BeritaHUKUM.Com
Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
ECPAT: Pornografi dan Trafficking Anak Makin Tinggi
JAKARTA, Berita HUKUM - Permasalahan pornografi, prostitusi, dan trafficking anak secara on line ban

Google Beli Pembuat Pesawat Tak Berawak
CALIFORNIA, Berita HUKUM - Perusahaan raksasa Google mengakuisisi perusahaan pembuat pesawat tanpa a

KPK Diminta Seret Aktor-Aktor Intelektual Kasus Korupsi P3SON Hambalang
JAKARTA, Berita HUKUM - Penyidikan kasus dugaan korupsi proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekol

FITRA: Awasi Kebocoran Anggaran Pemilu Legeslatif dan Pilpres
JAKARTA, Berita HUKUM - Setiap ajang Pemilu baik itu Legeslatif dan Pemilihan Presiden (Pilpres) sel

Abraham Samad: Korupsi Pun Berevolusi
JAKARTA, Berita HUKUM - Kalau dulu, kebanyakan koruptor berusia di atas 40 tahun, kini usia koruptor

UN Hari Terakhir di Samarinda Amburadul, Soal Ujian Foto Copy dari Sekolah Lain
SAMARINDA, Berita HUKUM - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) hari terakhir di Samarinda Kalimantan Timu

Fenomena Gerhana Bulan Merah
JAKARTA, Berita HUKUM - Pengamat astronomi di benua Amerika akan dapat menyaksikan gerhana bulan lan

Kapal Korsel Tenggelam: Operasi Penyelamatan Berlangsung
KOREA SELATAN, Berita HUKUM - Sebuah operasi penyelamatan berlangsung Rabu pagi (16/4) menyusul siny

Untitled Document
   

  Berita Terkini >>
   
ECPAT: Pornografi dan Trafficking Anak Makin Tinggi
Google Beli Pembuat Pesawat Tak Berawak
KPK Diminta Seret Aktor-Aktor Intelektual Kasus Korupsi P3SON Hambalang
FITRA: Awasi Kebocoran Anggaran Pemilu Legeslatif dan Pilpres
Abraham Samad: Korupsi Pun Berevolusi
UN Hari Terakhir di Samarinda Amburadul, Soal Ujian Foto Copy dari Sekolah Lain

Untitled Document Untitled Document



  Berita Utama >
   
ECPAT: Pornografi dan Trafficking Anak Makin Tinggi
KPK Diminta Seret Aktor-Aktor Intelektual Kasus Korupsi P3SON Hambalang
FITRA: Awasi Kebocoran Anggaran Pemilu Legeslatif dan Pilpres
UN Hari Terakhir di Samarinda Amburadul, Soal Ujian Foto Copy dari Sekolah Lain
BNN Sita Ember Berisi 5 Kilo Sabu Kristal
BNN Amankan Dua Mantan Napi Lapas Narkoba Karena Kasus yang Sama

Untitled Document

SPONSOR & PARTNERS



















White Crime    
 
Kasus Asian Agri
Kasus Asian Agri, Kejaksaan Siap Jerat Tersangka Lain
Saturday 05 Jan 2013 01:14:09
 
Kejaksaan Agung RI (Foto: bhc/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kasus penggelapan pajak Asian Agri Group yang telah menyeret mantan Manajer Pajak Asian Agri Suwir Laut ke penjara, dalam pengembangannya Kejaksaan Agung masih menunggu salinan putusan dari Mahkamah Agung.

“Pertama salinan putusan belum kita terima, tapi kita bersukur, dengan demikian upaya yang dilakukan selama ini. Karena terus terang perkara pajak itu sejak saya disatgas sudah berjuang untuk mendorong berkas perkara sampai berbulan bahkan bertahun dan sangat kecewa juga pada waktu itu adanya putusan pengadilan negeri yang membebaskan. Tapi Alhamdulillah dengan adanya putusan MA yang menyatakan dia bersalah berarti upaya kita selama ini baik penyidik dan JPU (Jaksa Penuntut Umum) tidak sia-sia,” kata Wakil Jaksa Agung Darmono, Jumat (4/1).

Majelis Kasasi Mahkamah Agung yang diketuai oleh Djoko Sarwoko, mengabulkan permohonan kasasi Jaksa Penuntut Umum pada 18 Desember 2012, terkait kasus kejahatan pajak yang dilakukan mantan manajer pajak Asian Agri Suwir Laut alias Liu Che Sui.

Majelis menjerat Suwir dengan Pasal 39 ayat 1 Undang-Undang tentang Perpajakan. Akibatnya, dia dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun dengan masa percobaan selama tiga tahun.
Kasus dugaan penggelapan pajak perkebunan kelapa sawit milik Sukanto Tanoto ini diungkap oleh Vincentius Amin Sutanto selaku eks Group Financial Controller Asian Agri. Vincentius divonis 11 tahun penjara karena dinilai terbukti bersalah melakukan pencucian uang.

Dalam kasus ini, Ditjen Pajak berjanji akan memperkuat komitmen melakukan reformasi sistem administrasi perpajakan. Termasuk penegakan hukum perpajakan secara konsisten terhadap para Wajib Pajak/pihak terkait yang menghindari kewajiban perpajakannya.

Dari informasi yang dihimpun wartawan BeritaHUKUM.com, terhadap tersangka lain, seperti dijelaskan Darmono, bahwa masih menunggu salinan putusan Mahkamah Agung. “Yang akan kita lakukan, tentu kita akan menunggu salinan putusan, setelah itu kita akan melakukan upaya-upaya. Putusan MA akan kita jadikan dasar dan acuan untuk melakukan langkah-langkah hukum untuk perkara lain,” ujarnya.(bhc/mdb)



Bookmark and Share

BeritaHUKUM.Com

   Berita Terkait

 
 
   
BeritaHUKUM.Com
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


BeritaHUKUM.Com
Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com