Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
Permasalahkan Anggota Legislatif Ikut Pilkada, Pemohon Perbaiki Petitum
JAKARTA, Berita HUKUM - Sidang uji materiil Pasal 7 huruf s Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang

Pimpinan Pansus RUU Paten Ditetapkan
JAKARTA, Berita HUKUM - Anggota Komisi III John Kenedy Azis terpilih menjadi Ketua Panitia Khusus (P

Lima Langkah Memulai Program Antikorupsi
JAKARTA, Berita HUKUM - Suasana di Perpustakaan lantai dua, Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK

Generasi Muda Diminta Pahami Pemikiran Bung Karno
Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Ahmad Basarah mengatakan bahwa generasi muda bangsa harus memahami ku

Maia Estianty: Pembunuh Angeline Harus Dihukum Berat
JAKARTA, Berita HUKUM - Setelah melalui proses penyidikan yang panjang, ibu angkat Angeline kini dij

Brigjen TNI Markoni, SH Jabat Kababinkum TNI
JAKARTA, Berita HUKUM - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko bertindak selaku Inspektur Upacara pa

Mutasi Jabatan 32 Pati TNI
JAKARTA, Berita HUKUM - Dalam rangka pembinaan organisasi TNI guna mengoptimalkan tugas-tugas TNI ya

Krisis Keuangan, Warga Yunani Gelar Aksi 'Mendukung' Pemerintah
ATHENA, Berita HUKUM - Ribuan pengunjuk rasa propemerintah menggelar aksi di luar gedung parlemen Yu

   

  Berita Terkini >>
   
Permasalahkan Anggota Legislatif Ikut Pilkada, Pemohon Perbaiki Petitum
Pimpinan Pansus RUU Paten Ditetapkan
Lima Langkah Memulai Program Antikorupsi
Generasi Muda Diminta Pahami Pemikiran Bung Karno
Maia Estianty: Pembunuh Angeline Harus Dihukum Berat
Brigjen TNI Markoni, SH Jabat Kababinkum TNI

Untitled Document



  Berita Utama >
   
Generasi Muda Diminta Pahami Pemikiran Bung Karno
Pesawat Hercules TNI AU Jatuh di Pemukiman di Medan
TangSel Harus Lebih Cerdas Lagi, Ivan Ajie Balon Walkot Berjanji akan Sediakan Wifi Gratis
Kapolda Bali: Margriet Pelaku Utama Pembunuhan Engeline
Terkait Blok Mahakam, FPKE: 'Tolak Pembentukan BUMN Khusus Migas'
Johan Budi: Revisi UU KPK Kontradiktif

SPONSOR & PARTNERS



















White Crime    
 
Kasus Pengadaan Alat Laboratorium
Kasus Korupsi di UM, Muncul Nama Baru
Saturday 09 Mar 2013 09:57:31
 
Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.(Foto: Ist)
JATIM, Berita HUKUM - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mengaku bisa mengembangkan pengusutan perkara dugaan korupsi proyek pengadaan peralatan laboratorium di F-MIPA Universitas Negeri Malang (UM) dari fakta-fakta persidangan. Nama selain tiga terdakwa perkara ini, Abdullah Fuad, Sutoyo dan Handoyo, yang diduga kuat ikut berperan dalam korupsi ini akan diusut.

Hal itu disampaikan Kepala Kejati Jatim Arminsyah kepada wartawan. “Kalau nama-nama yang di persidangan berperan dalam korupsi ini, itu bisa dikembangkan. Tapi kalau hanya diberi duit tapi tidak terkait dengan korupsi ini, tentu tidak bisa juga untuk diusut,” ujarnya.

Jawaban Kajati itu disampaikan terkait kesaksian Mindo Rosalina di sidang perkara ini pekan lalu. Dia menerangkan bahwa saat mengurus rencana proyek pengadaan peralatan laboratorium F-MIPA di UM, awal 2009 lalu, dia diantar Subur, anggota DPRD setempat dari Partai Demokrat, menemui Rektor UM Suparno. Dia mengaku bertemu Rektor dua kali, yakni di Malang dan saat penandatangan kontrak proyek di Jakarta. “Saya hanya ingat wajah Pak Rektor,” ucapnya.

Di Malang, kepada wartawan Suparno telah memberikan bantahan kesaksian Mindo itu. Dia bahkan mengaku siap untuk bersaksi untuk mempertegas bahwa dirinya tidak pernah terlibat pada dugaan korupsi yang diperkirakan menelan uang negara sebesar Rp 14,9 miliar itu. Pengacara para terdakwa sendiri, Sudiman Sidabuke, memang mengutarakan keinginannya kepada majelis hakim agar semua nama yang disebut saksi dan tidak ada di BAP agar dihadirkan untuk bersaksi.

Kajati Arminsyah mengatakan, perlu telaah mendalam untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan orang-orang yang disebut Mindo dalam sidang. “Kita kaji lagi tentunya. Sebab, tidak serta-merta orang yang menerima duit itu pasti korupsi. Kita kaji apa yang muncul di persidangan yang sebelumnya tidak ada,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Abdullah Fuad, Sutoyo dan Handoyo (ketiganya dosen di UM Malang) didudukkan sebagai pesakitan karena diduga mengkorupsi proyek pengadaan peralatan laboratorium di F-MIPA UM Malang, 2009 lalu. Berdasarkan dakwaan, Abdullah dan Sutoyo didapuk menjadi panitia proyek berdasarkan SK yang diterbitkan Rektor UM, Suparno. Di SK juga disebutkan nama Handoyo sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK). Kendati pengeluar SK, hingga kini Rektor UM belum terjamah.(nas/kjs/bhc/rby)


Bookmark and Share

   Berita Terkait Kasus Pengadaan Alat Laboratorium

Kasus Korupsi di UM, Muncul Nama Baru
Kode 00 Untuk Nazaruddin, Yulianis Sebut 12 Universitas Terkait Proyek
Sidang Perkara Korupsi Angelina Sondakh Kembali Digelar
 
 
   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com