Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
Soal ‘Reshuffle’ Kabinet, Teten: Sinyal Presiden Sudah Cukup Jelas
JAKARTA, Berita HUKUM - Tim Komunikasi Presiden, Teten Masduki, mengemukakan Presiden Joko Widodo (J

Forum Silaturahmi Saudagar Muhammadiyah Digelar di Makassar
MAKASAR, Berita HUKUM - Panitia Pusat Muktamar ke-47 Muhammadiyah bakal menggelar Forum Silaturahmi

Politisi Demokrat Minta Jokowi Tak Malu Jalankan Saran SBY
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua DPP Bidang Keuangan Partai Demokrat Marwan Cik Asan meminta Presiden J

IPC Persiapan Pelabuhan New Muara Jati akan Menjadi Alternatif Tanjung Priok
JAKARTA, Berita HUKUM - PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC pada petengahan tahun 2015 berenc

Serangan Bom Saat Bulan Puasa di Nigeria, 44 Tewas
NIGERIA. Berita HUKUM - Dua serangan bom di kota Jos, Nigeria tengah, atas sebuah restoran dan masji

Penumpang Bus Lebaran Berkurang, Namun Penumpang KA, Kapal Laut, dan Pesawat Naik
JAKARTA, Berita HUKUM - Pemerintah memperkirakan jumlah pemudik lebaran tahun yang menggunakan angku

Tunjukkan Kelemahan Dewan Pengawas, Pemohon Uji UU BPJS Hadirkan Saksi
JAKARTA, Berita HUKUM - Sidang pengujian Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelengga

DPR Sayangkan Lambannya Pemerintah Terbitkan PP THL-TB
JAKARTA, Berita HUKUM - Kalangan Komisi IV menyayangkan lambannya Pemerintah menerbitkan PP tentang

   

  Berita Terkini >>
   
Soal ‘Reshuffle’ Kabinet, Teten: Sinyal Presiden Sudah Cukup Jelas
Forum Silaturahmi Saudagar Muhammadiyah Digelar di Makassar
Politisi Demokrat Minta Jokowi Tak Malu Jalankan Saran SBY
IPC Persiapan Pelabuhan New Muara Jati akan Menjadi Alternatif Tanjung Priok
Serangan Bom Saat Bulan Puasa di Nigeria, 44 Tewas
Penumpang Bus Lebaran Berkurang, Namun Penumpang KA, Kapal Laut, dan Pesawat Naik

Untitled Document



  Berita Utama >
   
Forum Silaturahmi Saudagar Muhammadiyah Digelar di Makassar
IPC Persiapan Pelabuhan New Muara Jati akan Menjadi Alternatif Tanjung Priok
Saat Bukber di PGK, Kapolri: Soliditas Organisasi adalah Kunci Utama Keberhasilan Tugas Polri
Kesira Gerak Cepat Bantu Evakuasi Korban Kecelakaan Pesawat Hercules di Medan
Peraturan JHT Mengagetkan, Politisi Gerindra Kecam BPJS Ketenagakerjaan
Lagi-Lagi, Bus TransJakarta Terbakar di Halte UI Salemba

SPONSOR & PARTNERS



















White Crime    
 
Kasus Import Daging
Istri Luthfi Hasan dan Seorang Pelajar Diperiksa KPK
Friday 12 Apr 2013 13:34:36
 
Sutiana Astika, Istri kedua Luthfi hasan.(Foto: BeritaHUKUM.com/din)
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa istri tersangka kasus dugaan suap kuota impor daging sapi, Luthfi Hasan Ishaaq, Jumat (12/4). Pemilik nama Sutiana masuk dalam daftar pemanggilan KPK, ia merupakan istri Luthfi yang akan diperiksa untuk kasus TPPT suaminya. Selain Sutiana, KPK juga memeriksa sorang pelajar yang akan diminta keterangan kasus Luthfi.

KPK terus mengembangkan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait dugaan korupsi pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Salah satunya adalah untuk tersangka mantan Presiden PKS, Luthfi.

Priharsa Nugraha, Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK mengatakan, Sutiana akan diperiksa sebagai saksi untuk suaminya. "Diperiksa sebagai saksi untuk LHI (Luthfi Hasan Ishaaq)," kata Priharsa.

Sebagai istri, Sutiana dinilai mengatahui secara jelas mengenai aset-aset Luthfi. Apalagi, KPK memberikan sinyal bahwa harta Luthfi sudah dapat diidentifikasi. Namun hingga kini, KPK belum menyita aset Luthfi yang teridentifikasi tersebut.

Selain memanggil Sutiana, KPK juga akan meminta keterangan ibu rumah tangga lainnya yakni, Lusi Tiarani Agustine. Perempuan itu diduga orang dekat Luthfi. Bahkan, KPK juga memeriksa seorang pelajar bernama Darin Mumtazah.

"Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka LHI," masih kata Priharsa.

Selain itu, penyidik KPK juga kembali memanggil Menejer Cabang Bank Muammalat, Giarti Adiningrum, dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Elly Halida untuk pidana pencucian uang Luthfi Hasan.

KPK menetapkan Luthfi sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang. Tindak pidana itu merupakan hasil pengembangan KPK menyangkut kasus tindak pidana korupsi pengurusan impor daging sapi di Kementan.(bhc/din)


Bookmark and Share

   Berita Terkait

 
 
   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com