Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Jembatan
Jembatan Mahakam Selalu Ditabrak Ponton Batu Bara, Tanggung Jawab Siapa?
2016-02-05 08:19:59
 

Ilustrasi. Jembatan Mahakam.(Foto: Istimewa)
 
SAMARINDA, Berita HUKUM - Jembatan Mahakam yang merupakan akses jalan dan jembatan yang menghubungkan kota Tepian sebagai ibu kota provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dengan Samarinda Seberang yang dibangun pada tahun 1987 silam, yang hingga tahun 2016 ini telah terjadi beberapa kali ditabrak pada piar jembatan tersebut oleh ponton batu bara yang melintas dibawahnya, yang membuat kekewatiran bagi warga kota Samarinda yang selalu menggunakan akses jalan jembatan Mahakam tersebut dan selalu waspada akan terjadinya hal yang terburuk seperti ambruknya jembatan Kukar beberapa tahun lalu.

Tabrakan terhadap Jembatan Mahakam terulang pada Minggu 27 Desember 2015 lalu, yang menyisakan persoalan tersendiri yang harus di sikapi oleh pemerintah melalui Binas Marga PU Kaltim dan siapa yang lebih bertanggung jawab akan terjadinya tabrakan yang sering terulang oleh ponton pengangkut bara, apakah kurangnya pengawasan dari pihak Kesahbandaran Samarinda yang kurang memperhatikan Assis Tug atau pihak PT Pelindo yang tidak melakukan pengawasan melalui kepanduannya. 

Dalam pernyataan baik Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kaltim Taufik Fauzi dan Kabid Bina Marga PU Kaltim Joko Setiono pada media harian di Samarinda setelah terjadinya peristiwa tabrakan, bahwa tiang jembatan Mahakam masih tetap kokoh dan tak berpengaruh dan masih tetap aman, telah melaporkan kepada pihak Kementerian. Namun ketika hendak dikonfirmasi pewarta pada, Kamis (4/1) siang di kantornya, Taufik Fauzie sambil berjalan bergegas masuk ke mobilnya, Kepala Dinas PU Kaltim Taufik Fauzi yang kabarnya jarang terlihat dikantornya, hingga ada seorang staf mengatakan, Kadis itu tidak pantas lagi menjabat sebagai Kadis PU Kaltim dan cocok sebagai Asisten yang dekat dengan Gubernur Awang Faroek. Taufik Fauzi  hanya mengatakan dari balik pintu mobilnya, "saya sibuk masih ada rapat lagi, konfirmasi saja dengan Joko, Joko masih ada diatas jadi wawancara dengan Joko saja," ujar Kadis PU Taufik Fauzi singkat.

"Dia tidak pantas lagi menjabat Kadis PU Kaltim, lebih cocok sebagai Asisten yang selalu dekat dengan Gubernur Awang Faroek, karena hari-hari dia (kadis pu) berada diruang asisten disana," ungkap staf, yang minta namanya jangan ditulis karena takut dimarahi.

Sementara, Kepala Bidang Bina Marga PU Kaltim Joko Setiono beberapa hari belakangan hingga Kamis (4/1) yang juga hendak dikonfirmasi terkait siapa yang lebih bertanggung jawab terkait seringnya pilar jembatan ditabrak Ponton?. Namun, hingga pukul 16.30 Wita, tiba-tiba muncul seorang sekuritinya mengatakan bapak sibuk, jadi tidak bisa ditemui.

Sedangkan, Manajer Umum dan Humas PT. Pelindo Samarinda, Ibrahim, ketika dikonfirmasi melalui telpon selularnya beberapa hari lalu mengatakan bahwa, terkait tertabraknya jembatan Mahakam oleh Ponton merupakan tanggung jawab pihak KSOP Kesahbandaran Samarinda, karena Ponton tidak ada muatan, sehingga tidak dilakukan pengawalan pandu, tanggung jawabnya ada pada KSOP, tegas Ibrahim Sedangkan sebelumnya KSOP Sabandar Samarinda melalui KepalKepanduan Alex dikonfirmasi melalui telpon selularnya, mengatakan dirinya masih berada di Jakarta. Namun, terkait Pandu dalam pengawalan ponton yang melintas di jembatan Mahakam adalah kewenangan Pelindo, jadi konfirmasinya ke Pelindo, pungkas Alex. (bh/gaj)





 
   Berita Terkait > Jembatan
 
  Jembatan Mahakam IV atau Jembatan Kembar Resmi Dilintasi
  Jembatan Mahakam IV Mulai Dibuka untuk Umum pada Kamis 2 Januari 2020
  Komisi III DPRD Kaltim Geram, Jembatan Mahakam Sudah 16 Kali Ditabrak Kapal
  KSOP Sebut Tongkang yang Tabrak Jembatan Mahakam karena Tidak Dipandu
  Jembatan Mahakam Masih Layak, DPRD Kaltim Minta Pelaku Penabrak Diberi Sanksi Tegas
 
ads1

  Berita Utama
Ternyata Sebelum Ruslan Buton, Khoe Seng Seng Juga Sudah Lebih Dulu Minta Jokowi Mundur

Inilah Pernyataan Pers PP Muhammadiyah Tentang Pemberlakuan New Normal

Polri Siap Masifkan Protokol New Normal

Anies: Perpanjangan PSBB Jakarta Jadi Penentu Transisi Memulai 'New Normal'

 

ads2

  Berita Terkini
 
Sosialisasi Jamu Herbal Kenkona di Depok, Ketum HMS Centre Yakin Tak Sampai 5 Persen Terpapar Covid19 di Indonesia

Kabaharkam Serahkan Ribuan APD Covid-19 Bantuan Kapolri untuk RS Bhayangkara Polda Jawa Timur

Kasus Kondensat BP Migas - TPPI, Terdakwa: Pemberian Kondensat Kepada PT TPPI Berdasarkan Kebijakan Pemerintah

Dekan FH UII: Guru Besar Hukum Tata Negara Kami Diteror!

Lindungi Warga DKI, Anies Pasang Badan

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2