Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
EkBis    
Transportasi
JPS: Masyarakat Kabupaten Karo Butuh Jalan Tol, Jangan Anak Tirikan Kami di Sumut
2019-08-14 18:51:21
 

Tampak saat massa dari Jambur Pergerakan Sinterem (JPS) berunjuk rasa didepan Istana Negara di Jakarta pada, Rabu (14/8).(Foto: BH /mnd)
 

JAKARTA, Berita HUKUM - Perwakilan massa dari Jambur Pergerakan Sinterem (JPS) perwakilan masyarakat Karo; sedari kabupaten Karo dan masyarakat suku Karo yang ada di Jakarta menyambangi Istana Negara di Jakarta pada, Rabu (14/8) untuk berunjukrasa damai, menyampaikan aspirasi masyarakat Kabupaten Karo yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo, untuk menuntut dibangun akses jalan Toll, dan Flyover jalan di Kabupaten Karo.

Karena, mereka menyayangkan akses menuju kabupaten Karo dari ibukota Sumatera Utara yaitu Medan sangat susah ditempuh, dikarenakan infrastruktur jalanan yang sangat sempit, menanjak serta berliku liku. Hampir setiap hari akses menuju kabupaten Karo tidak dapat dilalui berhubung kondisi jalan seperti itu dan volume kendaraan yang over load, sehingga hampir setiap hari menimbulkan kemacetan di tengah jalan.

Kabupaten Karo adalah salah satu penghasil pertanian yang terletak di Provinsi Sumatera Utara dan terletak di dataran tinggi di lereng Gunung Sinabung. Bahwa lebih dari 70% masyarakat bergantung pada hasil pertanian di wilayah tersebut, kemudian sebagian besar hasil pertanian seperti sayur mayur dan buah buahan di pasarkan di luar kabupaten Karo.

Selain hasil pertanian, kabupaten Karo juga merupakan daerah pariwisata yang banyak di kunjungi wisatawan dan merupakan kabupaten penghubung antara beberapa.kabupaten lainnya dengan kota madya Medan sebagai kota administrasi sumatera Utara.

Dengan jarak tempuh yang hanya kurang lebih 70 km secara normalnya hanya memakan waktu 2 jam apabila menuju kabupaten Karo dari kota Medan, tapi 10 tahun belakangan tidak dapat menempuh dengan hanya 2 jam apabila kondisi jalan macet diakibatkan mobil rusak di tengah jalan, padahal lalulintas, kecelakaan, maka jarak tempuh Medan Kabanjahe minimal dilalui memakan kisaran 8 jam.

Melihat hal tersebut sering terjadi, banyak masyarakat petani dan masyarakat yang berkegiatan ekonomi lainnya di kabupaten Karo serta masyarakat kabupaten lainnya seperti kabupaten Dairi, kabupaten Pakpak Barat, kabupaten Simalungun, kabupaten Humbang Hansudutan, kabupaten Samosir, kabupaten Aceh tenggara, kabupaten Aceh Tengah, dan kabupaten Selatan tidak dapat lagi beraktifitas, karena kemacetan di tengah jalan yang sering menimbulkan kerugian puluhan miliyar hampir setiap hari apabila terjadi kemacetan.

"Usulan pembangunan jalan tol dan atau jalan layang (Fly Over) sudah lama di usulkan oleh pemerintah kabupaten Karo dan beberapa tokoh masyarakat kabupaten Karo kepada pemerintah pusat, tetapi fakta diterima sampai sekarang hal tersebut belum direalisasikan Pemerintah Pusat," ujar Edysa Girsang saat menyampaikan orasinya.

Terkai fakta fakta tersebut diatas,

Para pengunjukrasa saat di lokasi menyampaikan agar segera realisasikan pembangunan jalan tol Medan kabupaten Karo. Soalnya, dengan tidak membangun jalan tol dan atau jalan layang, sama halnya membunuh perekonomian masyarakat kabupaten Karo.

"Bahwa masyarakat kabupaten Karo memenangkan 92% Joko Widodo dan K.H. Ma'aruf Amin pada pemilu yang lalu, jangan kami di anak tirikan dengan kabupaten lain," ungkap Edysa Girsang, salah seorang aktivis Pergerakan di Jakarta.

Adapun, aksi yang diisi dengan orasi para tokoh tokoh Karo seraya diiringi gendang lima sada dalaman di depan Istana negara digelar dimulai dari jam 10.00 sampai dengan jam 13.15 WIB itu nampak dihadiri oleh Sudarto Sitepu (seniman dan mantan anggota DPRD Karo), Minola sebayang (Pengacara), Mardi sembiring (Seniman Karo), Junianto sembiring (Seniman Karo), Javendra (Seniman Karo), Bayang Tobat (Seniman Karo), Julianus Sembiring (Aktivis Pergerakan Tanah Karo), Yoki Linga ( Aktivis Pergerakan Mahasiswa Medan), Yakub Sitepu (Aktifis Pergerakan Medan) serta Edysa Girsang ( Aktivis Pergerakan, Jakarta).(bh/mnd)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Kasus Kematian Corona Covid-19 Indonesia Tertinggi di Dunia

Polisi Ungkap 3 Kasus Penyebaran Hoax terkait Wabah Virus Covid-19

Gugus Tugas Covid-19: Penyemprotan Cairan Disinfektan Tidak Dianjurkan dengan Cara 'Fogging'

Pemerintah Harus Melarang Mudik dan Menerapkan Karantina Wilayah

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kementerian BUMN Berikan Bantuan APD Covid-19 ke RSU Adhyaksa

Gubernur Anies Imbau RT/RW dan PKK Aktif Mendata Serta Sosialisasi Warga dengan Risiko Tinggi Tertular COVID-19

PSSB Langsung Darurat Sipil, Ubedilah Badrun: Presiden Jokowi Bisa Langgar Konstitusi

Tidak Sepakat Kebijakan Pemerintah, Saleh Daulay: Yang Darurat Itu Kesehatan Masyarakat!

'Lockdown' di India Berubah Menjadi Tragedi Kemanusiaan

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2