaan korupsi yang diperkirakan menelan uang negara sebesar Rp 14,9 miliar itu. Pengacara para terdakwa sendiri, Sudiman Sidabuke, memang mengutarakan keinginannya kepada majelis hakim agar semua nama yang disebut saksi dan tidak ada di BAP agar dihadirkan untuk bersaksi.

Kajati Arminsyah mengatakan, perlu telaah mendalam untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan orang-orang yang disebut Mindo dalam sidang. “Kita kaji lagi tentunya. Sebab, tidak serta-merta orang yang menerima duit itu pasti korupsi. Kita kaji apa yang muncul di persidangan yang sebelumnya tidak ada,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Abdullah Fuad, Sutoyo dan Handoyo (ketiganya dosen di UM Malang) didudukkan sebagai pesakitan karena diduga mengkorupsi proyek pengadaan peralatan laboratorium di F-MIPA UM Malang, 2009 lalu. Berdasarkan dakwaan, Abdullah dan Sutoyo didapuk menjadi panitia proyek berdasarkan SK yang diterbitkan Rektor UM, Suparno. Di SK juga disebutkan nama Handoyo sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK). Kendati pengeluar SK, hingga kini Rektor UM belum terjamah.(nas/kjs/bhc/rby)


Bookmark and Share

BeritaHUKUM.Com

   Berita Terkait Kasus Pengadaan Alat Laboratorium

Kasus Korupsi di UM, Muncul Nama Baru
Kode 00 Untuk Nazaruddin, Yulianis Sebut 12 Universitas Terkait Proyek
Sidang Perkara Korupsi Angelina Sondakh Kembali Digelar
 
 
   
BeritaHUKUM.Com
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


BeritaHUKUM.Com
Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com