Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
SPG Seksi Berpakain Polwan Lecehkan Wibawah Kepolisian
SAMARINDA, Berita HUKUM - Dua gadis cantik dan muda Sales Promotion Girl (SPG) dalam acara pameran m

Data Penduduk Akurat, Penanganan Narkoba Lebih Cepat
JAKARTA, Berita HUKUM - Pemanfaatan data kependudukan dapat memberikan dampak yang signifikan dalam

Tempo Dipolisikan terkait Pemberitaan Rekening Komjen BG
JAKARTA, Berita HUKUM - Sesudah para komisioner KPK, kini pers yang disasar. Majalah Tempo dipolisik

ISIS Ancam Bunuh Karyawan Twitter
CALIFORNIA, Berita HUKUM - Karyawan dan pendiri Twitter, Jack Dorsey, mendapat ancaman pembunuhan da

Ledakan Gas di Tambang Batu Bara Ukraina, 33 Tewas
UKRAINA, Berita HUKUM - Sebuah ledakan gas pada tambang batu bara di daerah Ukraina timur yang dikua

UU Penetapan Perpu Pilkada Digugat ke MK
JAKARTA, Berita HUKUM - Tiga orang warga negara Indonesia, yaitu Yanda Zaihifni Ishak, Heriyanto, da

Pemda Aceh Timur Enggan Bayar Tunggakan Listrik karena PLN Tidak Transparan
ACEH, Berita HUKUM - Bedasarkan informasi yang sampai ke wartawan BeritaHUKUM.com pemerintah daerah

'Komitmen' PT. WKS (Asia Pulp and Paper) Itu Berwajah Kematian
JAKARTA, Berita HUKUM - Pada tanggal 28 Februari 2015, Indra Pelani (21 tahun) dikabarkan tewas. Ind

   

  Berita Terkini >>
   
SPG Seksi Berpakain Polwan Lecehkan Wibawah Kepolisian
Data Penduduk Akurat, Penanganan Narkoba Lebih Cepat
Tempo Dipolisikan terkait Pemberitaan Rekening Komjen BG
ISIS Ancam Bunuh Karyawan Twitter
Ledakan Gas di Tambang Batu Bara Ukraina, 33 Tewas
UU Penetapan Perpu Pilkada Digugat ke MK

Untitled Document



  Berita Utama >
   
SPG Seksi Berpakain Polwan Lecehkan Wibawah Kepolisian
Data Penduduk Akurat, Penanganan Narkoba Lebih Cepat
Tempo Dipolisikan terkait Pemberitaan Rekening Komjen BG
Pemda Aceh Timur Enggan Bayar Tunggakan Listrik karena PLN Tidak Transparan
'Komitmen' PT. WKS (Asia Pulp and Paper) Itu Berwajah Kematian
BMKG Prediksi Kemarau Mulai Bulan April

SPONSOR & PARTNERS



















White Crime    
 
Kasus Pengadaan Alat Laboratorium
Kasus Korupsi di UM, Muncul Nama Baru
Saturday 09 Mar 2013 09:57:31
 
Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.(Foto: Ist)
JATIM, Berita HUKUM - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mengaku bisa mengembangkan pengusutan perkara dugaan korupsi proyek pengadaan peralatan laboratorium di F-MIPA Universitas Negeri Malang (UM) dari fakta-fakta persidangan. Nama selain tiga terdakwa perkara ini, Abdullah Fuad, Sutoyo dan Handoyo, yang diduga kuat ikut berperan dalam korupsi ini akan diusut.

Hal itu disampaikan Kepala Kejati Jatim Arminsyah kepada wartawan. “Kalau nama-nama yang di persidangan berperan dalam korupsi ini, itu bisa dikembangkan. Tapi kalau hanya diberi duit tapi tidak terkait dengan korupsi ini, tentu tidak bisa juga untuk diusut,” ujarnya.

Jawaban Kajati itu disampaikan terkait kesaksian Mindo Rosalina di sidang perkara ini pekan lalu. Dia menerangkan bahwa saat mengurus rencana proyek pengadaan peralatan laboratorium F-MIPA di UM, awal 2009 lalu, dia diantar Subur, anggota DPRD setempat dari Partai Demokrat, menemui Rektor UM Suparno. Dia mengaku bertemu Rektor dua kali, yakni di Malang dan saat penandatangan kontrak proyek di Jakarta. “Saya hanya ingat wajah Pak Rektor,” ucapnya.

Di Malang, kepada wartawan Suparno telah memberikan bantahan kesaksian Mindo itu. Dia bahkan mengaku siap untuk bersaksi untuk mempertegas bahwa dirinya tidak pernah terlibat pada dugaan korupsi yang diperkirakan menelan uang negara sebesar Rp 14,9 miliar itu. Pengacara para terdakwa sendiri, Sudiman Sidabuke, memang mengutarakan keinginannya kepada majelis hakim agar semua nama yang disebut saksi dan tidak ada di BAP agar dihadirkan untuk bersaksi.

Kajati Arminsyah mengatakan, perlu telaah mendalam untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan orang-orang yang disebut Mindo dalam sidang. “Kita kaji lagi tentunya. Sebab, tidak serta-merta orang yang menerima duit itu pasti korupsi. Kita kaji apa yang muncul di persidangan yang sebelumnya tidak ada,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Abdullah Fuad, Sutoyo dan Handoyo (ketiganya dosen di UM Malang) didudukkan sebagai pesakitan karena diduga mengkorupsi proyek pengadaan peralatan laboratorium di F-MIPA UM Malang, 2009 lalu. Berdasarkan dakwaan, Abdullah dan Sutoyo didapuk menjadi panitia proyek berdasarkan SK yang diterbitkan Rektor UM, Suparno. Di SK juga disebutkan nama Handoyo sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK). Kendati pengeluar SK, hingga kini Rektor UM belum terjamah.(nas/kjs/bhc/rby)


Bookmark and Share

   Berita Terkait Kasus Pengadaan Alat Laboratorium

Kasus Korupsi di UM, Muncul Nama Baru
Kode 00 Untuk Nazaruddin, Yulianis Sebut 12 Universitas Terkait Proyek
Sidang Perkara Korupsi Angelina Sondakh Kembali Digelar
 
 
   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com